Puasa 2025: Akhirnya Pemerintah dan Muhammadiyah Lebaran Bareng? Ini Prediksi Terkini!
Setiap menjelang Ramadan, pertanyaan yang selalu muncul adalah: “Puasa tahun ini bareng nggak ya?” Nah, buat Ramadan 2025 nanti, kayaknya pertanyaan ini makin seru aja nih buat dibahas. Soalnya, seperti yang kita tahu, pemerintah dan Muhammadiyah seringkali punya tanggal mulai puasa yang beda. Kira-kira tahun depan gimana ya? Apakah akhirnya kita bisa lebaran barengan? Yuk, kita bahas prediksi terkininya!
Kenapa Sih Awal Puasa Kadang Beda?¶
Buat yang masih bingung kenapa sih pemerintah dan Muhammadiyah suka beda pendapat soal awal puasa, jadi gini ceritanya. Perbedaan ini tuh gara-gara metode yang dipakai buat nentuin awal bulan Kamariah, alias bulan dalam kalender Hijriah.
Pemerintah, lewat Kementerian Agama (Kemenag), biasanya pakai metode rukyah dan hisab. Rukyah itu artinya ngamatin hilal atau bulan baru secara langsung. Kalau hisab itu perhitungan astronomi. Nah, hasil dari rukyah dan hisab ini nanti dibahas lagi di sidang isbat. Sidang isbat ini penting banget, karena udah diamanatin Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004. Jadi, keputusan pemerintah soal awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah itu resmi dan punya dasar hukum.
Sementara itu, Muhammadiyah punya metode sendiri, namanya hisab hakiki wujudul hilal. Metode ini dipakainya udah lama dan jadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Intinya, metode ini lebih fokus sama gerak bulan yang sebenarnya di langit. Jadi, lebih ke perhitungan astronomi yang detail gitu deh.
Menurut Pedoman Hisab Muhammadiyah, ada beberapa syarat biar bulan itu dibilang udah “wujud” atau udah kelihatan secara hisab. Syaratnya itu:
- Ijtimak terjadi: Ijtimak itu kayak konjungsi, posisi bulan dan matahari segaris. Ini harus terjadi dulu.
- Ijtimak sebelum Matahari terbenam: Waktunya ijtimak ini harus sebelum matahari tenggelam.
- Bulan di atas ufuk pas Matahari terbenam: Pas matahari udah nggak kelihatan di horizon, bulan (bagian atasnya) masih harus di atas garis ufuk.
Nah, Muhammadiyah udah kasih pengumuman duluan nih soal awal puasa 2025, berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal mereka. Sementara pemerintah masih nunggu sidang isbat.
Pemerintah Umumkan Puasa Setelah Sidang Isbat¶
Kayak tahun-tahun sebelumnya, pemerintah, khususnya Kemenag, bakal ngumumin awal Ramadan 2025 setelah sidang isbat. Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Bapak Abu Rokhmad, bilang sidang isbatnya bakal diadain hari Jumat, 28 Februari 2025, di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag, Jakarta Pusat.
Sidang isbat ini bukan acara sendirian lho. Banyak pihak yang diundang, mulai dari perwakilan ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak (ilmu perbintangan), sampai perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung. Rame ya!
Rangkaian sidangnya juga lumayan panjang. Pertama, ada pemaparan data hisab dari ahli. Terus, ada verifikasi hasil rukyatul hilal, alias pengamatan hilal di lapangan. Nah, abis itu baru deh musyawarah buat ngambil keputusan. Keputusannya ini yang nanti diumumin ke publik.
Bapak Abu Rokhmad juga berharap banget Ramadan 2025 ini bisa serentak. “Kita berharap umat Islam di Indonesia bisa mengawali Ramadan tahun ini secara bersama-sama,” katanya. Wah, semoga aja ya! Pasti lebih enak kan kalau puasanya barengan.
Muhammadiyah Udah Tetapin Puasa Mulai 1 Maret 2025¶
Nah, kalau dari Muhammadiyah udah jelas nih. Mereka udah netapin 1 Ramadan 1446 H/2025 M itu jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025. Ketetapan ini ada di Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025. Maklumat ini diumumin langsung sama Sekretaris PP Muhammadiyah, Bapak Muhammad Sayuti, di konferensi pers hari Rabu, 12 Februari 2025.
Kata Bapak Sayuti, pas matahari terbenam hari Jumat, 28 Februari 2025, di seluruh Indonesia, bulan itu udah di atas ufuk. Artinya, hilal udah wujud. Jadi, 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuhnya hari Sabtu Pahing, 1 Maret 2025.
Menurut hisab Muhammadiyah, puasa Ramadan 2025 ini bakal berlangsung 30 hari, sampai hari Minggu, 30 Maret 2025. Terus, 1 Syawal 1446 H atau Hari Raya Idul Fitri-nya jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025. Wah, udah ada tanggal lebarannya juga nih dari Muhammadiyah!
Potensi Puasa Pemerintah dan Muhammadiyah Beda?¶
Meskipun ada harapan buat puasa bareng, tapi kayaknya masih ada potensi perbedaan nih. Secara astronomi, data hisab Kemenag nunjukkin indikasi kuat hilal bakal kelihatan pas pemantauan hilal tanggal 28 Februari 2025.
Dijelasin, ijtimak itu terjadi hari Jumat, 28 Februari 2025 sekitar jam 07.44 WIB. Pas matahari terbenam di hari yang sama, ketinggian hilal di seluruh Indonesia udah di atas ufuk, antara 3° 5,91’ sampai 4° 40,96’. Sudut elongasinya juga antara 4° 47,03’ sampai 6° 24,14’.
“Dengan kriteria ini, secara astronomi, ada indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat. Namun, keputusan akhirnya kita tunggu berdasarkan hasil sidang isbat yang akan diumumkan Menteri Agama,” kata Direktur Urais Binsyar Ditjen Bimas Islam Kemenag, Bapak Arsad Hidayat.
Hasil hisab ini nanti bakal dikonfirmasi lagi lewat pemantauan hilal di 125 titik di seluruh Indonesia. Banyak juga ya titik pemantauannya!
Tapi, kalau ngikutin kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yang jadi salah satu acuan pemerintah di sidang isbat, kayaknya Ramadan 2025 ini masih ada potensi nggak serentak.
Prediksi ini disampein sama peneliti BRIN bidang astronomi, Bapak Thomas Djamaluddin. Di blog pribadinya, Bapak Thomas bilang kemungkinan hilal Ramadan udah kelihatan di akhir Syaban, Jumat 28 Februari 2025.
Menurut hisab dengan kriteria baru MABIMS, yang syaratnya tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat, posisi bulan di Aceh udah memenuhi kriteria itu. Tapi, kata Bapak Thomas, ada kemungkinan pemerintah tetep netapin 1 Ramadan 1446 H jatuhnya tanggal 2 Maret 2025.
“Berdasarkan analisis garis tanggal, pada saat maghrib 28 Februari 2025 di wilayah Indonesia, posisi bulan telah memenuhi kriteria MABIMS di wilayah Aceh. Maka 1 Ramadan 1446 = 1 Maret 2025. Namun penetapan awal Ramadan pada sidang isbat, ada kemungkinan 1 Ramadan 1446 = 2 Maret 2025,” tulis Bapak Thomas.
Sedangkan buat Syawal, menurut analisis Bapak Thomas, jatuhnya hari Senin, 31 Maret 2025. Soalnya, posisi bulan di Indonesia dan Asia Tenggara tanggal 29 Maret 2025 belum memenuhi kriteria MABIMS.
Jadi, gimana nih? Kayaknya kita masih harus nunggu pengumuman resmi dari pemerintah ya, setelah sidang isbat tanggal 28 Februari 2025 nanti. Semoga aja sih, kali ini pemerintah dan Muhammadiyah bisa sepakat, biar kita semua bisa puasa dan lebaran barengan. Kan lebih asik ya?
Gimana menurut kalian? Kira-kira Ramadan 2025 ini bakal barengan nggak ya? Coba dong kasih pendapat kalian di kolom komentar di bawah! Kita diskusi seru yuk!
Posting Komentar