Doa untuk Gaza: MUI Jakarta Imbau Masjid-Mushola Baca Qunut Nazilah
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh masjid dan mushola di wilayah DKI Jakarta. Imbauan ini terkait dengan kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan di Gaza, Palestina, akibat serangan yang terus-menerus terjadi. Melalui Surat Edaran Nomor A-079/DP-P XI/V/2025, MUI secara resmi menyerukan agar qunut nazilah dibacakan.
Qunut nazilah ini khusus ditujukan untuk mendoakan para korban jiwa di Gaza. Pembacaan doa ini diminta dilakukan saat pelaksanaan shalat Jumat atau shalat berjamaah lainnya. MUI menekankan bahwa pembacaan qunut nazilah ini sebaiknya dilakukan secara serentak dan berkelanjutan. Tujuan dari keberlanjutan ini adalah hingga kondisi di Palestina benar-benar pulih dan kembali damai.
Situasi di Gaza memang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan krisis kemanusiaan yang mendalam. Serangan yang semakin menjadi-jadi membuat banyak pihak, termasuk MUI, merasa perlu mengambil langkah spiritual untuk memberikan dukungan dan permohonan pertolongan kepada Allah SWT. Doa qunut nazilah adalah salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang diajarkan dalam Islam saat umat Muslim menghadapi bencana atau musibah besar yang menimpa kaum Muslimin.
Surat edaran ini merupakan bentuk kepedulian MUI Jakarta terhadap nasib saudara seiman di Palestina. Dengan mengajak seluruh umat Muslim di Jakarta untuk bersama-sama memanjatkan doa, diharapkan ada kekuatan spiritual kolektif yang dapat mempengaruhi keadaan dan meringankan penderitaan di Gaza. Langkah ini juga sekaligus mengingatkan umat Muslim akan pentingnya persatuan dan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang sedang dalam kesulitan besar.
Isi Surat Edaran MUI Ajak Masjid dan Mushola Bacakan Qunut Nazilah¶
Isi dari surat edaran MUI Jakarta ini secara spesifik menyebutkan kondisi yang terjadi di Gaza, Palestina. Serangan bertubi-tubi dari Israel disebut semakin parah dan telah memakan banyak korban jiwa. Oleh karena itu, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta merasa perlu untuk bertindak.
MUI Jakarta meminta kepada seluruh jajaran di tingkat Kota/Kabupaten Administrasi se-DKI Jakarta dan MUI Tingkat Kecamatan se-DKI Jakarta untuk meneruskan seruan ini. Target seruan ini adalah para ulama, khatib, imam masjid, serta seluruh jamaah shalat Jumat dan shalat berjamaah lainnya. Mereka semua diimbau untuk membacakan qunut nazilah.
Pembacaan qunut nazilah ini dianjurkan dilakukan di seluruh masjid, mushola, dan lembaga-lembaga Islam yang ada di wilayah masing-masing. Penekanan pada pelaksanaan “secara serentak dan berkelanjutan” menunjukkan betapa seriusnya MUI dalam menyikapi situasi ini. Doa ini diharapkan terus dipanjatkan sampai ada perubahan positif yang signifikan di Palestina, yaitu kondisi yang benar-benar pulih dan damai.
Penutup surat edaran ini juga berisi harapan dan doa. Disebutkan bahwa surat edaran ini disampaikan dengan harapan agar Allah SWT memberikan kekuatan kepada bangsa Palestina. Selain itu, ada juga permohonan agar Allah membuka pintu rahmat dan perdamaian bagi seluruh umat manusia. Surat edaran ditutup dengan salam penutup layaknya surat resmi.
Apa Itu Qunut Nazilah?¶
Sebelum membahas lebih jauh tentang doa qunut nazilah yang dianjurkan, penting untuk memahami apa sebenarnya qunut nazilah itu. Secara bahasa, “qunut” berarti berdiri lama, tunduk, patuh, khusyuk, atau doa. Sementara “nazilah” berasal dari kata nazala yang berarti turun. Dalam konteks syariat, nazilah merujuk pada musibah atau bencana yang menimpa umat Islam.
Jadi, qunut nazilah adalah doa qunut yang dibaca ketika terjadi musibah besar yang menimpa kaum Muslimin secara umum. Musibah ini bisa berupa serangan dari musuh, bencana alam yang dahsyat, wabah penyakit, atau krisis kemanusiaan lainnya yang menimbulkan penderitaan luas. Tujuannya adalah memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT dari musibah tersebut.
Pelaksanaan qunut nazilah berbeda dengan qunut shalat subuh atau qunut witir di bulan Ramadhan. Qunut nazilah bisa dibaca pada shalat wajib lima waktu, yaitu setelah ruku’ (i’tidal) pada rakaat terakhir. Doa yang dibaca pun secara khusus berkaitan dengan musibah yang sedang terjadi, memohon keselamatan bagi kaum Muslimin dan kehancuran bagi pihak yang menzalimi.
Sejarah qunut nazilah sendiri berakar dari praktik Rasulullah SAW dan para sahabat. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah membaca qunut nazilah selama sebulan penuh untuk mendoakan kaum Muslimin yang ditangkap dan dibunuh oleh kabilah musyrik. Para sahabat, seperti Umar bin Khattab, juga pernah membaca qunut nazilah saat terjadi peristiwa penting atau musibah besar.
Mengapa Qunut Nazilah Penting untuk Gaza?¶
Kondisi di Gaza saat ini, dengan banyaknya korban jiwa, kehancuran infrastruktur, dan blokade yang menyebabkan krisis kemanusiaan, jelas termasuk dalam kategori “nazilah” atau musibah besar yang menimpa umat Islam. Oleh karena itu, imbauan MUI Jakarta untuk membaca qunut nazilah sangat relevan dan sesuai dengan ajaran Islam.
Membaca qunut nazilah bukan hanya sekadar ritual doa, tetapi juga merupakan bentuk solidaritas spiritual. Ketika ribuan atau bahkan jutaan umat Muslim di berbagai belahan dunia serentak memanjatkan doa yang sama untuk kondisi di Gaza, hal ini menciptakan kekuatan spiritual yang luar biasa. Ini adalah cara umat Muslim, yang mungkin tidak bisa hadir secara fisik di Gaza, untuk memberikan dukungan moral dan spiritual kepada saudara-saudara mereka di sana.
Doa adalah senjata terkuat bagi seorang mukmin. Dalam situasi di mana segala upaya material terasa terbatas, doa menjadi jalan untuk memohon intervensi ilahi. Qunut nazilah secara spesifik memohon perlindungan Allah bagi yang tertindas dan menimpakan balasan bagi yang menzalimi. Ini adalah manifestasi dari keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang memiliki kekuasaan mutlak untuk mengubah keadaan.
Selain itu, seruan untuk membaca qunut nazilah ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi umat Muslim akan pentingnya persatuan (ukhuwah islamiyah). Dengan melakukan praktik keagamaan yang sama secara serentak, umat Muslim diingatkan bahwa mereka adalah satu tubuh. Jika satu bagian tubuh sakit, bagian lain ikut merasakan sakitnya. Penderitaan di Gaza seharusnya dirasakan oleh seluruh umat Muslim, dan qunut nazilah adalah salah satu cara untuk mengekspresikan rasa sakit dan kepedulian itu.
Tata Cara Membaca Qunut Nazilah¶
Membaca qunut nazilah memiliki tata cara yang perlu diperhatikan agar sesuai dengan sunnah. Seperti yang disebutkan sebelumnya, qunut nazilah dibaca pada shalat wajib lima waktu, yaitu setelah ruku’ (i’tidal) pada rakaat terakhir.
Saat menjadi makmum, jamaah cukup mengamini doa yang dibacakan oleh imam. Imam disunnahkan membaca doa qunut nazilah dengan suara lantang (jahr) agar dapat diamini oleh makmum. Bagi yang shalat sendiri, doa ini juga bisa dibaca setelah i’tidal pada rakaat terakhir shalat fardhu.
Tidak ada batasan waktu tertentu untuk membaca qunut nazilah. Rasulullah SAW membacanya selama sebulan. Dalam konteks musibah yang masih berlangsung, qunut nazilah bisa terus dibaca hingga musibah tersebut berakhir atau kondisinya membaik, sebagaimana imbauan MUI Jakarta.
Penting untuk diingat bahwa meskipun ini adalah doa qunut nazilah, tidak menghilangkan bacaan qunut subuh jika shalat yang dilakukan adalah shalat subuh. Artinya, saat shalat subuh di tengah musibah, imam atau orang yang shalat sendiri akan membaca qunut subuh terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan doa qunut nazilah (atau menggabungkannya). Namun, dalam banyak praktik, doa qunut nazilah dibaca menggantikan qunut subuh dengan redaksi yang lebih spesifik terhadap nazilah tersebut, atau dibaca di shalat fardhu selain subuh. Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai tata cara penggabungan atau pelaksanaannya di shalat selain subuh, namun mayoritas memperbolehkan qunut nazilah di semua shalat fardhu saat nazilah terjadi. Imbauan MUI Jakarta mengatakannya dibaca saat shalat Jumat atau shalat berjamaah lainnya, yang mengindikasikan fleksibilitas pelaksanaannya.
2 Bacaan Doa Qunut Nazilah untuk Palestina¶
MUI Jakarta dalam edarannya tidak menyertakan redaksi doa qunut nazilah tertentu. Namun, secara umum ada beberapa redaksi doa qunut nazilah yang bisa diamalkan, yang intinya memohon pertolongan Allah bagi kaum Muslimin yang tertimpa musibah dan kehancuran bagi para penindas. Berikut adalah dua bacaan doa qunut nazilah yang umum diamalkan, seperti yang dikutip dari sumber-sumber Islam.
1. Doa Qunut Nazilah dari Umar RA¶
Bacaan doa qunut nazilah berikut ini diriwayatkan dari Sayyidina Umar bin Khattab RA. Doa ini mencakup permohonan ampunan, persatuan umat, pertolongan dari musuh, dan permohonan agar Allah menimpakan balasan kepada orang-orang kafir yang mendustakan dan memerangi wali-Nya.
Bacaannya adalah:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَأَلِفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وَانْصُرْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمُ اللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكَ. اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا يُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ
Arab-Latin: Allahummaghfir lilmu’minina walmu’minat, walmuslimina walmuslimat, wa alifa bayna qulubihim, wa ashlih dzat baynihim, wanshur ala a’uduwka waaduwwihim allahum an kafarata ahlil kitaabil ladziina yukadzibuuna rusulaka, wayuqaa tiluuna aw liyaa aka. Allahum khoolifun bayna kalimatihim, wazalzil aqda mahum, waanzil bihim ba’salkalladzii laayuraddu anilqowmil mujrimin. bismillahirrahmanirrahim. allahumma innanasta ‘inuk.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosa orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, muslim laki-laki dan muslim perempuan. Satukanlah hati-hati mereka, ciptakanlah kedamaian di antara mereka, dan bantu mereka mengatasi musuh-musu-Mu dan musuh mereka. Ya Allah, timpakanlah kutukan kepada orang-orang kafir dari kalangan ahli kitab yang telah mendustakan para utusan-Mu dan melawan para wali-Mu. Ya Allah, gagapkanlah kata-kata mereka (pecah belahkan persatuan mereka), goncangkanlah pendirian mereka, dan berikanlah hukuman-Mu yang tak terhindarkan bagi mereka. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Ya Allah, kami memohon pertolongan kepada-Mu.”
Doa ini sangat relevan dengan kondisi di Gaza, di mana ada penindasan dan serangan terhadap kaum Muslimin oleh pihak yang dianggap sebagai musuh Allah dan umat Islam. Permohonan persatuan hati kaum Muslimin juga penting dalam menghadapi tantangan besar ini.
2. Doa Qunut Nazilah Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar¶
Selain doa yang bersumber dari sahabat, ada juga redaksi doa qunut nazilah yang lebih kontemporer dan spesifik menyebutkan kondisi di Palestina dan Gaza. Salah satunya adalah doa yang diijazahkan oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, seperti yang dinukil dari NU Online. Doa ini lebih panjang dan detail dalam permohonannya.
Bagian awal doa ini mirip dengan qunut biasa, memohon pertolongan dan berserah diri kepada Allah. Kemudian dilanjutkan dengan permohonan spesifik untuk saudara-saudara mujahidin di Palestina, khususnya Gaza, agar diberi keteguhan dan dilindungi darah mereka. Doa ini juga secara langsung menyebutkan permohonan agar Allah menghukum kaum Yahudi Zionis yang dilaknat dan menimpakan murka-Nya atas mereka.
Berikut adalah bacaannya:
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ، وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، نَشْكُرُكَ وَلَا نَكْفُرُكَ، وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ. اَللّٰهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعٰى وَنَحْفِدُ، نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشٰى عَذَابَكَ، إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ. اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْنَ، خُصُوْصًا فِيْ غَزَّةَ، وَاحْقِنْ دِمَاءَهُمْ. اَللّٰهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُوْدِ، الصُّهْيُوْنِيِّيْنَ الْمَلْعُوْنِيْنَ، وَاَنْزِلْ غَضَبَكَ عَلَيْهِمْ. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ دِيْنَكَ وَكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Arab-Latin: Allahumma inna nasta’inuka wa nastaghfiruka wa nastahdika wa nu’minu bika wa natawakkalu ‘alayka wa nutsni ‘alaykal khayra kullahu, nasykuruka wa la nakfuruka wa nakhla’u wa natruku may yafjuruk. Allahumma iyyaka na’budu wa laka nushalli wa nasjudu wa ilayka nas’a wa nahfidu, narju rahmataka wa nakhsya ‘adzabaka, inna ‘adzabakal jidda bil kuffari mulhiqun. Allahumma tsabbit ikhwananal mujahidina fi Filistin, khusushan fi Ghazzah, wahqin dima’ahum. Allahumma ‘alayka bil Yahud, ash-shuhyuniyyina, al-mal’unina, wa anzil ghadhabaka ‘alayhim. Allahumma-nshur dinaka wa kitabaka wa sunnata nabiyyika Muhammadin shallalluhu ‘alayhi wa sallam.
Artinya:”Ya Allah, kami memohon pertolongan-Mu, pengampunan-Mu, dan petunjuk-Mu. Kami beriman kepada-Mu, bertawakal kepada-Mu, dan bersyukur atas segala kebaikan-Mu. Kami bersyukur kepada-Mu dan tidak kufur kepada-Mu. Kami menjauhi orang-orang yang mendurhakai-Mu. Ya Allah, kami hanya beribadah kepada-Mu, bersujud dan berdoa kepada-Mu. Kami berusaha dan bergerak dengan harapan rahmat-Mu dan rasa takut akan siksaan-Mu. Kami menyadari bahwa azab-Mu yang berat menimpa orang-orang kafir. Ya Allah, kuatkan saudara-saudara mujahidin kami di Palestina, terutama di Gaza, dan lindungi mereka. Ya Tuhan, hukumlah orang-orang Yahudi Zionis yang berdosa, dan tunjukkan murka-Mu kepada mereka. Ya Tuhan, bantu agama-Mu, kitab-Mu, dan sunnah Nabi-Mu, Muhammad. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kedamaian atas beliau.”
Kemudian dilanjutkan dengan doa yang lebih umum memohon pertolongan bagi kaum Muslimin yang tertindas di mana pun, serta diangkatnya bala’ dan penderitaan dari Gaza dan seluruh umat.
اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ. اَللّٰهُمَّ اكْشِفِ الْغُمَّةَ عَنْ اُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ الْبَلَاءَ عَنْ غَزَّةَ وَأَهْلِهَا، وَأَنْ تَنْصُرَهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ، وَأَنْ تَرْحَمَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ، وَأَنْ تَكْشِفَ الْغُمَّةَ عَنْ اُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ عَافِنَا وَالْطُفْ بِنَا وَاحْفَظْنَا وَانْصُرْنَا وَفَرِّجْ عَنَّا وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا وَإِيَّاهُمْ جَمِيْعًا شَرَّ مَصَائِبِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ
Arab-Latin: Allahummanshuril musliminal mustadl’afina fi kulli makan(i). Allahumma-rhamil mustadh’afina min ‘ibadik(a). Allahummaksyifil ghummah ‘an ummatina. Allahumma inna nas’aluka an tarfa’al bala-a ‘an Ghazzah wa ahliha, wa an tanshurahum ‘ala ‘aduwwihim, wa an tarḫamal mustadl’afina min ‘ibadika, wa an taksyifal ghummah ‘an ummatina. Allahumma ‘afina walthuf bina waḫfadhna wanshurna wa farrij ‘anna wal muslimin(a). Allahummakfina wa iyyahum jami’an syarra masha-ibid dun-ya wad din(i).
Artinya: “Ya Allah, bantu umat Islam yang menderita di seluruh dunia. Kasihanilah mereka yang terzalimi di antara hamba-hamba-Mu. Ya Tuhan, hilangkanlah penderitaan dari umat kami. Kami mohon agar Engkau mengangkat kesulitan dari Gaza dan penduduknya, memberi mereka kemenangan atas musuh mereka, mengampuni mereka yang tertindas di antara hamba-hamba-Mu, dan singkirkanlah penderitaan di bangsa kami. Ya Allah, berikanlah kami kesehatan, berikan hati yang baik kepada kami, lindungilah kami, dan dukunglah kami, serta seluruh kaum Muslim. Ya Allah, peliharalah kami dan mereka dari segala bahaya, baik dalam urusan dunia maupun agama.”
Dan bagian terakhir doa ini memohon perbaikan diri dan umat, serta perlindungan dari segala macam keburukan dan bencana.
اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ مَنْ فِيْ صَلَاحِهِ صَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ لَا تُهْلِكْنَا وَأَهْلِكْ مَنْ فِيْ هَلَاكِهِ صَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَالرَّحْمَةَ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةِ وَالْبَرَكَةِ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمَحْرُوْمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ ارْفَعْ وَاصْرِفْ عَنَّا وَعَنِ الْمُسْلِمِيْنَ الْأَذٰى وَالْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْقَحْطَ وَالْحُمّٰى وَالْجَدْبَ وَالْجَوْرَ وَالظُّلْمَ وَجَمِيْعَ أَنْوَاعِ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ وَالْأَمْرَاضِ وَالْأَسْقَامِ وَالشَّدَائِدِ وَالزَّيْغِ وَالضَّلَالِ وَالزَّلَازِلِ وَالرِّيْحِ وَالْجَهْلِ وَالْبَلَاءِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَأَنْجِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ وَالْمَنْكُوْبِيْنَ وَالْمَكْرُوْبِيْنَ وَالْمَظْلُوْمِيْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَاكْلَأْهُمْ وَصُنْهُمْ وَتَوَلَّهُمْ وَارْعَهُمْ وَأَلْهِمْهُمْ رُشْدَهُمْ، وَوَفِّقْنَا وَإِيَّاهُمْ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضٰى، وَالْطُفْ بِنَا وَبِهِمْ فِيْ مَا يَجْرِيْ بِهِ الْقَضَاءُ، وَاصْرِفْ وَادْفَعْ وَأَبْعِدْ وَأَزِلْ عَنَّا وَعَنْهُمْ شَرَّ الطَّاغِيْنَ وَالْبَاغِيْنَ وَالظَّالِمِيْنَ وَالْمُعْتَدِيْنَ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَالْمُؤْذِيْنَ وَالْعَائِنِيْنَ وَالسَّاحِرِيْنَ بِمَا شِئْتَ عَاجِلًا غَيْرَ اٰجِلٍ فِيْ عَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Arab-Latin: Allahumma ashlihna wa ashlih man fi shalahihi shalahul muslimin(a). Allshumma la tuhlikna wa ahlik man fi halakihi shalahul muslimin(a). Allahumma-sqinal ghaytsa war rahmata ma’al luthfi wal ‘afiyati wal barakati wa la taj’alna minal mahrumin. Allahummarfa’ washrif ‘anna wa ‘anil musliminal adza wal ghala-a wal bala-a wal qahtha wal humma wal jadba wal jawra wadh dhulma wa jami’a anwa’il fitani wal mihani wal amradhi wal asqami wasy-syada-idi wazzayghi wadl dlalali waz zalazili war rihi wal jahli wal bala-i ma dhahara minha wa ma bathana. Wa anjil mustadh’afina wal mankubina wal makrubina wal madhlumina minal muslimina wakla’hum washunhum wa tawallahum war’ahum wa alhimhum rusydahum wa waffiqna wa iyyahum lima tuhibbu wa tardla, wal-thuf bina wa bihim fi ma yajri bihil qadha-u, washrif wadfa’ wa ab’id wa azil ‘anna wa ‘anhum syarrath thaghina wal baghina wadh dhalimina wal mu’tadina wal mufsidina wal mu’dzina wal ‘a-inina was sahirina bima syi’ta ‘ajilan ghayra ajilin fī ‘afiyatin wa salamatin birahmatika ya arhamarrahimina.
Artinya: “Ya Allah, perbaikilah kami dan perbaiki orang-orang yang mendatangkan kebaikan bagi kaum Muslimin. Ya Allah, jangan hancurkan kami, dan hancurkanlah siapa pun yang jika mereka hancur akan membawa kebaikan bagi kaum Muslimin. Ya Allah, limpahkan kepada kami hujan dan rahmat, kebaikan, kesehatan, dan keberkahan. Janganlah Engkau menjadikan kami termasuk orang-orang yang terhalang dari berkah-Mu. Ya Allah, jauhkan dari kami dan kaum Muslimin segala mara bahaya, bencana, kesengsaraan, kekeringan, penyakit, kesakitan, kemalangan, penyimpangan, kesesatan, gempa bumi, angin yang merusak, kebodohan, dan kesengsaraan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Lindungilah umat Islam yang tertindas, diinjak-injak, dianiaya, dan dizalimi. Berikan mereka perlindungan, bimbingan, dan pertolongan. Tunjukkan kami dan mereka kepada jalan yang Engkau ridai, dan selalu lembutkanlah hati kami dalam menerima takdir-Mu. Lindungi kami dari kejahatan orang-orang zalim yang ingin menyakiti dan menindas. Juga orang-orang yang menyerang, merusak, menyakiti, beserta para penolong mereka dan tukang sihirnya sesuai apa saja yang Engkau kehendaki, secepatnya tanpa penundaan, dalam keadaan sehat dan selamat dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”
Kedua redaksi doa ini bisa menjadi pilihan untuk diamalkan. Imam shalat atau khatib bisa memilih salah satu atau menggabungkan bagian-bagian yang relevan, dengan tetap memperhatikan adab dan kekhusyukan dalam berdoa. Inti dari doa qunut nazilah adalah permohonan yang tulus kepada Allah SWT agar mengangkat musibah dari kaum Muslimin dan memberikan keadilan.
Makna Solidaritas dalam Doa Kolektif¶
Seruan MUI Jakarta untuk membacakan qunut nazilah secara serentak ini memiliki makna solidaritas yang sangat dalam. Dalam Islam, konsep ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) sangat ditekankan. Ketika satu bagian dari umat menderita, bagian lain dianjurkan untuk merasakan dan memberikan dukungan.
Doa kolektif, apalagi yang dilakukan di tempat-tempat ibadah seperti masjid dan mushola, menunjukkan bahwa penderitaan di Gaza bukanlah masalah mereka sendirian, tetapi masalah seluruh umat Muslim. Ini adalah pengingat bahwa batas geografis tidak menghilangkan ikatan iman. Dengan bersama-sama mengangkat tangan memohon kepada Allah, umat Muslim menunjukkan persatuan hati dan tujuan dalam menghadapi kesulitan global.
Solidaritas ini juga penting untuk memberikan kekuatan moral bagi mereka yang berada di garis depan penderitaan. Mengetahui bahwa saudara-saudara seiman di belahan dunia lain mengingat dan mendoakan mereka dapat menjadi penguat jiwa di tengah situasi yang sangat sulit.
Selain doa qunut nazilah, bentuk solidaritas lain tentu saja tetap penting, seperti memberikan bantuan kemanusiaan melalui lembaga-lembaga terpercaya, meningkatkan kesadaran publik tentang isu Palestina, dan terus menyuarakan keadilan. Namun, doa, terutama doa kolektif di saat-saat genting seperti ini, memegang tempat yang istimewa sebagai bentuk ketergantungan total kepada Allah SWT.
Video Terkait: Penjelasan Singkat Qunut Nazilah¶
Untuk memahami lebih lanjut mengenai Qunut Nazilah dan cara pelaksanaannya, Anda bisa menyimak video penjelasan singkat berikut (Ini adalah placeholder, Anda bisa mengganti dengan link video yang relevan jika ada).
Disclaimer: Mohon maaf, tidak ada video relevan yang disertakan dalam input asli. Video di atas adalah placeholder. Anda dapat mencari video tutorial atau penjelasan Qunut Nazilah yang relevan di YouTube dan mengganti URL “VIDEO_ID_RELEVAN”.
Menjadikan Doa sebagai Bagian dari Kehidupan¶
Imbauan seperti yang dikeluarkan MUI Jakarta ini seharusnya tidak hanya berhenti pada pembacaan qunut nazilah di waktu shalat fardhu. Semangat mendoakan kebaikan bagi kaum Muslimin yang tertimpa musibah bisa diintegrasikan dalam doa-doa harian lainnya.
Misalnya, saat shalat tahajud, shalat dhuha, atau bahkan setelah shalat wajib, kita bisa menyisipkan doa-doa untuk Gaza dan Palestina. Memohon kepada Allah agar memberikan kesabaran, kekuatan, perlindungan, dan kemenangan bagi mereka. Memohon agar penderitaan mereka segera berakhir dan perdamaian sejati terwujud.
Membiasakan diri mendoakan sesama Muslim yang tertindas adalah cerminan dari keimanan yang kuat dan kepedulian yang tinggi. Ini juga merupakan cara untuk mengingat bahwa kehidupan di dunia ini penuh cobaan, dan kita semua adalah saudara dalam ikatan agama.
Semoga dengan adanya imbauan ini, semakin banyak masjid, mushola, dan individu Muslim di Jakarta, bahkan di seluruh Indonesia, yang tergerak untuk rutin membacakan qunut nazilah dan doa-doa terbaik untuk Gaza dan seluruh Palestina.
Bagaimana pendapat Anda mengenai imbauan MUI Jakarta ini? Apakah Anda dan komunitas Anda sudah rutin membaca qunut nazilah untuk Gaza? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah ini!
Posting Komentar