Lolos SKTT PPPK Kemenag 2024? Pelajari Contoh Soal Moderasi Beragama Ini!

Table of Contents

Para pejuang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2024, bersiaplah! Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) untuk Tahap 2 akan segera dilaksanakan akhir pekan ini. Tes ini bukan sekadar formalitas, lho. SKTT ini jadi penentu penting kelulusan kamu, apalagi materi yang diujikan sangat spesifik dan relevan dengan tugas-tugas di Kemenag.

Salah satu materi kunci yang akan diujikan adalah terkait Moderasi Beragama. Ini adalah isu penting yang menjadi fokus Kemenag dalam membentuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas dan mampu menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang beragam. Memahami materi ini dan berlatih dengan contoh soalnya bisa jadi kunci sukses kamu menaklukkan SKTT.

Kemenag sudah menetapkan jadwal pelaksanaan SKTT PPPK 2024 Tahap 2. Pelaksanaan utama tes ini akan dilangsungkan pada hari Sabtu, 31 Mei 2025. Metode tesnya menggunakan Computer Assisted Test (CAT) yang berbasis sistem milik Kemenag sendiri.

Sebelum hari H pelaksanaan utama, ada tahap penting yang nggak boleh dilewatkan, yaitu uji coba sistem. Uji coba ini dijadwalkan hari ini, Kamis 29 Mei 2025. Kehadiran dalam uji coba ini sifatnya wajib, ya! Ini adalah kesempatan emas buat kamu untuk familiarisasi dengan sistem CAT Kemenag, memastikan perangkat dan koneksi internet kamu berfungsi dengan baik, serta simulasi suasana tes yang sebenarnya. Jangan sampai ada kendala teknis saat tes utama karena kamu nggak ikut uji coba.

Baik uji coba maupun pelaksanaan utama, keduanya bersifat wajib. Ini perlu digarisbawahi tebal-tebal. Peserta yang tidak hadir pada salah satu atau kedua jadwal tersebut tanpa alasan yang bisa diterima dan sah, otomatis akan dinyatakan gugur. Konsekuensinya jelas, kamu nggak akan lolos seleksi PPPK 2024 Tahap 2 Kemenag. Jadi, pastikan kamu sudah siap secara fisik, mental, dan teknis untuk mengikuti seluruh rangkaian tes ini.

SKTT ini didesain nggak cuma buat mengukur kemampuan teknis kamu di bidang yang kamu lamar, tapi juga menilai seberapa kuat komitmen kamu terhadap nilai-nilai kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi lokal dalam konteks beragama. Kemenag benar-benar ingin menjaring ASN yang nggak cuma kompeten di bidangnya, tapi juga punya karakter kuat, berpikiran terbuka, menghargai perbedaan, dan mampu menjadi perekat bangsa. Ini penting banget mengingat peran Kemenag yang bersentuhan langsung dengan isu-isu keagamaan dan kemasyarakatan di Indonesia yang sangat plural.

Nah, supaya persiapan kamu makin mantap, yuk kita bedah bersama kisi-kisi materi tes SKTT Kemenag dan beberapa contoh soal moderasi beragama yang mungkin akan kamu temui.

Materi Tes SKTT PPPK Kemenag 2024 Tahap 2

Mengacu pada Pengumuman Resmi Kemenag dengan Nomor P-1171/SJ/B.II.2/KR.00.1/05/2025, ada empat komponen utama materi yang menjadi fokus dalam SKTT PPPK 2024 di lingkungan Kemenag. Keempat materi ini wajib kamu kuasai luar dalam karena bobotnya cukup signifikan dalam penilaian. Apa saja empat komponen tersebut?

peserta tes SKTT PPPK Kemenag 2024

1. Komitmen Kebangsaan

Materi pertama ini akan menguji seberapa dalam pemahaman dan kesetiaan kamu terhadap prinsip-prinsip dasar negara Indonesia. Ini meliputi penghayatan terhadap Pancasila, pemahaman mendalam mengenai Undang-Undang Dasar 1945, serta berbagai peraturan dan regulasi turunan yang berlaku di negara kita. Seorang ASN Kemenag diharapkan tidak hanya memahami, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap tindakannya. Tes ini akan menggali komitmen kamu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Selain itu, kamu juga diharapkan punya pemahaman yang komprehensif tentang tugas dan fungsi spesifik Kementerian Agama. Apa peran Kemenag dalam menjaga harmoni sosial, mengembangkan pendidikan agama, melayani masyarakat dalam urusan keagamaan, serta berkontribusi pada pembangunan nasional? Memahami hal ini menunjukkan bahwa kamu siap untuk menjadi bagian integral dari Kemenag dan berkontribusi sesuai dengan mandat lembaga. Komitmen kebangsaan ini menjadi fondasi penting bagi setiap ASN Kemenag agar bisa menjalankan tugasnya dengan penuh integritas dan rasa tanggung jawab kepada negara dan masyarakat. Ini bukan sekadar hafalan pasal, tetapi bagaimana nilai-nilai kebangsaan itu terinternalisasi dalam diri dan tercermin dalam cara kerja kamu kelak.

2. Toleransi

Di negara yang super kaya akan keberagaman seperti Indonesia, toleransi menjadi sikap yang mutlak dibutuhkan, apalagi bagi ASN di lingkungan Kemenag yang setiap hari berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang agama, suku, dan budaya. Tes ini akan mengukur kemampuan kamu untuk menghormati perbedaan. Toleransi di sini bukan berarti menyamakan semua keyakinan, tetapi memberi ruang yang sama bagi setiap warga negara untuk menjalankan keyakinannya masing-masing, mengekspresikan pandangan, dan menyampaikan pendapatnya tanpa rasa takut atau terdiskriminasi.

Kamu akan diuji seberapa terbuka kamu dalam menerima perbedaan pandangan keagamaan, praktik ibadah, atau keyakinan lain yang mungkin berbeda dengan yang kamu anut. Lebih dari itu, toleransi juga berarti kemampuan untuk bekerja sama secara profesional dengan siapa saja, terlepas dari latar belakang agama atau keyakinannya. Di lingkungan Kemenag yang multikultural, kemampuan ini sangat krusial untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan efektif, serta memberikan pelayanan publik yang adil dan setara untuk semua lapisan masyarakat. Toleransi bukan pasif, melainkan sikap aktif untuk memahami, menghargai, dan hidup berdampingan dengan damai.

3. Anti Kekerasan

Komponen ketiga ini menekankan pada sikap kamu terhadap kekerasan. Kemenag sangat concern terhadap isu radikalisme dan ekstremisme yang sering kali berujung pada tindakan kekerasan, baik fisik maupun non-fisik (verbal, psikologis), demi memaksakan kehendak atau pandangan tertentu. Tes ini akan mengevaluasi seberapa kuat komitmen kamu dalam menolak segala bentuk kekerasan sebagai cara untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan, terutama dalam konteks keberagaman agama dan keyakinan.

Peserta SKTT diharapkan menunjukkan sikap yang konsisten mendukung penyelesaian konflik secara damai dan dialogis. Sebagai ASN Kemenag, kamu akan menjadi agen perdamaian dan kerukunan di masyarakat. Kamu harus mampu meredam potensi konflik yang mungkin timbul akibat perbedaan pandangan keagamaan, bukan justru memperkeruh suasana atau bahkan terlibat dalam tindakan kekerasan. Materi ini juga sangat relevan dengan upaya Kemenag dalam mencegah radikalisme dan memperkuat moderasi beragama sebagai penyeimbang terhadap paham-paham ekstrem yang bisa mengancam stabilitas sosial dan keutuhan bangsa.

4. Penerimaan terhadap Tradisi

Indonesia memiliki kekayaan budaya dan tradisi lokal yang sering kali berintegrasi dengan praktik keagamaan masyarakat. Materi ini akan menguji sikap kamu terhadap tradisi dan budaya lokal, khususnya yang berkaitan dengan ekspresi keagamaan. Kemenag memahami bahwa agama bisa diekspresikan melalui berbagai bentuk tradisi yang diwariskan turun-temurun di masyarakat.

Tes ini akan menilai seberapa terbuka kamu dalam menerima dan menghargai keberagaman tradisi tersebut. Tentu saja, penerimaan ini punya batasan, yaitu selama tradisi tersebut tidak bertentangan dengan pokok-pokok ajaran agama yang dianut. Ini membutuhkan kebijaksanaan untuk membedakan mana tradisi yang merupakan bagian dari kebudayaan lokal dan mana yang sudah masuk ke ranah akidah atau praktik ibadah yang mendasar. Peran Kemenag di sini adalah untuk mengharmonisasikan nilai-nilai agama dan budaya dalam kehidupan sehari-hari, menjaga agar tradisi yang baik tetap lestari tanpa mengorbankan ajaran agama yang fundamental. Seorang ASN Kemenag harus mampu bersikap adaptif, inklusif, dan menghargai kearifan lokal dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat yang beragam tradisi.

Keempat materi ini saling terkait dan membentuk profil ASN Kemenag yang diinginkan: berintegritas, nasionalis, toleran, anti kekerasan, dan menghargai keberagaman budaya dan tradisi. Menguasai materi-materi ini akan sangat membantu kamu dalam menjawab soal-soal SKTT, terutama yang berkaitan dengan Moderasi Beragama.

20 Contoh Soal Moderasi Beragama PPPK Kemenag 2024

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai bentuk soal yang mungkin muncul, berikut adalah beberapa contoh soal terkait Moderasi Beragama beserta kunci jawabannya. Pelajari baik-baik konsep di balik setiap pertanyaan dan jawaban yang benar.

1. Apa yang harus dilakukan apabila suatu saat terjadi perbedaan tafsir agama?
A. Memaksakan pendapat sendiri
B. Menyalahkan tafsir lain
C. Menghormati perbedaan
D. Menghindari dialog

Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Moderasi beragama menekankan pentingnya menghargai perbedaan pandangan dan tafsir keagamaan. Memaksakan pendapat atau menyalahkan orang lain adalah sikap ekstrem yang bertentangan dengan prinsip moderasi. Menghindari dialog juga bukan solusi konstruktif. Menghormati perbedaan adalah sikap yang paling sesuai dengan nilai toleransi dan moderasi.

2. Negara menjamin kebebasan rakyat Indonesia untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya. Pernyataan ini terdapat dalam undang-undang dasar 1945 pasal?
A. 29 ayat 2
B. 29 ayat 1
C. 30 ayat 1
D. 30 ayat 2
E. 33 ayat 1

Kunci Jawaban: A

Penjelasan: Pasal 29 UUD 1945 mengatur tentang agama. Ayat 1 menyatakan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, sementara Ayat 2 secara eksplisit menyatakan “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.” Ini adalah dasar hukum penting bagi kebebasan beragama di Indonesia.

3. Mengapa moderasi beragama penting di Indonesia?
A. Untuk menekan populasi
B. Berguna untuk mempromosikan satu agama tertentu
C. Penting untuk menjaga keberagaman dan persatuan
D. Untuk menghapus tradisi lokal

Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Indonesia adalah negara yang sangat beragam. Moderasi beragama penting untuk memastikan bahwa keberagaman ini tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi justru menjadi kekuatan. Sikap moderat membantu menjaga harmoni, kerukunan, dan persatuan bangsa di tengah perbedaan agama dan keyakinan. Pilihan lain jelas salah dan bertentangan dengan prinsip moderasi.

4. Moderasi beragama dapat ditunjukkan dengan sikap?
A. Menyikapi perbedaan agama dengan sikap toleransi
B. Menghindari kegiatan lintas agama
C. Bersikap netral dalam beragama tanpa memihak
D. Menjauhi semua perbedaan agama

Kunci Jawaban: A

Penjelasan: Toleransi adalah pilar utama moderasi beragama. Menyikapi perbedaan dengan toleransi berarti menghargai, menghormati, dan memberi ruang bagi orang lain yang berbeda keyakinan. Menghindari interaksi, bersikap netral (dalam artian tidak punya keyakinan atau tidak menghiraukan orang lain), atau menjauhi perbedaan adalah sikap yang kurang tepat atau bahkan eksklusif.

5. Salah satu ciri moderasi beragama adalah?
A. Radikalisme
B. Eksklusivisme
C. Ekstremisme
D. Toleransi

Kunci Jawaban: D

Penjelasan: Radikalisme, eksklusivisme (merasa paling benar dan memisahkan diri), serta ekstremisme adalah lawan dari moderasi beragama. Ciri utama moderasi beragama adalah toleransi terhadap perbedaan, keseimbangan dalam praktik beragama (tidak berlebihan/ekstrem), dan keadilan.

6. Ruang lingkup moderasi beragama antara lain?
A. Keadilan, keseimbangan dan toleransi
B. Keadilan, persatuan dan humanisme
C. Ketuhanan, persatuan dan kerakyatan
D. Iman, taqwa dan syari’at

Kunci Jawaban: A

Penjelasan: Konsep kunci dalam moderasi beragama yang sering disebut-sebut meliputi keadilan (adil dalam melihat dan memperlakukan yang berbeda), keseimbangan (tidak ekstrem, tidak berlebihan dalam beragama), dan toleransi (menghargai perbedaan). Pilihan B, C, dan D mencakup konsep lain yang mungkin relevan secara umum atau dalam ajaran agama tertentu, tetapi tidak secara spesifik menjadi ruang lingkup inti dari diskursus moderasi beragama yang digagas Kemenag.

7. Menggambarkan watak Islam ialah moderat dalam hal bertindak, dan keseimbangan dalam segala urusan yang bagus tindakan, ucapan atau pikiran. Hal berikut merupakan pengertian dari?
A. Keimanan
B. Syari’at Islam
C. Moderasi beragama
D. Kerukunan beragama

Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Deskripsi dalam soal, yang menekankan sikap moderat dalam bertindak dan keseimbangan dalam urusan (tindakan, ucapan, pikiran), sangat sesuai dengan definisi atau gambaran dari moderasi beragama. Konsep ini memang seringkali dikaitkan dengan pemahaman Islam Wasathiyah (Islam Moderat), namun penerapannya dalam konteks Indonesia adalah untuk semua agama.

8. Moderasi beragama sangat penting untuk?
A. Meningkatkan jumlah penganut agama tertentu
B. Membatasi interaksi antar umat beragama
C. Membangun kerukunan dan perdamaian social
D. Menyingkirkan aliran agama baru

Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Tujuan utama dari moderasi beragama dalam konteks Indonesia adalah untuk membangun kerukunan dan perdamaian sosial. Ini dilakukan dengan mendorong sikap saling menghargai, memahami, dan bekerja sama antarumat beragama. Pilihan A, B, dan D justru bertentangan dengan semangat moderasi yang inklusif dan harmonis.

9. Moderasi beragama mendukung kehidupan berbangsa. Bagaimana itu mungkin?
A. Dengan memisahkan agama dan kebudayaan
B. Melarang perayaan hari besar keagamaan
C. Mendorong sikap saling menghormati antarumat
D. Memastikan hanya satu agama yang diakui

Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Dukungan moderasi beragama terhadap kehidupan berbangsa terlihat jelas dari kemampuannya dalam mendorong sikap saling menghormati antarumat beragama. Ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi persatuan dan kesatuan bangsa di tengah kemajemukan. Pilihan A (memisahkan agama dan kebudayaan) tidak sepenuhnya tepat karena seringkali keduanya berkelindan dalam masyarakat. Pilihan B dan D jelas anti-toleransi dan anti-keberagaman.

10. Sikap moderat dalam beragama diharapkan dapat meningkatkan?
A. Perpecahan antar umat beragama
B. Eksklusivitas agama tertentu
C. Harmonisasi dalam keberagaman
D. Diskriminasi berbasis agama

Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Kebalikan dari perpecahan, eksklusivitas, dan diskriminasi, sikap moderat justru bertujuan untuk meningkatkan harmonisasi dalam keberagaman. Dengan bersikap moderat, umat beragama dapat hidup berdampingan, saling memahami, dan menciptakan suasana yang damai dan harmonis di tengah perbedaan.

11. Diskursus moderasi beragama di Indonesia dijabarkan dalam?
A. Moderasi Perkataan, Gerakan, dan Perbuatan
B. Moderasi Pemikiran, Gerakan, dan Perbuatan
C. Moderasi Pemikiran, Pemahaman, dan Perbuatan
D. Moderasi Pemikiran, Gerakan, dan Literasi

Kunci Jawaban: B

Penjelasan: Kemenag dalam penjabaran konsep moderasi beragama seringkali menyebut tiga ranah yang harus dimoderasi: pemikiran (cara berpikir tentang agama dan hubungan antarumat beragama), gerakan (aktivitas dakwah, sosial, keagamaan), dan perbuatan (aplikasi sikap moderat dalam kehidupan sehari-hari).

12. Prinsip dasar Moderasi Beragama adalah?
A. Jujur dan berimbang
B. Adil dan berimbang
C. Tulus dan berimbang
D. Jujur dan adil
E. Tulus dan jujur

Kunci Jawaban : B

Penjelasan: Sebagaimana disebutkan sebelumnya, prinsip kunci moderasi beragama adalah adil (tidak memihak, objektif, memberi hak sesuai porsinya) dan berimbang (menjaga keseimbangan, tidak ekstrem, menempatkan segala sesuatu pada tempatnya).

13. Pengertian kerukunan hidup beragama adalah?
A. Hidup bersama dengan apatis Karena beda agama
B. hidup bersama dalam suasana yang harmonis dan damai walaupun beda agama
C. Hidup bersama dalam segala hal karena sama-sama makhluk Allah walaupun beda agama
D. hidup bersama anti saling berbagi

Kunci Jawaban : B

Penjelasan: Kerukunan hidup beragama berarti umat dari berbagai agama dapat hidup bersama dalam suasana yang harmonis dan damai. Ini bukan berarti harus sama dalam segala hal (C), apatis (A), atau anti berbagi (D). Intinya adalah terwujudnya kedamaian dan harmoni meskipun ada perbedaan keyakinan.

14. Faktor penghambat kerukunan beragama adalah?
A. Fanatisme
B. Ukhuwah
C. Itihad
D. Agama

Kunci Jawaban: A

Penjelasan: Fanatisme yang berlebihan terhadap agama sendiri, yang seringkali disertai dengan sikap merendahkan atau memusuhi agama lain, merupakan salah satu faktor utama yang menghambat kerukunan beragama. Ukhuwah (persaudaraan) dan Ijtihad (upaya interpretasi keagamaan) justru bisa menjadi faktor pendukung kerukunan jika dilakukan dengan sikap moderat. Agama itu sendiri bukanlah penghambat kerukunan, melainkan bagaimana pemahaman dan praktik keagamaan itu dijalankan.

15. Apa yang dimaksud dari sikap moderat ?
A. Mengimani keberadaan malaikat sebagai makhluk ciptaan Allah SWT
B. Sesuatu hal yang sifatnya terbaru, sesuatu yang mutakhir
C. Seseorang dalam golongan tengah dari spektrum politik sayap kiri kanan
D. Mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu

Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Dalam konteks umum dan seringkali dikaitkan dengan moderasi, sikap moderat diartikan sebagai berada di golongan tengah, tidak ekstrem ke kanan maupun ke kiri, tidak berlebihan dalam mengambil posisi atau tindakan. Meskipun dalam konteks moderasi beragama definisinya lebih spesifik, pilihan C adalah yang paling mendekati makna “moderat” secara umum yang relevan dengan konsep keseimbangan. Pilihan lain jelas tidak sesuai.

16. Faktor penghambat kerukunan beragama adalah?
A. fanatisme
B. ukhuwah
C. itihad
D. Agama

Kunci Jawaban: A

Penjelasan: (Soal ini sama dengan nomor 14, namun menegaskan kembali bahwa fanatisme adalah penghambat utama kerukunan). Fanatisme yang sempit dan tidak proporsional dapat membuat seseorang bersikap intoleran dan konfliktual terhadap pemeluk agama lain atau bahkan terhadap sesama agama yang berbeda pandangan.

17. Apa yang dimaksud moderasi beragama?
A. Memoderasi agama
B. Menjalankan agama secara adil dan seimbang
C. Menjalankan agama dengan ekstrem
D. Mengurangi ajaran agama

Kunci Jawaban: B

Penjelasan: Moderasi beragama bukan berarti “memoderasi” atau mengubah ajaran agama (A, D), apalagi menjalankan agama secara ekstrem (C). Moderasi beragama adalah cara menjalankan atau memahami agama secara adil dan seimbang, menempatkan ajaran agama pada tempatnya tanpa berlebihan atau mengurangi, serta mampu bersikap tengah dalam interaksi sosial keagamaan, tidak radikal dan tidak liberal.

18. Prinsip dasar moderasi beragama ialah…
A. Menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dan agama
B. Keadilan dan keseimbangan
C. Ketertiban dan pengaruh
D. Kekuatan dan kontrol

Kunci Jawaban: B

Penjelasan: Kembali pada prinsip dasar yang ditekankan, yaitu keadilan dan keseimbangan. Ini adalah esensi dari sikap moderat dalam beragama. Pilihan lain tidak secara langsung menggambarkan prinsip utama dari moderasi beragama.

19. Moderasi beragama dapat ditunjukkan dengan sikap....
A. Menyikapi perbedaan agama dengan sikap toleransi
B. Menghindari kegiatan lintas agama
C. Bersikap netral dalam beragama tanpa memihak
D. Menjauhi semua perbedaan agama

Kunci Jawaban: A

Penjelasan: Sama dengan soal nomor 4, ini menekankan bahwa indikator paling terlihat dari moderasi beragama adalah kemampuan untuk menyikapi perbedaan agama dengan sikap toleransi, yaitu menghargai dan menghormati hak orang lain untuk berkeyakinan dan beribadah sesuai pilihannya.

20. Kewajiban Negara dalam dalam hal agama adalah ....
A. Mencampuri urusan agama
B. Merusak kepercayaan setiap warganya
C. Memenuhi dan melindungi hak atas kebebasan beragama dan kepercayaan
D. Melakukan diskriminasi

Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Berdasarkan UUD 1945 Pasal 29 Ayat 2, kewajiban negara terkait agama adalah memenuhi dan melindungi hak atas kebebasan beragama dan kepercayaan bagi setiap warganya. Negara tidak boleh mencampuri urusan internal agama (kecuali jika melanggar hukum), merusak kepercayaan, atau melakukan diskriminasi. Negara berperan sebagai fasilitator dan pelindung kebebasan beragama.

Mempelajari contoh-contoh soal ini akan memberimu gambaran mengenai jenis pertanyaan dan kedalaman pemahaman yang dibutuhkan untuk materi moderasi beragama. Jangan hanya menghafal jawaban, tapi pahami konsep dasarnya. Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang selalu mengambil posisi tengah, bertindak adil dan berimbang, serta menghargai perbedaan.

SKTT PPPK Kemenag 2024 Tahap 2 ini adalah kesempatan penting. Persiapkan dirimu sebaik mungkin, tidak hanya dari sisi materi teknis jabatanmu, tetapi juga dalam pemahaman dan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama yang menjadi ciri khas ASN Kemenag. Sukses untuk tesnya!

Bagaimana persiapanmu menghadapi SKTT Kemenag 2024 Tahap 2 ini? Materi mana yang paling kamu perdalam? Yuk, share di kolom komentar!

Posting Komentar