Doa untuk Gaza: MUI Jakarta Imbau Masjid-Mushola Baca Qunut Nazilah
Situasi kemanusiaan di Gaza, Palestina, terus memprihatinkan akibat serangan yang semakin intens dari Israel. Banyak korban jiwa berjatuhan, termasuk anak-anak dan perempuan, serta infrastruktur hancur lebur. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam di berbagai belahan dunia, khususnya di kalangan umat Muslim.
Menyikapi kondisi darurat ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah spiritual untuk menyerukan dukungan dan doa bagi warga Gaza. MUI Jakarta secara resmi mengimbau seluruh masjid dan mushola di wilayah DKI Jakarta untuk membacakan doa khusus yang dikenal sebagai Qunut Nazilah. Seruan ini disampaikan melalui Surat Edaran resmi.
Surat Edaran dengan nomor A-079/DP-P XI/V/2025 tersebut menjadi panduan bagi pengurus masjid dan mushola di Ibu Kota. Imbauan utama dalam surat edaran tersebut adalah pelaksanaan pembacaan Qunut Nazilah. Doa ini dianjurkan dibaca saat pelaksanaan salat Jumat atau salat berjamaah lainnya.
MUI Jakarta berharap agar pembacaan Qunut Nazilah ini dilakukan secara serentak dan berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk memohon pertolongan Allah SWT bagi saudara-saudara Muslim di Palestina. Pelaksanaan doa ini diinstruksikan untuk terus dilakukan sampai kondisi di Palestina benar-benar pulih dan mencapai kedamaian yang berkelanjutan.
Surat edaran ini menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas spiritual umat Islam di Jakarta terhadap penderitaan yang dialami warga Gaza. Melalui gerakan bersama ini, diharapkan semakin banyak doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT. Kekuatan doa bersama diyakini memiliki dampak yang besar dalam memohon pertolongan ilahi.
Mengapa Qunut Nazilah?¶
Qunut Nazilah adalah doa qunut yang dibaca ketika terjadi musibah atau malapetaka besar yang menimpa kaum Muslimin. Kata “nazilah” sendiri dalam bahasa Arab berarti “musibah” atau “bencana”. Doa ini dibaca sebagai bentuk permohonan pertolongan, perlindungan, dan kekuatan dari Allah SWT dalam menghadapi kesulitan yang luar biasa.
Pelaksanaan Qunut Nazilah memiliki dasar dalam praktik Rasulullah SAW dan para sahabat ketika menghadapi situasi genting. Misalnya, Nabi Muhammad SAW pernah membaca Qunut Nazilah selama sebulan penuh ketika beberapa sahabat penghafal Al-Qur’an dibunuh secara keji. Praktik ini kemudian dilanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin dan ulama setelahnya.
Dalam konteks musibah yang menimpa Gaza, seperti serangan bertubi-tubi, blokade, kelaparan, dan banyaknya korban sipil, kondisi ini sangat sesuai dengan situasi di mana Qunut Nazilah dianjurkan. Doa ini bukan sekadar ritual, tetapi merupakan ekspresi keimanan dan solidaritas. Ini adalah cara umat Islam memohon intervensi ilahi ketika kekuatan manusia terbatas.
Pembacaan Qunut Nazilah biasanya dilakukan setelah rukuk pada rakaat terakhir salat wajib. Doa ini dibaca dengan suara keras (jahr) oleh imam dalam salat berjamaah, dan makmum mengamini. Tujuannya agar seluruh jamaah dapat merasakan kebersamaan dalam memohon kepada Allah SWT.
Pelaksanaan doa ini secara serentak di seluruh masjid dan mushola di Jakarta, seperti yang diimbau MUI, bertujuan untuk menciptakan gelombang doa yang besar. Harapannya, doa kolektif ini dapat meringankan beban penderitaan warga Gaza. Sekaligus memohon agar Allah SWT segera menghentikan kezaliman dan memberikan keadilan serta kedamaian di sana.
Isi Lengkap Surat Edaran MUI Jakarta¶
Surat Edaran dari MUI Provinsi DKI Jakarta tersebut secara jelas menyampaikan tujuan dan imbauannya. Berikut adalah kutipan lengkap isi surat edaran yang berkaitan dengan imbauan Qunut Nazilah:
“Sehubungan dengan situasi kemanusiaan yang terjadi di Gaza, Palestina, di mana serangan bertubi-tubi di Israel semakin menjadi-jadi dan telah semakin menimbulkan banyak korban jiwa, maka Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta meminta kepada MUI tingkat Kota/Kabupaten Administrasi se-DKI Jakarta dan MUI Tingkat Kecamatan se-DKI Jakarta agar menyerukan kepada para ulama, khatib, imam masjid, dan jamaah shalat Jumat serta shalat berjamaah lainnya untuk membacakan Qunut Nazilah di masjid-masjid, musholla dan lembaga-lembaga Islam di wilayah masing-masing.”
Bagian selanjutnya dari surat edaran tersebut menekankan pentingnya pelaksanaan doa ini secara konsisten. “Pelaksanaan Qunut Nazilah dilakukan secara serentak dan berkelanjutan sampai kondisi di Palestina benar-benar pulih dan damai.” Ini menunjukkan bahwa MUI melihat situasi ini sebagai krisis jangka panjang yang memerlukan dukungan spiritual yang terus-menerus.
Penutup surat edaran juga mengandung pesan spiritual yang mendalam. “Demikian surat edaran ini kami sampaikan, semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada bangsa Palestina dan membuka pintu rahmat dan perdamaian bagi seluruh umat manusia. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.” Kalimat penutup ini tidak hanya mendoakan Palestina, tetapi juga seluruh umat manusia, mencerminkan nilai-nilai universal Islam.
Tabel Ringkasan Imbauan MUI Jakarta¶
| Aspek Imbauan | Detail |
|---|---|
| Pihak Pengimbau | MUI Provinsi DKI Jakarta |
| Pihak yang Diimbau | Masjid, Mushola, dan Lembaga Islam se-DKI Jakarta |
| Doa yang Diimbau | Qunut Nazilah |
| Waktu Pelaksanaan | Saat Salat Jumat atau Salat Berjamaah lainnya (setelah rukuk terakhir) |
| Durasi Pelaksanaan | Serentak dan Berkelanjutan hingga kondisi Palestina pulih dan damai |
| Tujuan | Mendoakan korban di Gaza, memohon pertolongan dan perdamaian bagi Palestina |
Tabel ini merangkum poin-poin penting dari surat edaran MUI Jakarta. Hal ini memudahkan pemahaman mengenai instruksi yang diberikan. Ini menunjukkan betapa seriusnya MUI dalam menyikapi krisis kemanusiaan ini.
Bacaan Doa Qunut Nazilah¶
Dalam surat edaran maupun penjelasan terkait, MUI biasanya merujuk pada beberapa versi doa Qunut Nazilah yang bisa dibaca. Berikut adalah dua versi yang umum digunakan, salah satunya dikutip dari buku fikih dan versi lain dari Rais Aam PBNU.
1. Doa Qunut Nazilah Versi Umar RA¶
Doa ini diriwayatkan berasal dari Khalifah Umar bin Khattab RA. Doa ini fokus pada permohonan ampunan, persatuan umat, kemenangan atas musuh, dan laknat bagi orang-orang kafir yang memerangi wali Allah.
Berikut bacaan dalam bahasa Arab, transliterasi, dan artinya:
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وَانْصُرْ عَلٰى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ اَللّٰهُمَّ الْعَنِ الْكُفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَاءَكَ. اَللّٰهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لَا يُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ
Transliterasi:
Allahummaghfir lilmu'minina walmu'minat, walmuslimina walmuslimat, wa allifa bayna qulubihim, wa ashlih dzata baynihim, wanshur ala a'uduwka waaduwwihim allahum an kafarata ahlil kitaabil ladziina yukadzibuuna rusulaka, wayuqaa tiluuna aw liyaa aka. Allahum khoolifun bayna kalimatihim, wazalzil aqda mahum, waanzil bihim ba'salkalladzii laayuraddu anilqowmil mujrimin. bismillahirrahmanirrahim. allahumma innanasta 'inuk.
Arti:
“Ya Allah, ampunilah dosa-dosa orang mukmin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Satukanlah hati-hati mereka, ciptakanlah kedamaian di antara mereka, dan bantu mereka mengatasi musuh-musuh-Mu dan musuh mereka. Ya Allah, timpakanlah kutukan kepada orang-orang kafir dari kalangan ahli kitab yang telah mendustakan para utusan-Mu dan melawan para wali-Mu. Ya Allah, gagapkanlah kata-kata mereka, pecah belahkan kekuatan mereka, dan berikanlah hukuman-Mu yang tak terhindarkan bagi mereka. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, kami memohon pertolongan kepada-Mu.”
Doa ini sangat relevan dengan kondisi yang terjadi. Permohonan persatuan hati umat Muslim penting saat mereka diuji. Bagian yang memohon hukuman bagi musuh-musuh yang memerangi wali Allah juga secara langsung mencerminkan situasi di Palestina, di mana banyak muslim yang dianggap sebagai wali Allah (hamba yang taat) menjadi korban.
2. Doa Qunut Nazilah Versi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar¶
Versi kedua ini diijazahkan oleh Rais Aam PBNU saat itu, KH Miftachul Akhyar. Doa ini lebih panjang dan mencakup permohonan pertolongan secara umum, penguatan bagi para pejuang (mujahidin), kutukan terhadap Zionis Yahudi, serta permohonan diangkatnya bencana dan diberikan keselamatan.
Berikut bacaan dalam bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ، وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، نَشْكُرُكَ وَلَا نَكْفُرُكَ، وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ. اَللّٰهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعٰى وَنَحْفِدُ، نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشٰى عَذَابَكَ، إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ. اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ، خُصُوْصًا فِيْ غَزَّةَ، وَاحْقِنْ دِمَاءَهُمْ. اَللّٰهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُوْدِ، الصُّهْيُوْنِيِّيْنَ الْمَلْعُوْنِيْنَ، وَأَنْزِلْ غَضَبَكَ عَلَيْهِمْ. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ دِيْنَكَ وَكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ. اَللّٰهُمَّ اكْشِفِ الْغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ الْبَلَاءَ عَنْ غَزَّةَ وَأَهْلِهَا، وَأَنْ تَنْصُرَهُمْ عَلٰى عَدُوِّهِمْ، وَأَنْ تَرْحَمَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ، وَأَنْ تَكْشِفَ الْغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ عَافِنَا وَالْطُفْ بِنَا وَاحْفَظْنَا وَانْصُرْنَا وَفَرِّجْ عَنَّا وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا وَإِيَّاهُمْ جَمِيْعًا شَرَّ مَصَائِبِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ مَنْ فِيْ صَلَاحِهِ صَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ لَا تُهْلِكْنَا وَأَهْلِكْ مَنْ فِيْ هَلَاكِهِ صَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَالرَّحْمَةَ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةِ وَالْبَرَكَةِ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمَحْرُوْمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ ارْفَعْ وَاصْرِفْ عَنَّا وَعَنِ الْمُسْلِمِيْنَ الْأَذَى وَالْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْقَحْطَ وَالْحُمّٰى وَالْجَدْبَ وَالْجَوْرَ وَالظُّلْمَ وَجَمِيْعَ أَنْوَاعِ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ وَالْأَمْرَاضِ وَالْأَسْقَامِ وَالشَّدَائِدِ وَالزَّيْغِ وَالضَّلَالِ وَالزَّلَازِلِ وَالرِّيْحِ وَالْجَهْلِ وَالْبَلَاءِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَأَنْجِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ وَالْمَنْكُوْبِيْنَ وَالْمَكْرُوْبِيْنَ وَالْمَظْلُوْمِيْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَاكْلَأْهُمْ وَصُنْهُمْ وَتَوَلَّهُمْ وَارْعَهُمْ وَأَلْهِمْهُمْ رُشْدَهُمْ، وَوَفِّقْنَا وَإِيَّاهُمْ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضٰى، وَالْطُفْ بِنَا وَبِهِمْ فِيْمَا يَجْرِيْ بِهِ الْقَضَاءُ، وَاصْرِفْ وَادْفَعْ وَأَبْعِدْ وَأَزِلْ عَنَّا وَعَنْهُمْ شَرَّ الطَّاغِيْنَ وَالْبَاغِيْنَ وَالظَّالِمِيْنَ وَالْمُعْتَدِيْنَ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَالْمُؤْذِيْنَ وَالْعَائِنِيْنَ وَالسَّاحِرِيْنَ بِمَا شِئْتَ عَاجِلًا غَيْرَ اٰجِلٍ فِيْ عَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Transliterasi:
Allahumma inna nasta'inuka wa nastaghfiruka wa nastahdika wa nu'minu bika wa natawakkalu 'alayka wa nutsni 'alaykal khayra kullahu, nasykuruka wa la nakfuruka wa nakhla'u wa natruku may yafjuruka. Allahumma iyyaka na'budu wa laka nushalli wa nasjudu wa ilayka nas'a wa nahfidu, narju rahmataka wa nakhsya 'adzabaka, inna 'adzabakal jidda bil kuffari mulhiqun. Allahumma tsabbit ikhwananal mujahidina fi Filistin, khusushan fi Ghazzah, wahqin dima'ahum. Allahumma 'alayka bil Yahud, ash-shuhyuniyyina, al-mal'unina, wa anzil ghadhabaka 'alayhim. Allahumma-nshur dinaka wa kitabaka wa sunnata nabiyyika Muhammadin shallalluhu 'alayhi wa sallam. Allahummanshuril musliminal mustadl'afina fi kulli makan(i). Allahumma-rhamil mustadh'afina min 'ibadik(a). Allahummaksyifil ghummah 'an ummatina. Allahumma inna nas'aluka an tarfa'al bala-a 'an Ghazzah wa ahliha, wa an tanshurahum 'ala 'aduwwihim, wa an tarḫamal mustadl'afina min 'ibadika, wa an taksyifal ghummah 'an ummatina. Allahumma 'afina walthuf bina waḫfadhna wanshurna wa farrij 'anna wal muslimin(a). Allahummakfina wa iyyahum jami'an syarra masha-ibid dun-ya wad din(i). Allahumma ashlihna wa ashliḫ man fi shalahihi shalahul muslimin(a). Allshumma la tuhlikna wa ahlik man fi halakihi shalahul muslimin(a). Allahumma-sqinal ghaytsa war rahmata ma'al luthfi wal 'afiyati wal barakati wa la taj'alna minal mahrumin. Allahummarfa' washrif 'anna wa 'anil musliminal adza wal ghala-a wal bala-a wal qahtha wal humma wal jadba wal jawra wadh dhulma wa jami'a anwa'il fitani wal mihani wal amradhi wal asqami wasy-syada-idi wazzayghi wadl dlalali waz zalazili war rihi wal jahli wal bala-i ma dhahara minha wa ma bathana. Wa anjil mustadh'afina wal mankubina wal makrubina wal madhlumina minal muslimina wakla'hum washunhum wa tawallahum war'ahum wa alhimhum rusydahum wa waffiqna wa iyyahum lima tuhibbu wa tardla, wal-thuf bina wa bihim fi ma yajri bihil qadha-u, washrif wadfa' wa ab'id wa azil 'anna wa 'anhum syarrath thaghina wal baghina wadh dhalimina wal mu'tadina wal mufsidina wal mu'dzina wal 'a-inina was sahirina bima syi'ta 'ajilan ghayra ajilin fī 'afiyatin wa salamatin birahmatika ya arhamarrahimina.
Arti:
“Ya Allah, kami memohon pertolongan-Mu, pengampunan-Mu, dan petunjuk-Mu. Kami beriman kepada-Mu, bertawakal kepada-Mu, dan bersyukur atas segala kebaikan-Mu. Kami bersyukur kepada-Mu dan tidak kufur kepada-Mu. Kami menjauhi orang-orang yang mendurhakai-Mu. Ya Allah, kami hanya beribadah kepada-Mu, bersujud dan berdoa kepada-Mu. Kami berusaha dan bergerak dengan harapan rahmat-Mu dan rasa takut akan siksaan-Mu. Kami menyadari bahwa azab-Mu yang berat menimpa orang-orang kafir. Ya Allah, kuatkan saudara-saudara mujahidin kami di Palestina, terutama di Gaza, dan lindungi mereka. Ya Tuhan, hukumlah orang-orang Yahudi Zionis yang berdosa, dan tunjukkan murka-Mu kepada mereka. Ya Tuhan, bantu agama-Mu, kitab-Mu, dan sunnah Nabi-Mu, Muhammad. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kedamaian atas beliau.”
Lanjutan arti:
“Ya Allah, bantu umat Islam yang menderita di seluruh dunia. Kasihanilah mereka yang terzhalim di antara hamba-hamba-Mu. Ya Tuhan, hilangkanlah penderitaan dari umat kami. Kami mohon agar Engkau mengangkat kesulitan dari Gaza dan penduduknya, memberi mereka kemenangan atas musuh mereka, mengampuni mereka yang tertindas di antara hamba-hamba-Mu, dan singkirkanlah penderitaan di bangsa kami. Ya Allah, berikanlah kami kesehatan, berikan hati yang baik kepada kami, lindungilah kami, dan dukunglah kami, serta seluruh kaum Muslim. Ya Allah, peliharalah kami dan mereka dari segala bahaya, baik dalam urusan dunia maupun agama.”
Lanjutan arti:
“Ya Allah, perbaikilah kami dan perbaiki orang-orang yang mendatangkan kebaikan bagi kaum Muslimin. Ya Allah, jangan hancurkan kami, dan hancurkanlah siapa pun yang jika mereka hancur akan membawa kebaikan bagi kaum Muslimin. Ya Allah, limpahkan kepada kami hujan dan rahmat, kebaikan, kesehatan, dan keberkahan. Janganlah Engkau menjadikan kami termasuk orang-orang yang terhalang dari berkah-Mu. Ya Allah, jauhkan dari kami dan kaum Muslimin segala mara bahaya, bencana, kesengsaraan, kekeringan, penyakit, kesakitan, kemalangan, penyimpangan, kesesatan, gempa bumi, angin yang merusak, kebodohan, dan kesengsaraan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Lindungilah umat Islam yang tertindas, diinjak-injak, dianiaya, dan dizalimi. Berikan mereka perlindungan, bimbingan, dan pertolongan. Tunjukkan kami dan mereka kepada jalan yang Engkau ridhai, dan selalu lembutkanlah hati kami dalam menerima takdir-Mu. Lindungi kami dari kejahatan orang-orang zalim yang ingin menyakiti dan menindas. Juga orang-orang yang menyerang, merusak, menyakiti, beserta para penolong mereka dan tukang sihirnya sesuai apa saja yang Engkau kehendaki, secepatnya tanpa penundaan, dalam keadaan sehat dan selamat dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”
Doa versi kedua ini lebih komprehensif, mencakup permohonan pertolongan, penguatan bagi mereka yang bertahan, kutukan spesifik terhadap pelaku kezaliman (dengan menyebut Zionis Yahudi), serta permohonan perlindungan dari berbagai macam bencana dan kejahatan. Bacaan yang panjang ini memungkinkan umat Islam untuk menyampaikan berbagai keluh kesah dan harapan mereka kepada Allah SWT.
Video terkait Qunut Nazilah untuk Palestina dapat memberikan gambaran visual tentang bagaimana doa ini dibacakan dalam salat berjamaah. Ini bisa menjadi inspirasi bagi jamaah atau pengurus masjid yang membutuhkan contoh praktis.
(Contoh video bacaan Qunut Nazilah untuk Palestina - Ganti 'contoh_video_qunut_nazilah' dengan ID video YouTube yang relevan)
Memanjatkan doa ini secara bersama-sama di masjid dan mushola bukan hanya sekadar menunaikan anjuran, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah). Ini mengingatkan bahwa penderitaan saudara seiman di belahan bumi lain adalah penderitaan bersama. Doa adalah senjata terkuat seorang mukmin, terutama ketika menghadapi situasi yang sulit dan tidak terbayangkan.
Langkah MUI Jakarta ini patut diapresiasi sebagai bentuk kepemimpinan spiritual dalam merespons krisis global. Imbauan ini mengajak umat Islam untuk tidak berdiam diri, tetapi aktif berpartisipasi melalui cara yang paling mendasar dalam ajaran Islam, yaitu berdoa. Semoga doa-doa yang dipanjatkan dapat diterima oleh Allah SWT dan membawa perubahan positif bagi warga Gaza.
Selain doa Qunut Nazilah, umat Islam juga diimbau untuk terus melakukan berbagai upaya lain untuk membantu Palestina. Ini bisa berupa pengumpulan donasi kemanusiaan, penyebaran informasi yang benar tentang kondisi di sana, serta menolak segala bentuk produk atau tindakan yang mendukung kezaliman. Dukungan moral dan material sangat dibutuhkan oleh warga Gaza.
Melalui gerakan doa serentak ini, MUI Jakarta berharap dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian yang lebih besar di kalangan umat Islam di Jakarta. Solidaritas ini bukan hanya tentang empati sesaat, tetapi komitmen jangka panjang untuk mendukung saudara-saudara di Palestina hingga mereka meraih kemerdekaan dan perdamaian yang hakiki.
Bagaimana pendapat Anda mengenai imbauan MUI Jakarta ini? Apakah Anda dan jamaah di lingkungan Anda sudah melaksanakan Qunut Nazilah untuk Gaza? Mari berbagi pengalaman dan pandangan di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar