Nisfu Syaban 2025: Catat Jadwal, Amalan & Doa Biar Berkah!

Table of Contents

Nisfu Syaban 2025: Catat Jadwal, Amalan & Doa Biar Berkah!

Eh, udah mau Nisfu Syaban lagi nih! Buat kita umat Muslim, tanggal ini tuh spesial banget lho. Katanya sih, Nisfu Syaban ini waktu yang penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Jadi, jangan sampai kelewatan ya!

Nisfu Syaban itu sendiri asalnya dari bahasa Arab, gabungan dari kata “Nisfu” dan “Syaban”. “Nisfu” artinya tengah-tengah atau separuh. Nah, “Syaban” itu ya bulan Syaban, bulan ke-8 di kalender Hijriah kita. Jadi, gampangnya Nisfu Syaban itu pertengahan bulan Syaban, tepatnya tanggal 15 Syaban.

Karena istimewa banget, banyak orang yang memanfaatkan momen Nisfu Syaban ini buat ibadah lebih banyak. Misalnya, berdoa, sholat malam, atau puasa. Nah, buat kamu yang juga pengen memanfaatkan waktu ini dengan ibadah, yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Kapan Sih Nisfu Syaban 2025?

Biar nggak ketinggalan, catat baik-baik ya tanggalnya. Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2025 dari Kementerian Agama RI, 1 Syaban 1446 H itu jatuh pada tanggal 31 Januari 2025.

Berarti, Nisfu Syaban 2025 itu tanggal 14 Februari 2025. Oh iya, malam Nisfu Syaban itu udah mulai pas masuk waktu Magrib di hari Kamis, 13 Februari 2025. Jadi, siap-siap ibadah dari malam ya!

Amalan-Amalan Nisfu Syaban yang Bisa Kita Lakukan

Sebagai umat Muslim, kita dianjurkan banget buat menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan berbagai ibadah. Biar makin berkah, ini beberapa amalan yang bisa kamu kerjakan:

1. Puasa Nisfu Syaban

Puasa sunnah ini salah satu amalan yang dianjurkan banget di Nisfu Syaban. Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Jika tiba waktu malam Nisfu Syaban, maka beribadahlah di malamnya dan puasalah di siangnya…” (HR. Ibnu Majah)

Tuh, jelas banget kan anjurannya? Nah, kalau kamu mau puasa Nisfu Syaban, jangan lupa baca niatnya ya:

Niat Puasa Nisfu Syaban

نَوَيْتُ صَوْمَ فِى النِّصْفِ الشَّعْبَانِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma fi-n-nishfi-sy-sya’baani sunnata-lillaahi ta’aala.

Artinya: “Saya niat puasa pada pertengahan bulan Syaban sunnah karena Allah ta’ala.”

Jadi, jangan lupa niatnya ya biar puasanya sah dan makin berkah!

2. Doa Nisfu Syaban

Selain puasa, malam Nisfu Syaban juga pas banget buat kita banyakin doa. Doa ini biasanya dibaca pas malam Nisfu Syaban. Ada beberapa doa yang bisa kamu amalkan, salah satunya doa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah ini:

Doa Malam Nisfu Syaban (Riwayat Ibnu Abi Syaibah)

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ : مَا دَعَا قَطُّ عَبْدٌ بِهَذِهِ الدَّعَوَاتِ إِلَّا وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ فِي مَعِيْشَتِهِ " يَا ذَا الْمَنِّ فَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْنَ ، إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا فَامْحُ عَنِّيْ اِسْمَ الشَّقَاوَةِ ، وَأَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرِ ، فَإِنَّكَ تَقُوْلُ فِيْ كِتَابِ { يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ } .

Ibnu Mas’ud berkata: “Tidak seorang pun berdoa dengan beberapa doa berikut kecuali Allah akan melapangkan hidup baginya: ‘Wahai Dzat pemberi anugerah, maka tak ada yang mampu memberi anugerah pada Mu. Wahai Dzat yang agung dan mulia, pemberi anugerah dan nikmat. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Wahai penolong pengungsi, pelindung para pencari perlindungan, pemberi rasa aman bagi yang ketakutan. Jika Engkau menakdirkan aku di Lauh Mahfudz sebagai orang yang celaka, maka hapuskanlah. Dan tetapkanlah aku di sisi Mu sebagai hamba yang beruntung dan mendapat pertolongan pada kebaikan. Engkau berfirman dalam Al-Quran: “039. Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh)” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Al-Mushannaf 7/85)”

Selain doa di atas, ada juga doa Nabi Adam AS yang bisa kita amalkan:

Doa Nabi Adam AS

اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَانِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ، وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَلِيْ، وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ . اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ وَيَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّىٰ أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيْبُنِيْ إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِيْ وَرَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ.

Arab Latin: Allaahumma innaka ta’lamu sirrii wa ‘alaaniyati faqbal ma’dzirati, wata’lamu haajatii fa’thinii suaa-li, wata’lamu maafii nafsiifaghfirliidzambii. Allaahumma innii as-aluka imaanan yubasyiru qalbii wa yaqiinan shaadiqan hattaa a’lamu annahu laa yushiibunii illaa maa katabta lii waraddani biqadhaa-ik.

Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, karena itu terimalah penyesalanku. Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar sehingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku. Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap apa yang Engkau bagi untuk diriku.”

Bebas kok, kamu bisa pilih salah satu atau amalkan keduanya. Yang penting doanya dipanjatkan dengan khusyuk dan penuh harap sama Allah SWT.

3. Sholat Sunnah di Malam Nisfu Syaban

Nah, selain dua amalan tadi, sholat sunnah juga bisa banget kita kerjakan di malam Nisfu Syaban. Tapi, perlu diingat ya, sholat sunnahnya ini sholat sunnah mutlak, bukan sholat sunnah yang khusus diniatkan buat malam Nisfu Syaban.

Jadi, sholat sunnah apa aja boleh, yang penting bukan bid’ah atau nggak ada tuntunannya. Ibnu Taimiyah juga pernah bilang gini:

“Apabila seseorang sholat sunah muthlak pada malam Nisfu Sya’ban sendirian atau berjamaah, sebagaimana dilakukan oleh segolongan ulama salaf, maka hukumnya adalah baik. Adapun kumpul-kumpul di masjid dengan sholat yang ditentukan, seperti sholat seratus rakaat dengan membaca surat al Ikhlas sebanyak seribu kali, maka ini adalah perbuatan bid’ah yang sama sekali tidak dianjurkan oleh para ulama”. (Majmu’ Fatawa Ibnu Taymiyyah, II/469)

Intinya, sholat malam itu bagus, tapi jangan bikin-bikin ibadah baru yang nggak ada dasarnya ya.

4. Membaca Yasin di Malam Nisfu Syaban

Amalan yang satu ini juga populer banget di malam Nisfu Syaban, yaitu membaca surat Yasin. Biasanya, dibacanya tiga kali berturut-turut setelah Magrib. Lebih bagus lagi kalau bisa berjamaah sama keluarga atau teman-teman.

Setiap bacaan Yasin punya niatnya sendiri lho:

  • Yasin pertama: Niatnya minta umur panjang yang berkah dan diisi dengan ketaatan kepada Allah SWT.
  • Yasin kedua: Niatnya minta dijaga dari segala bahaya dan diberikan rezeki yang luas lagi halal.
  • Yasin ketiga: Niatnya minta hati yang selalu merasa cukup dan dianugerahi husnul khatimah (akhir hidup yang baik).

Setelah selesai baca Yasin, jangan lupa baca doa ini juga ya:

Doa Setelah Membaca Surat Yasin Malam Nisfu Syaban

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَاْلإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْنَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اَللّٰهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَتَقْتِيْرَ رِزْقِيْ وَأَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ. فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَىٰ لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُوْا اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ). إِلٰهِيْ بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَمُ، نَسْأَلُكَ أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ. إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَىٰ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Arab Latin: Bismillaahir rahmaanir rahim. Allaahumma yaa dzal manni wa laa yumannu ‘alaika yaa dzal jalaali wal ikraam, yaa dzath thauli wal in’aam. Laa ilaaha illaa anta zhahral laajiina wajaaral mustajiiriina wa ma’ manal khaa-ifiin. Allaahumma in kunta katabtanaa indaka fii ummil kitaabi asyiqiyaa’a au mahruumiina au muqtarran ‘alaina fir rizqi fahumllaahumma bifadhlika syaqaawatanaa wa hirmaananaa wa iqtaara arzaaqinaa wa atsbitnaa ‘indaka fii ummil kitaabi su’adaa’a marzuuqina muwaffaqiin lil khairaat. Fa- innaka qulta waqaulukal haqqu fii kitaabikal munzali ‘alaa lisaani nabiyyikal mursal, yamhullaahu maa yasyaa-u wa yutsbitu wa ‘indahu ummul kitaab. Ilaahii bit tajallil a’zhami fii lailatin nishfi min syahri sya’baanal mukarram allatii yufraqu fiiha kullu amrin hakiimin wa yubram nas-aluka an taksyifa ‘annaa minal balaa-i maa na’lamu wa maa laa na’lam, wa maa anta bihi a’larna. Innaka antal a’azzul akram. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha Penyayang. Ya Allah, wahai Dzat yang mempunyai anugerah, dan Engkau tidak diberi anugerah, wahai Dzat yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan, wahai Dzat yang mempunyai kekuasaan dan memberikan kenikmatan, tiada Tuhan melainkan Engkau. Engkau- lah Penolong orang-orang yang memohon pertolongan, Pelindung orang-orang yang mencari perlindungan, dan Pemberi Keamanan kepada orang-orang yang ketakutan. Ya Allah, jika Engkau mencatat kami di sisi-Mu dalam induk catatan sebagai orang-orang yang celaka, terhalang dari rahmat-Mu dijauhkan dari-Mu, atau disempitkan dalam mendapat rezeki, dengan karunia-Mu, ya Allah, hapuskanlah kecelakaan kami, keterhalangan kami, kejauhan kami dari rahmat-Mu, dan kesempitan rezeki kami. Dan tetapkanlah kami di sisi-Mu dalam catatan sebagai orang-orang yang berbahagia, diberi rezeki yang luas, serta diberi petunjuk menuju kebajikan. Karena sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam kitab-Mu yang telah diturunkan kepada rasul-Mu, sedangkan firman-Mu itu benar, Allah menghapus dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya dan di sisi-Nya terdapat induk kitab. Tuhan kami, dengan tajalli-Mu (penampakan sifatMu) Yang Maha Besar pada malam Nishfu Sya’ban yang mulia ini, saat setiap urusan dibedakan dan ditetapkan di dalamnya, kami memohon kepada-Mu agar Engkau palingkan kami dari segala bencana, baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya, Engkau Dzat Yang Paling Mulia dan Paling Pemurah. Dan, semoga Allah senantiasa memberi rahmat serta kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarganya, dan sahabatnya.”

Panjang ya doanya? Nggak apa-apa, dibaca pelan-pelan aja. Yang penting niat dan khusyuknya.

Keutamaan Malam Nisfu Syaban, Emang Sepenting Itu?

Jelas penting dong! Ada hadits hasan yang jelasin keutamaan malam Nisfu Syaban ini. Katanya, Allah SWT itu bakal memandang hamba-hamba-Nya di malam pertengahan Syaban dan ngasih ampunan buat mereka, kecuali dua golongan:

  1. Orang yang musyrik (nyekutuin Allah)
  2. Orang yang lagi bermusuhan sama saudaranya

Haditsnya bunyinya gini:

عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ " . رواه ابن ماجه ) 1390)

Dari Abu Musa Al-Asy’ari, dari Rasulullah shalalloohu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (H.R. Ibnu Majah hadits no 1390, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

Selain itu, ada juga hadits lain yang bilang kalau di malam Nisfu Syaban itu Allah SWT menyeru hamba-Nya setelah matahari tenggelam. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَ صُومُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ : أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ ! أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ : أَلَا مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ : أَلَا كَذَا ... أَلَا كَذَا ... حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

Artinya: Dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Apabila tiba malam Nisfu Syaban, sholatlah pada malam harinya dan puasalah di siang harinya karena Allah menyeru hamba-Nya di saat tenggelamnya matahari, lalu berfirman: ‘Adakah yang meminta ampun kepada-Ku? niscaya Aku akan mengampuninya, Adakah yang meminta rezeki kepada-Ku? niscaya akan memberinya rezeki. Adakah yang sakit? niscaya Aku akan menyembuhkannya, Adakah yang demikian (maksudnya Allah akan mengabulkan hajat hambanya yang memohon pada waktu itu).... Adakah yang demikian.... sampai terbit fajar.”

Masya Allah, kesempatan emas banget kan? Jadi, jangan sampai kita lewatkan malam Nisfu Syaban tahun ini ya. Perbanyak ibadah, minta ampunan, dan berdoa yang baik-baik. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan di bulan Syaban ini dan bisa menyambut bulan Ramadhan dengan hati yang bersih dan siap.

Nah, itu dia jadwal dan amalan-amalan Nisfu Syaban yang bisa kamu lakuin. Semoga bermanfaat ya!

Gimana nih? Ada amalan Nisfu Syaban lain yang biasa kamu kerjakan? Atau punya pengalaman seru pas malam Nisfu Syaban? Share di kolom komentar yuk! 😊

Posting Komentar