Lolos SKTT PPPK Kemenag 2024? Pelajari Contoh Soal Moderasi Beragama Ini!

Table of Contents

Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 Tahap 2 di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) sudah di depan mata. Ini dia saatnya membuktikan kemampuan kamu setelah berjuang di tahap sebelumnya. Ujian SKTT ini bukan cuma ngetes skill teknis kamu lho, tapi juga mengukur pemahaman dan komitmen terhadap nilai-nilai penting di Kemenag.

Sebagai calon ASN Kemenag, kamu bakal diuji soal wawasan kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan pastinya, moderasi beragama. Nilai-nilai ini krusial banget buat para abdi negara di lingkungan Kemenag, mengingat Indonesia itu super kaya akan keberagaman agama dan budaya. Jadi, siap-siap ya!

Pelaksanaan utama SKTT PPPK 2024 Tahap 2 rencananya digelar pada Sabtu, 31 Mei 2025, menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) milik Kemenag. Penting dicatat, sebelumnya ada uji coba sistem yang wajib diikuti pada Kamis, 29 Mei 2025. Kehadiran di kedua jadwal ini sifatnya mandatory alias wajib. Jangan sampai terlewat ya, karena kalau nggak hadir tanpa alasan jelas, kamu bisa langsung dinyatakan gugur. Sayang banget kan kalau perjuangan kamu terhenti cuma gara-gara nggak ikut tes tambahan ini?

SKTT ini jadi penentu penting dalam seleksi ASN Kemenag. Tujuannya jelas, untuk mendapatkan SDM yang bukan cuma smart secara teknis, tapi juga punya karakter kuat, toleran, dan mampu menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk. Kemenag pengen ASN-nya jadi agen perubahan yang positif, yang bisa jadi contoh dalam berinteraksi dengan berbagai latar belakang. Makanya, pemahaman soal moderasi beragama dan nilai-nilai terkait lainnya jadi key banget. Yuk, persiapkan diri sebaik mungkin!

SKTT PPPK Kemenag 2024 Moderasi Beragama

Materi Tes SKTT PPPK Kemenag 2024 Tahap 2

Berdasarkan Pengumuman Resmi Nomor: P-1171/SJ/B.II.2/KR.00.1/05/2025, ada empat pilar utama yang bakal jadi materi tes SKTT PPPK 2024 Kemenag. Kamu wajib banget kuasai keempatnya kalau mau lolos. Apa aja sih empat materi penting itu? Simak baik-baik ya!

1. Komitmen Kebangsaan

Di bagian ini, peserta akan diuji sejauh mana pemahaman dan loyalitas mereka terhadap fondasi negara kita. Ini mencakup pemahaman mendalam soal Undang-Undang Dasar 1945 dan berbagai peraturan turunannya. Kamu juga diharapkan paham banget sama tugas dan fungsi Kementerian Agama sebagai instansi tempat kamu nanti bekerja. Ini bukan sekadar hafalan pasal, tapi lebih ke internalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam menjalankan tugas sebagai ASN Kemenag.

Komitmen kebangsaan ini sangat relevan karena ASN Kemenag bekerja untuk seluruh masyarakat Indonesia, apapun agama dan latar belakangnya. Mereka harus bisa memposisikan diri sebagai pelayan publik yang netral, adil, dan berpegang teguh pada prinsip Pancasila dan UUD 1945. Memahami sejarah perjuangan bangsa dan makna Bhinneka Tunggal Ika juga penting untuk menunjukkan komitmen ini. ASN Kemenag diharapkan menjadi perekat bangsa, bukan pemecah belah.

2. Toleransi

Nah, materi ini menguji seberapa lapang dada kamu dalam menerima perbedaan. Ini bukan cuma soal beda agama ya, tapi juga perbedaan cara pandang, cara ibadah, bahkan cara menyampaikan pendapat. Di lingkungan Kemenag yang pasti akan berinteraksi dengan beragam keyakinan, kemampuan untuk menghormati dan memberi ruang bagi orang lain itu hukumnya wajib. Kamu bakal dihadapkan pada skenario atau pertanyaan yang menguji kemampuanmu bersikap toleran dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan kerja.

Toleransi di sini juga berarti kemampuan untuk bekerja sama dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda secara profesional. Kamu harus bisa fokus pada tujuan pekerjaan tanpa terpengaruh oleh perbedaan keyakinan atau pandangan pribadi. Ini mencakup sikap inklusif, mau mendengarkan sudut pandang lain, dan menghindari prasangka buruk. Toleransi adalah kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif di Kemenag.

3. Anti Kekerasan

Komponen ini menekankan pada sikap tegas menolak segala bentuk kekerasan. Kekerasan di sini bisa bermacam-macam, lho, mulai dari kekerasan fisik, verbal, sampai kekerasan struktural yang memaksakan perubahan dengan cara-cara non-damai. ASN Kemenag harus jadi teladan dalam menyelesaikan masalah atau perbedaan pendapat melalui dialog, musyawarah, dan jalur-jalur damai lainnya. Kamu akan diuji komitmenmu terhadap penyelesaian konflik secara konstruktif dan menghindari cara-cara kekerasan.

Materi anti kekerasan ini sangat berkaitan erat dengan peran Kemenag dalam menjaga kerukunan umat beragama. ASN Kemenag diharapkan bisa meredam potensi konflik berbasis agama atau keyakinan di masyarakat. Mereka harus bisa berkomunikasi dengan bijak, menyejukkan suasana, dan tidak memprovokasi. Sikap anti kekerasan ini juga berarti menolak ujaran kebencian, diskriminasi, dan tindakan-tindakan yang bisa memicu perpecahan.

4. Penerimaan terhadap Tradisi

Terakhir, materi ini mengetes bagaimana sikapmu terhadap tradisi dan budaya lokal, terutama yang terkait dengan praktik keagamaan masyarakat. Indonesia kaya banget sama tradisi lokal yang kadang berpadu dengan nilai agama. Kemenag punya peran penting dalam menjembatani dan mengharmoniskan nilai agama dengan kearifan lokal. Kamu diharapkan bisa menerima dan menghargai keberagaman tradisi ini, selama tradisi tersebut tidak bertentangan dengan ajaran pokok agama yang dianut.

Penerimaan terhadap tradisi ini bukan berarti harus ikut-ikutan semua tradisi ya. Tapi lebih ke sikap menghargai, memahami konteksnya, dan tidak langsung menghakimi atau menyalahkan. ASN Kemenag yang baik akan melihat tradisi lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa yang perlu dilestarikan, sambil tetap menjaga kemurnian ajaran agama. Ini membutuhkan kearifan dan kebijaksanaan dalam berinteraksi dengan masyarakat yang memegang teguh tradisinya.

Menguasai keempat materi ini bukan cuma buat kepentingan tes SKTT lho, tapi memang jadi bekal penting buat kamu nanti menjalankan tugas sebagai ASN Kemenag. Kemenag berkomitmen mencetak ASN yang profesional, berintegritas, dan mampu mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama dalam setiap aspek pekerjaannya.

Contoh Soal Moderasi Beragama dan Pilar Lainnya PPPK Kemenag 2024

Supaya kamu ada gambaran, ini dia beberapa contoh soal yang sering muncul atau related dengan materi SKTT Kemenag, khususnya moderasi beragama dan pilar-pilar pendukungnya. Pelajari baik-baik ya, ini bisa jadi bocoran penting buat persiapanmu!

1. Apa yang harus dilakukan apabila suatu saat terjadi perbedaan tafsir agama di masyarakat?
A. Memaksakan pendapat sendiri
B. Menyalahkan tafsir lain
C. Menghormati perbedaan tafsir
D. Menghindari dialog dan diskusi
E. Hanya berinteraksi dengan kelompok yang sepemahaman
Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Moderasi beragama menekankan pentingnya sikap saling menghormati dan mengakui adanya keragaman tafsir dalam ajaran agama. Memaksakan pendapat atau menyalahkan tafsir lain adalah ciri ekstremisme, bukan moderasi. Menghindari dialog juga bukan solusi konstruktif.

2. Negara menjamin kebebasan rakyat Indonesia untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya. Pernyataan ini terdapat dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal?
A. 29 ayat 2
B. 29 ayat 1
C. 30 ayat 1
D. 30 ayat 2
E. 33 ayat 1
Kunci Jawaban: A

Penjelasan: Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945 secara eksplisit menyatakan, “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.” Ini adalah dasar hukum penting bagi kebebasan beragama di Indonesia.

3. Mengapa moderasi beragama dianggap penting di Indonesia yang memiliki masyarakat majemuk?
A. Untuk menekan jumlah pemeluk agama tertentu
B. Berguna untuk mempromosikan satu agama tertentu secara eksklusif
C. Penting untuk menjaga keberagaman, persatuan, dan kerukunan antarumat beragama
D. Untuk menghapus tradisi lokal yang dianggap tidak sesuai ajaran agama
E. Agar pemerintah lebih mudah mengontrol kehidupan beragama warga negara
Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Moderasi beragama adalah pendekatan yang paling relevan dan efektif untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman agama dan budaya. Tujuannya bukan menekan atau mempromosikan satu agama, apalagi menghapus tradisi, melainkan menciptakan harmoni dan perdamaian sosial.

4. Moderasi beragama dapat ditunjukkan dengan sikap?
A. Menyikapi perbedaan agama dengan sikap toleransi dan saling menghargai
B. Menghindari kegiatan lintas agama atau dialog antarumat beragama
C. Bersikap netral dalam beragama tanpa memihak ajaran agama manapun
D. Menjauhi semua perbedaan agama dan hanya bergaul dengan sesama penganut
E. Menganggap agama sendiri paling benar dan merendahkan agama lain
Kunci Jawaban: A

Penjelasan: Sikap toleransi dan saling menghargai adalah inti dari moderasi beragama. Menghindari interaksi atau menjauhi perbedaan justru bertentangan dengan prinsip moderasi yang mendorong dialog dan pemahaman antarumat. Bersikap netral dalam beragama juga bukan makna moderasi, melainkan menjalankan ajaran agama secara proporsional dan seimbang dalam konteks keberagaman.

5. Salah satu ciri utama dari moderasi beragama adalah?
A. Radikalisme dalam praktik keagamaan
B. Eksklusivisme dalam berinteraksi dengan penganut agama lain
C. Ekstremisme dalam menafsirkan ajaran agama
D. Toleransi dan keterbukaan dalam menyikapi perbedaan
E. Fanatisme buta terhadap ajaran agama
Kunci Jawaban: D

Penjelasan: Moderasi beragama justru melawan radikalisme, eksklusivisme, ekstremisme, dan fanatisme. Ciri utamanya adalah sikap tengah, seimbang, dan toleran terhadap perbedaan, serta keterbukaan dalam berinteraksi dengan berbagai pihak.

6. Ruang lingkup moderasi beragama antara lain mencakup nilai-nilai seperti…
A. Keadilan, keseimbangan, dan toleransi
B. Keadilan, persatuan, dan humanisme
C. Ketuhanan, persatuan, dan kerakyatan
D. Iman, taqwa, dan syari’at
E. Kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan
Kunci Jawaban: A

Penjelasan: Pilar-pilar moderasi beragama yang sering disebut adalah tawassuṭ (mengambil jalan tengah), iʿtidāl (bersikap adil dan seimbang), dan tasāmuḥ (toleran). Pilihan A paling mencerminkan prinsip-prinsip ini.

7. Menggambarkan watak Islam yang moderat dalam bertindak dan seimbang dalam segala urusan (baik tindakan, ucapan, maupun pikiran) adalah pengertian dari?
A. Keimanan
B. Syari’at Islam
C. Moderasi beragama
D. Kerukunan beragama
E. Wasathiyyah Islam
Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Konsep moderat dan seimbang dalam beragama, yang mencakup tindakan, ucapan, dan pikiran, merupakan definisi dari moderasi beragama, atau sering juga disebut Wasathiyyah. Pilihan C paling sesuai.

8. Moderasi beragama sangat penting untuk apa dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara?
A. Meningkatkan jumlah penganut agama tertentu dengan cepat
B. Membatasi interaksi antar umat beragama agar tidak terjadi konflik
C. Membangun kerukunan, perdamaian sosial, dan menjaga stabilitas nasional
D. Menyingkirkan aliran agama baru yang dianggap menyimpang
E. Membuat seluruh warga negara menganut satu agama yang sama
Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Tujuan utama moderasi beragama di tingkat nasional adalah untuk menciptakan harmoni sosial, mencegah konflik, dan menjaga stabilitas negara yang majemuk. Ini bukan tentang kuantitas penganut, pembatasan interaksi, penyingkiran, atau penyamaan agama.

9. Moderasi beragama mendukung kehidupan berbangsa. Bagaimana itu mungkin terjadi?
A. Dengan memisahkan agama sepenuhnya dari kebudayaan dan kehidupan sosial
B. Melarang perayaan hari besar keagamaan tertentu untuk menghindari gesekan
C. Mendorong sikap saling menghormati, memahami, dan bekerja sama antarumat beragama
D. Memastikan hanya satu agama mayoritas yang diakui secara hukum
E. Mengabaikan peran agama dalam pembangunan nasional
Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Dukungan moderasi beragama terhadap kehidupan berbangsa terletak pada kemampuannya mendorong interaksi positif antarumat beragama melalui sikap hormat, pemahaman, dan kolaborasi, yang pada akhirnya memperkuat persatuan nasional.

10. Sikap moderat dalam beragama diharapkan dapat meningkatkan apa dalam masyarakat?
A. Perpecahan dan polarisasi antar umat beragama
B. Eksklusivitas dan fanatisme agama tertentu
C. Harmonisasi dan kohesi sosial dalam keberagaman
D. Diskriminasi dan intoleransi berbasis agama
E. Sikap apatis terhadap ajaran agama
Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Kebalikan dari pilihan A, B, dan D, moderasi beragama justru bertujuan untuk mengurangi ketegangan dan meningkatkan rasa persatuan, kebersamaan, dan harmoni di tengah perbedaan. Ini juga bukan tentang apatisme.

11. Diskursus (pembahasan/konsep) moderasi beragama di Indonesia sering dijabarkan dalam ruang lingkup…
A. Moderasi Perkataan, Gerakan, dan Perbuatan
B. Moderasi Pemikiran, Gerakan, dan Perbuatan
C. Moderasi Pemikiran, Pemahaman, dan Perbuatan
D. Moderasi Pemikiran, Gerakan, dan Literasi
E. Moderasi Ajaran, Pengamalan, dan Interaksi
Kunci Jawaban: B

Penjelasan: Konsep moderasi beragama seringkali dilihat dari tiga aspek: cara berpikir (pemikiran), cara berdakwah atau menyebarkan ajaran (gerakan), dan cara bersikap atau berperilaku dalam kehidupan sehari-hari (perbuatan).

12. Prinsip dasar Moderasi Beragama adalah bersikap…
A. Jujur dan berimbang
B. Adil dan berimbang (seimbang)
C. Tulus dan berimbang
D. Jujur dan adil
E. Tulus dan jujur
Kunci Jawaban : B

Penjelasan: Dua prinsip utama moderasi beragama yang sering disebut adalah i’tidal (adil atau lurus) dan tawassuth (tengah atau seimbang). Jadi, adil dan berimbang/seimbang adalah prinsip dasarnya.

13. Pengertian kerukunan hidup beragama yang paling tepat adalah?
A. Hidup bersama dengan apatis karena berbeda agama
B. Hidup bersama dalam suasana yang harmonis, damai, saling menghargai, dan tolong-menolong walaupun berbeda agama
C. Hidup bersama dalam segala hal karena sama-sama makhluk Allah walaupun beda agama
D. Hidup bersama anti saling berbagi dan hanya fokus pada agama masing-masing
E. Mencampuradukkan ajaran semua agama
Kunci Jawaban : B

Penjelasan: Kerukunan beragama bukan berarti mencampuradukkan agama atau bersikap apatis, melainkan kemampuan untuk hidup berdampingan secara damai, saling menghargai perbedaan, dan tetap menjalin hubungan baik dalam kemasyarakatan.

14. Salah satu faktor penghambat utama kerukunan beragama adalah?
A. Fanatisme (berlebihan)
B. Ukhuwah (persaudaraan)
C. Ijtihad (usaha penafsiran)
D. Ajaran Agama itu sendiri
E. Dialog antarumat
Kunci Jawaban: A

Penjelasan: Fanatisme yang berlebihan dan tertutup terhadap pandangan lain seringkali menjadi pemicu konflik dan penghambat utama kerukunan. Ukhuwah, ijtihad yang konstruktif, dan dialog justru pendukung kerukunan. Ajaran agama pada dasarnya mengajarkan kebaikan dan kedamaian.

15. Apa yang dimaksud dengan sikap moderat dalam konteks sosial dan politik secara umum?
A. Mengimani keberadaan malaikat sebagai makhluk ciptaan Allah SWT (Ini ajaran agama, bukan sikap moderat umum)
B. Sesuatu hal yang sifatnya terbaru, sesuatu yang mutakhir (Ini arti modern)
C. Seseorang atau pandangan yang berada di golongan tengah dari spektrum (politik, sosial, keagamaan) sayap kiri atau kanan
D. Mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu (Ini terkait liberalisme)
E. Sikap yang kaku dan tidak mau berkompromi
Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Dalam pengertian umum, moderat berarti mengambil jalan tengah, tidak ekstrem ke kanan atau ke kiri, tidak berlebihan. Pilihan C paling sesuai dengan pengertian ini dalam konteks spektrum pandangan.

16. (Pertanyaan ini duplikat dari no 14, mari kita ganti dengan pertanyaan baru terkait materi SKTT) Salah satu contoh penerapan Komitmen Kebangsaan bagi ASN Kemenag adalah?
A. Lebih memprioritaskan urusan agama pribadi di atas kepentingan pelayanan publik
B. Memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam tugas sehari-hari
C. Hanya melayani kelompok masyarakat yang memiliki agama yang sama
D. Menolak program pemerintah yang dianggap tidak sesuai dengan pandangan kelompok tertentu
E. Bersikap diskriminatif terhadap warga negara berdasarkan suku atau ras
Kunci Jawaban: B

Penjelasan: Komitmen kebangsaan bagi ASN Kemenag diwujudkan dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila, loyalitas pada NKRI, dan pelayanan publik yang adil dan merata tanpa membedakan SARA.

17. Apa yang dimaksud moderasi beragama secara sederhana?
A. Memoderasi (mengurangi intensitas) ajaran agama
B. Menjalankan agama secara adil, seimbang, dan toleran di tengah kemajemukan
C. Menjalankan agama dengan ekstrem dan kaku
D. Mengurangi ajaran agama yang dianggap tidak relevan
E. Mencampuradukkan ajaran semua agama menjadi satu
Kunci Jawaban: B

Penjelasan: Moderasi beragama bukan berarti mengurangi ajaran agama, bersikap ekstrem, atau mencampuradukkan. Maknanya adalah menjalankan agama dengan sikap tengah (wasathiyyah), adil, seimbang, dan terbuka terhadap perbedaan di masyarakat yang beragam.

18. Prinsip dasar moderasi beragama ialah…
A. Menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dan agama
B. Keadilan dan keseimbangan
C. Ketertiban dan pengaruh
D. Kekuatan dan kontrol
E. Kebebasan berekspresi dan berpikir
Kunci Jawaban: B

Penjelasan: Seperti penjelasan pada soal nomor 12, prinsip dasarnya adalah adil (i’tidal) dan seimbang/tengah (tawassuth).

19. Moderasi beragama dapat ditunjukkan dengan sikap.... (Pertanyaan ini duplikat dari no 4, mari kita ganti dengan pertanyaan baru terkait materi Anti Kekerasan)
ASN Kemenag diharapkan berperan aktif dalam mencegah konflik di masyarakat. Sikap yang mencerminkan pilar Anti Kekerasan adalah?
A. Memihak salah satu kelompok yang bertikai demi menjaga stabilitas
B. Menjadi mediator dan fasilitator dialog antar pihak yang berkonflik
C. Menyebarkan informasi yang memperkeruh suasana konflik
D. Mengabaikan potensi konflik di masyarakat karena bukan tugas langsung
E. Mendukung penggunaan kekerasan untuk menyelesaikan perselisihan agama
Kunci Jawaban: B

Penjelasan: Sikap anti kekerasan bagi ASN Kemenag diwujudkan dengan berperan sebagai agen perdamaian, misalnya menjadi mediator atau fasilitator dialog untuk menyelesaikan konflik secara damai, bukan memihak, memperkeruh, mengabaikan, apalagi mendukung kekerasan.

20. Kewajiban Negara dalam dalam hal agama terhadap setiap warganya menurut UUD 1945 adalah ....
A. Mencampuri urusan internal agama setiap warga
B. Merusak atau membatasi kepercayaan setiap warganya
C. Memenuhi dan melindungi hak atas kebebasan beragama dan kepercayaan
D. Melakukan diskriminasi berdasarkan agama
E. Menentukan agama mana yang boleh dianut oleh warga negara
Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Negara, melalui UUD 1945, memiliki kewajiban untuk menjamin, memenuhi, dan melindungi hak setiap warga negara untuk memeluk dan beribadah sesuai agama dan kepercayaannya. Negara tidak berhak mencampuri urusan internal, merusak kepercayaan, melakukan diskriminasi, atau menentukan agama warga.

21. Pilar Penerimaan terhadap Tradisi dalam Moderasi Beragama Kemenag mengajarkan kita untuk bersikap…
A. Menolak semua tradisi lokal yang tidak ada dasar dalil agamanya secara eksplisit
B. Menganggap tradisi lokal setara atau bahkan lebih penting dari ajaran agama
C. Menghargai dan memahami konteks tradisi lokal dalam praktik keagamaan masyarakat selama tidak bertentangan dengan ajaran pokok agama
D. Mengikuti semua tradisi lokal tanpa kecuali demi menjaga kerukunan
E. Menyalahkan masyarakat yang masih memegang teguh tradisi lokal
Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Penerimaan terhadap tradisi bukan berarti menolak total atau menganggapnya lebih penting dari ajaran agama, apalagi mengikuti tanpa batas atau menyalahkan. Sikap yang tepat adalah menghargai, memahami, dan menempatkannya dalam bingkai ajaran agama yang moderat.

22. Ketika menghadapi pandangan keagamaan yang berbeda dengan pemahaman kita, sikap yang paling mencerminkan Toleransi adalah?
A. Langsung menganggap pandangan tersebut sesat dan menyebarkannya
B. Berusaha memahami asal-usul pandangan tersebut dan menghargai hak orang lain memilikinya, selama tidak melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum
C. Menghindari sama sekali interaksi dengan orang yang memiliki pandangan berbeda
D. Berdebat sengit hingga salah satu pihak mengakui kesalahan
E. Meminta pihak berwajib untuk melarang pandangan tersebut
Kunci Jawaban: B

Penjelasan: Toleransi mendorong kita untuk berusaha memahami, menghargai hak berkeyakinan orang lain, dan tetap menjaga interaksi yang positif, bukan menghakimi, menghindari, berdebat tanpa akhir, atau meminta pelarangan tanpa dasar hukum yang kuat.

23. Seorang ASN Kemenag menemukan adanya potensi konflik di masyarakat akibat provokasi terkait isu agama di media sosial. Tindakan yang paling tepat berdasarkan pilar Anti Kekerasan adalah?
A. Ikut menyebarkan provokasi tersebut agar masyarakat lebih waspada
B. Melaporkan akun provokator ke pihak berwajib dan berusaha menyejukkan suasana dengan informasi yang akurat dan menenangkan
C. Mengabaikan isu tersebut karena bukan wewenangnya
D. Membuat postingan balasan yang menyerang provokator
E. Mengumpulkan massa untuk melakukan demo menolak provokasi
Kunci Jawaban: B

Penjelasan: ASN Kemenag harus menjadi agen penyejuk. Menindak provokasi melalui jalur hukum (melapor) dan menenangkan masyarakat dengan informasi yang benar adalah tindakan yang sesuai dengan prinsip anti kekerasan dan menjaga stabilitas sosial.

24. Memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga keutuhan NKRI, serta loyal kepada pemerintah yang sah adalah wujud dari pilar?
A. Toleransi
B. Anti Kekerasan
C. Penerimaan terhadap Tradisi
D. Komitmen Kebangsaan
E. Moderasi Beragama
Kunci Jawaban: D

Penjelasan: Nilai-nilai seperti Pancasila, NKRI, dan loyalitas pada negara adalah inti dari Komitmen Kebangsaan.

25. Kemenag memiliki program revitalisasi KUA. Program ini dapat mendukung Moderasi Beragama karena…
A. KUA menjadi pusat layanan keagamaan yang inklusif bagi semua agama (Salah, KUA layanan agama Islam)
B. KUA diharapkan menjadi simpul kerukunan umat beragama di tingkat terkecil (Benar, KUA bisa jadi pusat interaksi dan dialog antarumat)
C. Program ini hanya fokus pada peningkatan kapasitas penghulu (Kurang tepat, revitalisasi lebih luas)
D. KUA akan membatasi interaksi antarumat beragama (Salah)
E. KUA hanya melayani umat Islam sehingga tidak ada interaksi antarumat (Salah, KUA berinteraksi dengan berbagai pihak)
Kunci Jawaban: B

Penjelasan: Revitalisasi KUA bertujuan menjadikan KUA pusat layanan keagamaan dan juga simpul mediasi serta dialog sosial di tingkat kecamatan, yang sangat berperan dalam menjaga dan memperkuat kerukunan antarumat beragama.

26. Seorang ASN Kemenag ditugaskan di daerah dengan mayoritas agama yang berbeda dari agamanya. Sikap yang paling tepat berdasarkan prinsip Toleransi adalah?
A. Menghindari interaksi dengan warga yang berbeda agama kecuali urusan dinas
B. Mempelajari dan menghargai kebiasaan atau cara pandang keagamaan masyarakat setempat tanpa harus mengubah keyakinan pribadi
C. Berusaha meyakinkan masyarakat setempat untuk memeluk agamanya
D. Hanya bergaul dengan sesama pegawai Kemenag yang seiman
E. Menganggap tradisi keagamaan masyarakat setempat sebagai hal yang aneh dan patut dihindari
Kunci Jawaban: B

Penjelasan: Toleransi mendorong pemahaman dan penghargaan terhadap kebiasaan orang lain, bahkan yang berbeda agama, tanpa harus mengubah keyakinan diri sendiri. Menghindari interaksi, berdakwah yang tidak sesuai konteks dinas, atau menghakimi tradisi adalah sikap intoleran.

27. Dalam konteks Penerimaan terhadap Tradisi, jika ada tradisi lokal yang berkaitan dengan ritual keagamaan tetapi dianggap sebagian kecil ulama kontroversial, sikap ASN Kemenag yang moderat seharusnya?
A. Langsung melarang tradisi tersebut karena ada pendapat ulama yang menentang
B. Memahami latar belakang dan makna tradisi tersebut bagi masyarakat setempat, melakukan dialog jika memungkinkan, dan memberikan edukasi secara bijak tanpa memaksakan pelarangan
C. Mengabaikan tradisi tersebut dan menganggapnya tidak penting
D. Ikut serta dalam tradisi tersebut meskipun bertentangan dengan keyakinan pribadi
E. Memprovokasi masyarakat agar terjadi penolakan terhadap tradisi tersebut
Kunci Jawaban: B

Penjelasan: ASN Kemenag perlu bersikap bijak dan arif. Memahami konteks, berdialog, dan memberikan edukasi adalah cara moderat, bukan langsung melarang, mengabaikan, ikut serta tanpa dasar, apalagi memprovokasi.

28. Seorang pegawai Kemenag mendengar rekannya di kantor melontarkan ujaran yang bernada diskriminatif terhadap penganut agama lain. Tindakan yang paling sesuai dengan pilar Anti Kekerasan dan Toleransi adalah?
A. Mendiamkan saja karena bukan urusan pribadi
B. Ikut tertawa atau mendukung ujaran tersebut
C. Mengingatkan rekan tersebut secara pribadi dan sopan bahwa ujaran diskriminatif tidak sesuai dengan nilai-nilai ASN Kemenag dan moderasi beragama
D. Melaporkan langsung ke pihak berwajib tanpa mencoba berbicara dulu
E. Menyebarkan ujaran tersebut untuk menunjukkan betapa buruknya rekan kerja
Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Sebagai sesama ASN dan rekan kerja, menegur secara pribadi dan sopan adalah langkah awal yang konstruktif dan mencerminkan kepedulian terhadap nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan kerja, sejalan dengan prinsip anti kekerasan verbal dan toleransi.

29. Apa peran ASN Kemenag dalam menjaga Komitmen Kebangsaan di era digital?
A. Menyebarkan berita atau informasi apapun yang didapat dari media sosial tanpa verifikasi
B. Menggunakan media sosial untuk menyebarkan ujaran kebencian terhadap kelompok tertentu
C. Menjadi filter informasi, menyebarkan konten positif, serta mengklarifikasi isu-isu yang mengancam persatuan bangsa melalui platform digital
D. Bersikap apatis terhadap perkembangan di media sosial
E. Hanya mengikuti akun-akun media sosial yang berisi konten keagamaan murni
Kunci Jawaban: C

Penjelasan: Di era digital, ASN Kemenag harus aktif menjaga ruang digital dari konten negatif. Peran mereka adalah menjadi agen literasi digital, menyebarkan narasi positif, dan melawan disinformasi yang dapat mengancam Komitmen Kebangsaan.

30. Konsep “al-Wasathiyyah” dalam Islam sering diartikan sebagai jalan tengah atau moderat. Bagaimana konsep ini relevan dengan Moderasi Beragama di Indonesia?
A. Menunjukkan bahwa Islam secara inheren mengajarkan sikap moderat yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang beragam
B. Hanya berlaku untuk umat Islam dan tidak relevan bagi penganut agama lain
C. Merupakan bentuk penyesuaian Islam agar bisa diterima oleh budaya Barat
D. Mengurangi ajaran Islam yang dianggap keras agar sesuai dengan selera modern
E. Merupakan konsep baru yang dipaksakan oleh pemerintah
Kunci Jawaban: A

Penjelasan: Konsep al-Wasathiyyah adalah ajaran dalam Islam yang menekankan sikap tengah, adil, dan seimbang. Konsep ini sangat relevan dan menjadi landasan teologis bagi upaya pengarusutamaan moderasi beragama di Indonesia yang mayoritas muslim, menunjukkan bahwa moderasi beragama bukanlah hal baru atau asing bagi Islam.

Semoga contoh soal dan penjelasannya ini bisa memberikan gambaran yang lebih jelas tentang materi SKTT PPPK Kemenag 2024 Tahap 2 ya. Ingat, tes ini bukan hanya soal benar atau salah, tapi juga tentang bagaimana kamu menyikapi berbagai persoalan keagamaan dan kebangsaan sebagai calon abdi negara.

Yuk, manfaatkan sisa waktu untuk belajar, simulasi tes, dan yang terpenting, merenungkan serta menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam diri kamu. Sukses buat SKTT-nya!

Ada pertanyaan atau mau diskusi soal materi ini? Atau kamu punya pengalaman lain terkait tes SKTT Kemenag? Yuk, bagikan di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar