Bingung Takbir Idul Adha? Ini Lho Jumlah dan Bacaannya!

Hari Raya Idul Adha, momen spesial yang ditunggu umat Islam setelah pelaksanaan ibadah Haji. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di pagi harinya adalah melaksanakan sholat Idul Adha. Sholat dua rakaat ini bukan sholat biasa, lho. Ada ciri khas yang bikin beda, terutama soal takbirnya! Buat kamu yang mungkin masih bingung, berapa sih jumlah takbir dalam sholat Idul Adha dan ada bacaan apa di sela-selanya? Yuk, kita bahas biar makin mantap ibadahnya.
Sholat Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan. Pelaksanaannya biasanya ramai-ramai di lapangan atau masjid pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah. Meski kelihatannya mirip sholat sunnah biasa dua rakaat, perbedaan mencoloknya ada pada jumlah takbir di awal setiap rakaat. Ini dia yang sering bikin jemaah baru atau yang jarang sholat Id jadi agak ‘ngeh’.
Jumlah Takbir dalam Sholat Idul Adha¶
Nah, langsung ke intinya nih. Takbir dalam sholat Idul Adha itu memang ada jumlah khusus di luar takbiratul ihram (takbir pertama saat mulai sholat). Dikutip dari berbagai sumber dan dijelaskan dalam kitab-kitab fiqh, jumlah takbir tambahannya adalah sebagai berikut:
Di rakaat pertama, setelah kita takbiratul ihram dan membaca doa iftitah (kalau dibaca), kita akan melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali. Setiap kali takbir, disunnahkan juga untuk mengangkat kedua tangan seperti saat takbiratul ihram. Ini dilakukan sebelum membaca surat Al-Fatihah.
Kemudian, saat masuk ke rakaat kedua, setelah bangun dari sujud dan sebelum membaca surat Al-Fatihah lagi, kita akan melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali. Sama seperti rakaat pertama, saat takbir ini juga disunnahkan mengangkat kedua tangan.
Jadi, intinya adalah 7 takbir tambahan di rakaat pertama dan 5 takbir tambahan di rakaat kedua. Angka 7 dan 5 ini memang spesifik untuk sholat Id.
Dalil atau dasar dari jumlah takbir ini diambil dari sunnah Rasulullah SAW. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ummul Mukminin, Aisyah RA, beliau bersabda:
“Sesungguhnya Rasulullah SAW saat bertakbir pada sholat Idul Fitri dan Idul Adha sebanyak tujuh takbir dan pada rakaat kedua bertakbir sebanyak lima takbir.” (HR Abu Dawud)
Hadits ini jelas banget ya, menyebutkan jumlah takbir 7 dan 5 ini berlaku baik untuk sholat Idul Fitri maupun Idul Adha. Makanya, ini jadi panduan utama kita dalam melaksanakan sholat Id.
Soal mengangkat tangan, ini juga ada dasarnya dari praktik para sahabat Nabi yang meneladani beliau. Seperti yang disebutkan, Ibnu Umar RA, yang dikenal sangat hati-hati dalam mencontoh Rasulullah SAW, biasa mengangkat kedua tangannya setiap kali bertakbir dalam sholat Id. Jadi, jangan ragu buat ikut mengangkat tangan ya, itu sunnah!
Bacaan Doa setelah Takbir Sholat Idul Adha¶
Oke, kita sudah tahu jumlah takbirnya. Lalu, di sela-sela setiap takbir itu kita diam saja atau ada bacaan khusus? Nah, ini bagian penting lainnya. Saat jeda di antara takbir-takbir tambahan tersebut, sangat dianjurkan untuk tidak diam begitu saja. Kita disunnahkan mengisi jeda itu dengan dzikir atau tasbih.
Memang sih, tidak ada bacaan khusus yang wajib dibaca di antara tiap takbir, tapi ada anjuran umum dari para ulama salaf untuk membaca dzikir yang isinya menyanjung dan memuji Allah SWT. Ini sesuai dengan riwayat dari Ibnu Mas’ud RA yang mengatakan bahwa di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.
Ibnu Taimiyyah RA, salah satu ulama besar, menyebutkan bahwa para ulama salaf (generasi terdahulu yang shalih) biasa membaca salah satu dari beberapa opsi bacaan. Intinya adalah bacaan yang berisi puji-pujian kepada Allah.
Berikut beberapa opsi bacaan yang populer diamalkan di antara jeda takbir sholat Idul Adha:
Bacaan Pertama: Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir¶
Ini adalah bacaan yang paling umum dan sering diajarkan. Isinya adalah gabungan dari empat kalimat mulia yang sangat dicintai Allah SWT.
Bacaannya adalah:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Subhānal-lāh, wal-ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”
Coba deh kita maknai sedikit.
* Subhanallah (Maha Suci Allah): Ini pengakuan bahwa Allah itu bebas dari segala kekurangan, aib, dan sifat-sifat yang tidak layak bagi keagungan-Nya. Dia sempurna dalam segala hal.
* Walhamdulillah (Segala puji bagi Allah): Ini pengakuan bahwa semua pujian, kebaikan, dan kesempurnaan hanya milik Allah. Semua nikmat yang kita rasakan berasal dari-Nya.
* Wa La Ilaha Illallah (Tiada tuhan selain Allah): Ini adalah inti dari ajaran Islam, syahadat tauhid. Penegasan bahwa hanya Allah satu-satunya zat yang berhak disembah.
* Wallahu Akbar (Allah Maha Besar): Ini pengakuan bahwa Allah itu Maha Besar, kebesaran-Nya meliputi segala sesuatu, tiada yang mampu menandingi atau melebihi-Nya.
Membaca keempat kalimat ini di sela takbir adalah cara yang indah untuk terus mengingat dan mengagungkan Allah SWT di tengah ibadah sholat Id yang istimewa.
Bacaan Kedua: Tambahan La Haula wa La Quwwata Illa Billah¶
Opsi bacaan kedua ini mirip dengan yang pertama, hanya saja ada tambahan kalimat yang juga sangat mendalam maknanya.
Bacaannya adalah:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Latin: Subhānallāh, walḥamdu lillāh, walā ilāha illallāh, wallāhu akbar, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhim.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya serta upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”
Bagian tambahannya, “Wa la haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim”, artinya “tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung”. Kalimat ini dikenal sebagai kalimat hauqalah. Maknanya sangat dalam, yaitu pengakuan total atas kelemahan diri sendiri dan ketergantungan mutlak kepada Allah SWT dalam segala urusan. Tidak ada satupun kebaikan yang bisa kita lakukan atau keburukan yang bisa kita hindari melainkan atas izin dan kekuatan dari Allah. Menambahkan ini di sela takbir adalah bentuk tawakkal dan pengakuan atas kekuasaan mutlak Allah.
Bacaan Ketiga: Mohon Ampunan dan Rahmat¶
Opsi ketiga ini sedikit berbeda, yaitu menggabungkan tasbih, tahmid, tahlil, takbir, lalu diikuti dengan permohonan ampunan dan rahmat kepada Allah.
Bacaannya adalah:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي
Latin: Subḥānallāh walḥamdu lillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar. Allāhumma ighfir lī warḥamnī.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala pujian bagi Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku.”
Setelah mengagungkan Allah dengan empat kalimat utama, kita langsung memanjatkan doa memohon ampunan (ighfir li) dan rahmat (warhamni). Ini menunjukkan kerendahan hati seorang hamba yang sadar akan dosa-dosanya dan senantiasa membutuhkan ampunan serta kasih sayang Allah. Meminta ampunan di hari raya yang suci adalah momen yang tepat untuk membersihkan diri dari kesalahan-kesalahan masa lalu.
Ketiga bacaan ini semuanya baik dan bisa diamalkan. Kamu bisa pilih salah satu yang paling kamu hafal atau paling nyaman untuk dilafalkan berulang-ulang di sela-sela takbir. Intinya adalah mengisi jeda tersebut dengan dzikir dan puji-pujian kepada Allah SWT.
Kapan Bacaan Ini Dibaca?¶
Pertanyaan selanjutnya, kapan persisnya bacaan-bacaan ini dilafalkan? Gampang saja mengingatnya. Bacaan-bacaan dzikir atau doa di atas dibaca di antara setiap takbir tambahan.
- Di rakaat pertama: Setelah takbiratul ihram dan sebelum takbir tambahan pertama, ada doa iftitah (jika dibaca). Lalu, antara takbir tambahan ke-1 dan ke-2, baca dzikir. Antara takbir ke-2 dan ke-3, baca dzikir lagi, dan seterusnya, sampai antara takbir ke-6 dan ke-7. Setelah takbir ke-7, baru dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah.
- Di rakaat kedua: Setelah bangkit dari sujud rakaat pertama dan sebelum takbir tambahan pertama (di rakaat kedua), baca dzikir. Antara takbir ke-1 dan ke-2 (di rakaat kedua), baca dzikir. Lanjutkan terus sampai antara takbir ke-4 dan ke-5. Setelah takbir ke-5, baru dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah.
Jadi, setiap kali selesai mengucapkan “Allahu Akbar” untuk takbir tambahan, jangan langsung takbir berikutnya. Beri jeda sebentar, isi dengan salah satu bacaan dzikir di atas, baru kemudian lanjut takbir tambahan berikutnya. Ulangi pola ini sampai jumlah takbir di rakaat tersebut selesai.
Tata Cara Sholat Idul Adha Secara Lengkap (Ringkasan)¶
Biar makin jelas konteksnya, yuk kita intip sebentar urutan lengkap sholat Idul Adha, fokus di bagian takbir dan bacaan suratnya ya:
- Niat: Niat sholat Idul Adha di dalam hati.
- Takbiratul Ihram: Mengucapkan “Allahu Akbar” sambil mengangkat tangan, ini takbir pertama yang menandai dimulainya sholat. Setelah ini masuk pada rakaat pertama.
- Membaca Doa Iftitah: Sunnah dibaca setelah takbiratul ihram.
- Takbir Tambahan (Rakaat Pertama): Mengucapkan “Allahu Akbar” sebanyak 7 kali. Setiap jeda antar takbir, baca dzikir/doa seperti yang dijelaskan di atas. Sambil takbir, disunnahkan mengangkat tangan.
- Membaca Surat Al-Fatihah: Setelah selesai 7 takbir tambahan, dilanjutkan membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat pendek. Beberapa riwayat menyebutkan Nabi SAW biasa membaca surat Qaf (Surat ke-50) atau surat Al-Qamar (Surat ke-54) di rakaat pertama sholat Id.
- Ruku, I’tidal, Sujud, Duduk di Antara Dua Sujud, Sujud Kedua, Duduk Istirahat: Gerakan sholat seperti biasa.
- Bangkit ke Rakaat Kedua: Berdiri untuk rakaat kedua.
- Takbir Tambahan (Rakaat Kedua): Mengucapkan “Allahu Akbar” sebanyak 5 kali. Setiap jeda antar takbir, baca dzikir/doa lagi. Sambil takbir, disunnahkan mengangkat tangan. Ini dilakukan sebelum membaca Al-Fatihah di rakaat kedua.
- Membaca Surat Al-Fatihah: Setelah selesai 5 takbir tambahan, dilanjutkan membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat pendek. Di rakaat kedua, Nabi SAW biasa membaca surat Al-Dhariyat (Surat ke-51) atau surat Al-Ghashiyah (Surat ke-88).
- Ruku, I’tidal, Sujud, Duduk di Antara Dua Sujud, Sujud Kedua: Gerakan sholat seperti biasa.
- Duduk Tasyahud Akhir: Duduk untuk tasyahud akhir.
- Salam: Mengucap salam ke kanan dan ke kiri, menandai selesainya sholat.
Setelah sholat, disunnahkan untuk mendengarkan khutbah Idul Adha yang biasanya disampaikan oleh imam atau khatib. Khutbah Idul Adha ini penting karena berisi nasihat, pengingat, dan ajaran-ajaran Islam, seringkali terkait dengan makna kurban dan Hari Raya Idul Adha.
Itu dia panduan lengkap mengenai jumlah takbir dan bacaan yang disunnahkan di sela-sela takbir sholat Idul Adha. Semoga penjelasan ini bikin kamu nggak bingung lagi pas melaksanakan sholat Idul Adha nanti. Dengan memahami jumlah dan bacaannya, sholat Id kita insya Allah jadi lebih sempurna dan khusyuk sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.
Yuk, persiapkan diri menyambut Idul Adha dengan gembira dan penuh semangat beribadah! Kalau ada yang mau ditanyakan atau berbagi pengalaman, yuk tulis di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar