Imlek vs Cap Go Meh: Apa Bedanya, Sih? Yuk, Cari Tahu!

Table of Contents

Imlek vs Cap Go Meh: Apa Bedanya, Sih? Yuk, Cari Tahu!

Warga Tionghoa baru aja ngerayain Tahun Baru China atau Imlek 2576 Kongzili di tanggal 29 Januari 2025 kemarin. Nah, gak lama setelah Imlek, tepatnya 15 hari kemudian, ada lagi perayaan seru yang namanya Cap Go Meh, tahun ini jatuh di tanggal 12 Februari 2025.

Imlek dan Cap Go Meh ini dua-duanya hari penting banget buat warga Tionghoa dan selalu dirayakan tiap tahun. Walaupun waktunya deketan, ternyata ada beberapa perbedaan penting antara Imlek dan Cap Go Meh, lho. Penasaran apa aja bedanya? Yuk, kita cari tahu!

Imlek dan Cap Go Meh: Beda Waktu Perayaan

Seperti yang udah disebutin tadi, Imlek dan Cap Go Meh itu dirayain di waktu yang beda. Imlek itu sendiri adalah perayaan tahun baru China. Sementara itu, Cap Go Meh itu kayak penutup dari semua rangkaian perayaan Imlek. Cap Go Meh ini jatuhnya pas hari ke-15 di bulan pertama kalender Lunar.

Menurut Glenn Wijaya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Imlek itu adalah rangkaian perayaan tahun baru. Cap Go Meh itu bagian dari Imlek, karena menandakan berakhirnya semua perayaan, yaitu di hari ke-15. Jadi, ibaratnya, Imlek itu kayak acaranya, dan Cap Go Meh itu kayak grand finale-nya.

Kalau dilihat dari kalender Masehi, biasanya Cap Go Meh itu selalu ada di antara tanggal 4 Februari sampai 6 Maret. Jadi, emang gak jauh-jauh banget dari tanggal Imlek ya.

Imlek dan Cap Go Meh: Maknanya Juga Beda

Gak cuma waktu perayaannya yang beda, makna dari Imlek dan Cap Go Meh juga punya perbedaan tersendiri. Imlek itu sendiri sebenernya lebih ke kalender bulannya atau kalender lunar. Sementara, Cap Go Meh itu artinya malam ke-15.

Glenn Wijaya juga jelasin, makna harfiah Imlek itu ya kalender bulan atau lunar. Nah, kalau Cap Go Meh, makna harfiahnya itu malam ke-15. Jadi, dari namanya aja udah keliatan bedanya ya.

Kata “Imlek” itu asalnya dari bahasa Hokkien, dari kata “Im” yang artinya bulan dan “Lek” yang artinya penanggalan. Jadi, Imlek itu ya penanggalan berdasarkan bulan atau kalender lunar.

Sedangkan “Cap Go Meh” itu dari bahasa Hokkien juga. “Cap” itu artinya sepuluh, “Go” artinya lima, dan “Meh” artinya malam. Jadi, kalau digabung, Cap Go Meh itu artinya malam ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Simpel kan?

Sejarah Imlek dan Cap Go Meh: Jauh Berbeda Lho!

Sejarah perayaan Imlek itu udah tua banget, udah ada ribuan tahun yang lalu. Awalnya, Imlek ini dirayain sama warga Tionghoa di China aja, tapi lama-lama tradisi ini nyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dulu, Imlek itu awalnya dirayain sama warga Tionghoa kuno sebagai bentuk syukur atas panen yang udah selesai. Mereka kumpul-kumpul, makan-makan, dan bersyukur atas hasil bumi yang melimpah.

Selain itu, ada juga cerita rakyat kuno tentang Imlek dan monster jahat namanya Nian. Nian ini suka nakutin warga desa pas Imlek. Bentuknya serem, kepalanya kayak singa, punya tanduk tajam, dan suka nyerang manusia, terutama anak-anak. Nian ini biasanya keluar pas malam terakhir kalender lunar, tengah malam, buat cari mangsa.

Tapi, suatu hari, ada seorang lelaki tua berambut perak datang dan janji mau ngusir Nian selamanya. Pas malam tiba, si lelaki tua ini pakai baju merah, nyalain lilin, dan petasan buat nakutin Nian. Ternyata, Nian takut sama warna merah, cahaya terang, dan suara keras. Akhirnya, Nian berhasil diusir dan gak pernah balik lagi. Nah, dari situlah tradisi Imlek dengan warna merah, lampion, dan petasan dimulai.

Nah, kalau sejarah Cap Go Meh beda lagi. Konon katanya, Cap Go Meh ini asalnya dari warga Tionghoa di China Selatan. Mereka percaya, di hari ke-15 bulan pertama kalender lunar, para dewa turun dari langit buat bagi-bagiin keselamatan, kesejahteraan, dan nasib baik.

Makanya, warga Tionghoa di sana merayakan hari itu dengan meriah. Mereka nyalain lampion warna-warni, ngadain pertunjukan barongsai dan liong yang seru, terus nyajiin makanan-makanan khas, salah satunya lontong Cap Go Meh yang terkenal itu. Jadi, Cap Go Meh ini lebih ke perayaan buat nyambut dewa-dewa dan berharap keberuntungan di tahun yang baru.

Tradisi Perayaan Imlek dan Cap Go Meh: Gaya Rayanya Beda

Cap Go Meh itu bisa dibilang puncak dari semua rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Kayak udah disebutin sebelumnya, Cap Go Meh ini identik banget sama festival lampion atau yang dikenal juga dengan nama Yuan Xiao Jie.

Lampion-lampion yang dipasang warna-warni itu punya makna simbolis. Lampion itu kayak lambang kalau warga Tionghoa udah ngelepasin tahun yang lalu dan siap nyambut tahun baru dengan semangat dan keberuntungan baru.

Menurut Tedy Santibalo, Sekretariat Badan Pengurus Perkumpulan Boen Tek Bio, lampion itu simbol harapan warga Tionghoa di tahun baru. Harapannya macem-macem, mulai dari kesehatan, rezeki lancar, sukses dalam segala hal, dan kehidupan yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Tahun baru, harapan baru. Mengharapkan kemakmuran, rezeki, kesuksesan, kesehatan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Harapan tersebut disimbolkan dengan penerangan kehidupan kita, dengan lampion sebagai penerangan kehidupan,” jelas Tedy.

Warna merah yang dominan di lampion juga punya arti khusus. Warna merah itu melambangkan kemakmuran, persatuan, dan rezeki. Masyarakat Tionghoa percaya, lampion bisa kasih jalan dan nerangin rezeki buat yang punya atau yang masang lampion.

Festival lampion ini biasanya makin meriah dengan adanya penampilan barongsai dan liong yang atraktif. Gak ketinggalan, warga Tionghoa juga nyajiin berbagai hidangan khas Imlek, kayak kue keranjang yang legit, jeruk mandarin yang seger, pangsit yang gurih, dan banyak lagi makanan enak lainnya.

Nah, kalau Imlek sendiri, tradisi perayaannya lebih fokus ke kumpul keluarga, ibadah, dan tukar angpao. Biasanya, pas Imlek, keluarga besar kumpul di rumah orang tua atau kakek nenek. Mereka ibadah di klenteng atau vihara, terus saling mengucapkan selamat tahun baru. Anak-anak dan orang yang belum menikah biasanya dapet angpao dari orang tua atau yang udah menikah. Suasana Imlek lebih khidmat dan kekeluargaan gitu deh.

Biar lebih gampang bedainnya, coba deh lihat tabel perbedaan Imlek dan Cap Go Meh di bawah ini:

Fitur Imlek Cap Go Meh
Waktu Perayaan Hari pertama Tahun Baru Lunar Hari ke-15 Tahun Baru Lunar (akhir Imlek)
Makna Tahun Baru Lunar, awal tahun Malam ke-15, puncak perayaan Imlek
Sejarah Ribuan tahun lalu, syukur panen, usir Nian China Selatan, sambut dewa, keberuntungan
Tradisi Utama Kumpul keluarga, ibadah, angpao Festival lampion, barongsai, makanan khas

Gimana? Udah mulai kebayang kan bedanya Imlek dan Cap Go Meh? Walaupun dua-duanya penting dan dirayakan meriah, tapi ternyata punya sejarah, makna, dan tradisi yang beda ya. Jadi, jangan sampai ketuker lagi ya!

Nah, kalau kamu sendiri, biasanya lebih suka suasana Imlek yang khidmat atau Cap Go Meh yang meriah dengan lampion dan barongsai? Coba cerita di kolom komentar dong!

Posting Komentar