Rahasia Duit TPNPB-OPM: Beli Senjata dari Mantan TNI? Kok Bisa?

Table of Contents

Rahasia Duit TPNPB-OPM: Beli Senjata dari Mantan TNI? Kok Bisa?

Jakarta - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) ternyata punya cara sendiri buat cari duit. Bukan cuma buat makan sehari-hari, tapi juga buat beli senjata! Nah, yang bikin geleng-geleng kepala, senjata-senjata ini kabarnya dibeli dari mantan prajurit TNI. Gimana ceritanya, ya? Yuk, kita bahas lebih dalam!

Bongkar Dapur Duit OPM: Dari Mana Sumbernya?

Sebby Sambom, yang jadi juru bicara TPNPB-OPM, blak-blakan soal urusan duit kelompoknya. Katanya, mereka ini tuan tanah di Papua, jadi wajar dong kalau dapat “jatah” dari kekayaan alam di sana. Duit ini, kata Sebby, salah satunya dipakai buat beli senjata dari oknum-oknum tertentu, termasuk mantan TNI.

“Kita dapat uang sedikit dari proyek apa pun karena kita tuan tanah,” ujar Sebby santai, waktu dihubungi lewat telepon seluler. Wah, proyek apa aja nih yang dimasukkin OPM? Dan kok bisa ya mereka ngaku-ngaku jadi tuan tanah?

Iuran Wajib Perusahaan di Tanah Papua

Ternyata eh ternyata, sumber duit utama OPM ini datang dari iuran proyek perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Papua. Sebby bilang, semua perusahaan yang cari untung di tanah Papua itu wajib setor duit ke OPM. Ini kayak semacam pajak tak resmi gitu ya? Atau mungkin lebih mirip “uang keamanan”?

“Organisasi Papua Merdeka atau OPM mendapatkan uang dari hasil iuran proyek perusahaan di tanah Papua,” jelas Sebby. “Setiap perusahaan yang ada di Papua wajib membayar uang iuran tersebut.”

Hmm, kalau wajib, berarti perusahaan-perusahaan ini nggak punya pilihan lain dong? Kira-kira berapa ya besaran iuran yang harus dibayar? Dan perusahaan mana saja yang jadi “sapi perah” OPM ini? Sayangnya, Sebby nggak merinci lebih lanjut soal ini.

Kekayaan Alam Papua: Tambang Duit yang Tak Ada Habisnya

Selain iuran proyek, Sebby juga menyebut kekayaan alam Papua sebagai sumber duit OPM. Papua memang terkenal kaya raya dengan sumber daya alamnya. Mulai dari emas, tembaga, minyak, gas, sampai hasil hutan dan lautnya. Nah, semua kekayaan alam ini, menurut OPM, harusnya jadi milik mereka sebagai tuan tanah.

“Tanah-tanah itu dana. Uang itu kami bisa dapatkan dari proyek-proyek, Papua punya kekayaan alam, kan? Kalau pemerintah mau ambil, ya bayarnya ke kami, begitu,” kata Sebby, seolah-olah kekayaan alam Papua itu ATM berjalan buat mereka.

Nggak cuma tanah, Sebby juga menyinggung soal pasir dan kayu. Katanya, pengusaha-pengusaha yang ambil pasir atau kayu dari tanah Papua juga harus bayar ke OPM. “Ya, seperti pasir, cengkur kayu di mana-mana. Uangnya masuk di kami. Pengusaha-pengusaha kan ambil pasir, bayar ke mana? Bayarnya kan ke kami. Kami kan tuan tanah, pemilik negeri,” beber Sebby dengan nada bangga.

Wah, ternyata banyak juga ya sumber duit OPM ini. Dari iuran perusahaan sampai hasil kekayaan alam. Pantasan aja mereka bisa punya duit buat beli senjata, bahkan sampai ratusan juta rupiah per pucuk!

Senjata Mahal untuk Perjuangan: Harga Mati!

Tujuan utama OPM cari duit ternyata buat beli senjata. Senjata ini dipakai buat apa? Ya, buat “perjuangan” mereka dong, kata Sebby. Perjuangan apa nih? Ya, perjuangan untuk memisahkan Papua dari Indonesia, tentunya.

“Prinsipnya, saya bilang, kami kan berjuang. Jadi, berusaha cari arah bagaimana barang bisa datang. Sekalipun jauh itu tidak masalah karena masyarakat yang lain akan berjuang,” ujar Sebby, mencoba meyakinkan pendengarnya.

Jadi, duit yang mereka kumpulkan dari berbagai sumber itu, ujung-ujungnya dipakai buat beli senjata. Senjata ini dianggap barang penting buat mencapai tujuan mereka. Bahkan, Sebby bilang, mereka nggak terlalu mikirin soal uang, yang penting dapat senjata!

“Kami tidak hitung uang, tapi kami hitung barangnya. Kami mau barangnya. Karena kami ini harus berpikir untuk perang,” tegas Sebby. Waduh, ngeri juga ya kalau dengar kata “perang” dari Sebby ini.

Harga Senjata Fantastis: Ratusan Juta Per Pucuk!

Nah, yang lebih bikin kaget lagi, harga senjata yang dibeli OPM ini ternyata fantastis banget! Sebby membocorkan, mereka beli senjata dari mantan prajurit TNI, Yuni Enumbi, dengan harga Rp 300 juta sampai Rp 500 juta per pucuk!

“Kami beli senjata api Rp 300 juta sampai Rp 500 juta satu pucuk,” ungkap Sebby. Busyet! Harga mobil mewah aja kalah mahal sama senjata OPM ini.

Jenis senjata yang paling mahal harganya sampai Rp 500 juta itu adalah mini-mitrailleuse atau FN Minimi. Senjata ini termasuk senapan mesin ringan yang punya kaliber 5,56 hingga 7,62 milimeter. Wah, senjata canggih juga ya yang dibeli OPM.

“Ya, satu pucuk,” kata Sebby lagi, menegaskan harga fantastis senjata tersebut. Dengan harga segitu, bisa dapat rumah mewah di Jakarta kali ya? Tapi buat OPM, senjata jauh lebih penting daripada rumah mewah.

Untung Gede Mantan TNI Jual Senjata ke OPM?

Sebby juga sempat membahas soal keuntungan yang didapat Yuni Enumbi, mantan prajurit TNI yang diduga jual senjata ke OPM. Katanya, Yuni bisa meraup untung sampai Rp 1,3 miliar dari bisnis haram ini!

“Sebby menyebut keuntungan yang didapat Yuni sekitar Rp 1,3 miliar dari hasil jual beli senjata api tersebut,” tulis laporan berita. Waw, untungnya gede banget ya? Pantas aja ada oknum mantan TNI yang nekat jual senjata ke OPM, meskipun risikonya berat.

Tapi, beneran untung segede itu? Atau Sebby cuma ngomong doang buat nakut-nakutin atau propaganda? Yang jelas, angka Rp 1,3 miliar itu bukan duit kecil. Bisa buat beli apa aja tuh?

TNI Bantah Keras: Hoaks dan Menyesatkan!

Tuduhan OPM soal jual beli senjata dengan mantan TNI ini tentu saja bikin TNI geram. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Hariyanto, langsung membantah keras semua omongan Sebby Sambom. Katanya, itu semua hoaks dan menyesatkan, tujuannya cuma buat jatuhin wibawa TNI.

“Saya sampaikan bahwa TNI tidak pernah menjual senjata kepada siapa pun, terlebih kepada OPM yang selama ini justru berseberangan dengan TNI,” tegas Mayjen Hariyanto. Wah, bantahannya keras banget nih.

Mayjen Hariyanto juga bilang, TNI nggak pernah sekalipun jual senjata ke OPM. Informasi yang beredar soal ini, menurutnya, cuma kabar burung alias nggak bener. “Terkait adanya klaim dari OPM yang menyatakan bahwa sejak lama membeli senjata dari aparat militer, kami pastikan dalam hal ini adalah tidak benar dan menyesatkan,” tandasnya.

Jadi, versi TNI jelas beda 180 derajat sama versi OPM. Siapa yang bener nih? OPM ngomong jujur atau cuma cari sensasi? Atau TNI yang nutup-nutupin fakta? Yang jelas, kasus dugaan jual beli senjata ini masih jadi misteri yang belum terpecahkan.

Diagram Alur Duit dan Senjata OPM (Ilustrasi)

Meskipun belum jelas kebenarannya, kita coba gambarin alur duit dan senjata OPM versi klaim Sebby Sambom dalam bentuk diagram sederhana, ya:

mermaid graph LR A[Perusahaan di Papua] -->|Iuran Proyek| B(OPM); C[Kekayaan Alam Papua] -->|Eksploitasi & 'Pajak'| B; B -->|Dana Terkumpul| D{Beli Senjata?}; D -- Ya --> E[Mantan TNI (Yuni Enumbi)?]; E -->|Jual Senjata (Harga 300-500 Juta/Pucuk)| F(OPM - Senjata); D -- Tidak --> G[Dana Operasional Lain?]; F -->|Untuk 'Perjuangan'| H[Aksi Bersenjata OPM]; style D fill:#f9f,stroke:#333,stroke-width:2px

Keterangan Diagram:

  • Perusahaan di Papua dan Kekayaan Alam Papua adalah sumber utama duit OPM (menurut klaim Sebby).
  • Duit dari sumber-sumber ini dikumpulkan oleh OPM.
  • OPM kemudian diduga menggunakan dana tersebut untuk beli senjata dari pihak ketiga, yang dalam kasus ini disebut mantan TNI (Yuni Enumbi).
  • Senjata yang dibeli dipakai untuk aksi bersenjata OPM dalam rangka “perjuangan” mereka.
  • Jika dana tidak dipakai untuk beli senjata, kemungkinan digunakan untuk dana operasional lain OPM.

Disclaimer: Diagram ini hanya ilustrasi berdasarkan klaim sepihak dari OPM. Kebenarannya masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

Kesimpulan Sementara: Masih Banyak Tanya, Sedikit Jawab

Cerita soal duit dan senjata OPM ini memang masih simpang siur. OPM ngaku punya banyak duit dari iuran perusahaan dan kekayaan alam Papua, terus duitnya dipakai buat beli senjata mahal dari mantan TNI. Tapi, TNI langsung bantah mentah-mentah semua tuduhan itu.

Jadi, mana yang bener? Kita sebagai pembaca cuma bisa mereka-reka dan nunggu perkembangan selanjutnya. Yang jelas, isu ini sensitif dan menyangkut keamanan negara. Semoga aja pihak berwenang bisa segera mengungkap fakta sebenarnya, biar nggak ada lagi spekulasi dan kabar burung yang menyesatkan.

Gimana menurut kamu soal cerita ini? Percaya nggak sama omongan Sebby Sambom? Atau lebih percaya bantahan dari TNI? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar di bawah ini!

Posting Komentar