Lolos SMITS ITS 2025: 9 Contoh Soal Ujian Mandiri + Pembahasan!

Table of Contents

SMITS atau Seleksi Mandiri ITS adalah jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan langsung oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tes ini menggunakan metode Computer-Based Test (CBT) dan dirancang untuk mengukur kemampuan akademik calon mahasiswa. Tujuannya jelas, yaitu mendapatkan calon-calon terbaik yang memiliki potensi kuat untuk mengikuti perkuliahan di ITS. Mempersiapkan diri dengan baik adalah kunci untuk bisa bersaing dan lolos dalam seleksi ketat ini.

SMITS ITS 2025

Ujian mandiri seperti SMITS ini seringkali memiliki format dan materi yang khas, berbeda dengan tes nasional. Oleh karena itu, mempelajari contoh soal dan memahami tipe-tipe pertanyaan yang keluar akan sangat membantu dalam strategi belajar kamu. Ini bukan hanya tentang menghafal jawaban, tapi memahami pola pikir dan logika yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap soal.

Materi Ujian Mandiri ITS SMITS 2025

Menurut informasi resmi, materi yang diujikan dalam SMITS cukup komprehensif. Tes ini mencakup berbagai aspek untuk menguji kesiapan akademik peserta dari berbagai latar belakang. Beberapa materi utama yang biasanya diujikan meliputi tes skolastik, logika, dan spasial.

Tes skolastik mengukur kemampuan dasar kamu dalam berpikir, menganalisis, dan memecahkan masalah. Sementara itu, tes logika akan menguji kemampuan kamu dalam menarik kesimpulan dari premis-premis yang diberikan atau memahami hubungan antar konsep. Terakhir, tes spasial berkaitan dengan kemampuan visualisasi dan pemahaman pola dalam ruang. Memahami cakupan materi ini akan membantumu fokus pada area yang perlu diperkuat.

Contoh Soal Ujian Mandiri ITS SMITS 2025 dan Pembahasan

Berikut ini adalah beberapa contoh soal yang bisa kamu pelajari untuk mendapatkan gambaran seperti apa soal-soal dalam SMITS ITS 2025. Jangan hanya melihat jawabannya, tapi coba pahami alur penalaran atau cara penyelesaiannya ya!

Soal 1: Analogi Kata

Jarang : Kadang-kadang : Sering = … : … : …

A. Tidak : Mau : Sama sekali
B. Tidak : Kurang : Cukup
C. Buruk : Cantik : Berseri
D. Dahan : Ranting : Daun
E. Wajar : Enak : Nikmat

Jawaban: B

Pembahasan:
Soal ini menguji kemampuan kamu dalam memahami hubungan antar kata dan mencari set kata lain yang memiliki hubungan analogis serupa. Pada pasangan pertama (Jarang : Kadang-kadang : Sering), ketiga kata tersebut menunjukkan tingkatan frekuensi atau intensitas, dari yang paling rendah (Jarang), meningkat (Kadang-kadang), hingga paling tinggi (Sering). Ini adalah pola gradasi atau urutan.

Mari kita analisis pilihan jawaban:
A. Tidak : Mau : Sama sekali. Hubungannya kurang jelas, bukan gradasi frekuensi.
B. Tidak : Kurang : Cukup. Ketiga kata ini juga menunjukkan tingkatan, dari ketiadaan (Tidak), sedikit (Kurang), hingga memadai (Cukup). Pola ini mirip dengan gradasi pada soal.
C. Buruk : Cantik : Berseri. Ini gradasi sifat, tapi polanya mungkin tidak sama persis. “Cantik” dan “Berseri” bisa jadi sinonim atau tingkatan kecantikan.
D. Dahan : Ranting : Daun. Ini bagian-bagian dari pohon, bukan gradasi.
E. Wajar : Enak : Nikmat. Ini gradasi rasa atau kualitas, tapi “Wajar” bukan tingkatan dari “Enak” atau “Nikmat”.

Pilihan B menunjukkan gradasi yang paling mirip dengan pola Jarang - Kadang-kadang - Sering, yaitu gradasi kuantitas atau intensitas.

Soal 2: Analogi Bidang Ilmu

Penyakit : Patologi = … : Cuaca

A. Astronomi
B. Biologi
C. Metrologi
D. Meteorologi
E. Antropologi

Jawaban: D

Pembahasan:
Soal ini menguji pengetahuan umum tentang bidang ilmu dan objek studinya. Pasangan pertama memberikan hubungan antara objek studi (Penyakit) dengan bidang ilmu yang mempelajarinya (Patologi adalah ilmu tentang penyakit). Kita perlu mencari bidang ilmu yang mempelajari Cuaca.

Mari kita analisis pilihan jawaban:
A. Astronomi: Ilmu tentang benda-benda langit.
B. Biologi: Ilmu tentang makhluk hidup.
C. Metrologi: Ilmu tentang pengukuran.
D. Meteorologi: Ilmu tentang cuaca dan atmosfer.
E. Antropologi: Ilmu tentang manusia dan budayanya.

Berdasarkan definisi bidang ilmu, Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari cuaca. Jadi, hubungan analogisnya adalah Cuaca : Meteorologi.

Soal 3: Analogi Konsep

Kompetisi : Kooperasi = … : Rival

A. Lama
B. Musuh
C. Main
D. Teman
E. Dagang

Jawaban: D

Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman kamu tentang hubungan makna antar kata, khususnya antonim (lawan kata) atau konsep yang berlawanan. Kompetisi berarti persaingan, sedangkan Kooperasi berarti kerja sama. Kedua kata ini memiliki makna yang berlawanan atau kontras. Kita perlu mencari kata yang berlawanan dengan Rival.

Rival berarti saingan atau lawan. Lawan kata dari Rival adalah teman.

Mari kita analisis pilihan jawaban:
A. Lama: Tidak berlawanan dengan Rival.
B. Musuh: Sinonim atau kata yang sangat mirip maknanya dengan Rival.
C. Main: Tidak berlawanan dengan Rival.
D. Teman: Berlawanan makna dengan Rival.
E. Dagang: Tidak berlawanan dengan Rival.

Jadi, pasangan yang tepat untuk melengkapi analogi ini adalah Teman : Rival, karena keduanya berlawanan makna, sama seperti Kompetisi : Kooperasi.

Soal 4: Silogisme (Logika Deduktif)

Semua pengunjung pameran adalah ilmuwan.
Semua ilmuwan adalah orang yang introvert.
Risa adalah pengunjung pameran.

Kesimpulan yang paling tepat adalah…

A. Risa adalah orang yang introvert.
B. Risa bukan ilmuwan.
C. Selain Risa ada ilmuwan yang tidak datang ke pameran.
D. Jika Risa adalah orang yang introvert maka Reza bukan ilmuwan.
E. Risa bukan orang yang introvert.

Jawaban: A

Pembahasan:
Soal ini adalah contoh silogisme, di mana kita harus menarik kesimpulan logis dari dua premis atau lebih.
Premis 1: Semua pengunjung pameran (A) adalah ilmuwan (B). (A ⊂ B)
Premis 2: Semua ilmuwan (B) adalah orang yang introvert (C). (B ⊂ C)
Fakta: Risa (x) adalah pengunjung pameran (A). (x ∈ A)

Dari Premis 1 (A ⊂ B) dan Premis 2 (B ⊂ C), kita bisa menarik kesimpulan bahwa semua pengunjung pameran (A) adalah orang yang introvert (C). (A ⊂ C). Ini adalah prinsip rantai transitif dalam logika.

Karena Risa adalah pengunjung pameran (x ∈ A) dan semua pengunjung pameran adalah orang yang introvert (A ⊂ C), maka secara logis dapat disimpulkan bahwa Risa adalah orang yang introvert (x ∈ C).

Mari kita cek pilihan jawaban berdasarkan kesimpulan ini:
A. Risa adalah orang yang introvert. Ini sesuai dengan kesimpulan logis.
B. Risa bukan ilmuwan. Bertentangan dengan Premis 1 (Semua pengunjung pameran adalah ilmuwan) dan fakta Risa adalah pengunjung pameran.
C. Selain Risa ada ilmuwan yang tidak datang ke pameran. Premis tidak memberikan informasi tentang ilmuwan lain yang tidak datang ke pameran. Informasi hanya tentang pengunjung pameran.
D. Jika Risa adalah orang yang introvert maka Reza bukan ilmuwan. Informasi tentang “Reza” tidak ada dalam premis. Kesimpulan ini tidak dapat ditarik.
E. Risa bukan orang yang introvert. Bertentangan dengan kesimpulan logis yang ditarik dari premis.

Oleh karena itu, kesimpulan yang paling tepat adalah Risa adalah orang yang introvert.

Soal 5: Silogisme (Logika Kuantor)

Semua orang yang suka berolahraga, lari pagi setiap hari.
Sebagian siswa tidak lari pagi setiap hari.

Kesimpulan yang paling tepat adalah…

A. Sebagian siswa adalah orang yang suka berolahraga.
B. Setiap siswa tidak lari pagi setiap hari.
C. Sebagian siswa tidak suka lari pagi setiap hari.
D. Sebagian siswa bukan orang yang suka berolahraga.
E. Sebagian siswa lari pagi setiap hari.

Jawaban: D

Pembahasan:
Soal ini melibatkan logika kuantor (Semua, Sebagian, Tidak).
Premis 1: Semua (A) → B (Semua orang yang suka berolahraga (A) lari pagi setiap hari (B)).
Premis 2: Sebagian siswa (X) tidak B (Sebagian siswa (X) tidak lari pagi setiap hari (tidak B)).

Dari Premis 1, jika seseorang lari pagi setiap hari (B), belum tentu dia suka berolahraga (A). Tapi jika seseorang suka berolahraga (A), pasti dia lari pagi setiap hari (B). Bentuk ekuivalen dari Premis 1 adalah: Jika seseorang tidak lari pagi setiap hari (tidak B), maka dia bukan orang yang suka berolahraga (tidak A). (tidak B → tidak A). Ini adalah kontraposisi dari Premis 1.

Premis 2 menyatakan ada sebagian siswa (X) yang tidak lari pagi setiap hari (tidak B).
Berdasarkan kontraposisi Premis 1 (tidak B → tidak A), jika sebagian siswa (X) tidak B, maka sebagian siswa tersebut (X) pasti tidak A. Artinya, sebagian siswa bukan orang yang suka berolahraga.

Mari kita cek pilihan jawaban:
A. Sebagian siswa adalah orang yang suka berolahraga. Tidak dapat disimpulkan. Premis hanya memberi tahu apa yang terjadi jika suka olahraga (pasti lari pagi), bukan sebaliknya.
B. Setiap siswa tidak lari pagi setiap hari. Bertentangan dengan Premis 2 yang menyatakan sebagian siswa tidak lari pagi.
C. Sebagian siswa tidak suka lari pagi setiap hari. Ini mungkin benar secara umum, tapi tidak dapat ditarik langsung dari premis. Premis berbicara tentang “suka berolahraga” dan “lari pagi”.
D. Sebagian siswa bukan orang yang suka berolahraga. Ini sesuai dengan kesimpulan yang ditarik dari gabungan Premis 1 (dalam bentuk kontraposisi) dan Premis 2.
E. Sebagian siswa lari pagi setiap hari. Bertentangan dengan Premis 2 yang menyatakan sebagian siswa tidak lari pagi.

Kesimpulan yang paling tepat adalah sebagian siswa bukan orang yang suka berolahraga.

Soal 6: Deret Angka

4, 0, 8, 4, 12, 8, …

Angka selanjutnya adalah…

A. 24
B. 20
C. 16
D. 12
E. 8

Jawaban: C

Pembahasan:
Soal ini menguji kemampuan kamu dalam menemukan pola dalam sebuah deret angka. Perhatikan deret angka yang diberikan: 4, 0, 8, 4, 12, 8, …
Deret ini tampaknya memiliki dua pola yang berjalan secara bergantian atau berseling.
Perhatikan angka pada posisi ganjil: 4, 8, 12, …
Pola pada posisi ganjil adalah penambahan 4 secara konstan: 4 + 4 = 8, 8 + 4 = 12. Angka berikutnya pada posisi ganjil seharusnya 12 + 4 = 16.

Perhatikan angka pada posisi genap: 0, 4, 8, …
Pola pada posisi genap juga penambahan 4 secara konstan: 0 + 4 = 4, 4 + 4 = 8. Angka berikutnya pada posisi genap seharusnya 8 + 4 = 12.

Deret lengkapnya:
Posisi 1: 4 (+4)
Posisi 2: 0 (+4)
Posisi 3: 8 (+4)
Posisi 4: 4 (+4)
Posisi 5: 12 (+4)
Posisi 6: 8 (+4)
Posisi 7: ?

Angka yang dicari adalah angka pada posisi ke-7, yang merupakan posisi ganjil. Mengikuti pola posisi ganjil (4, 8, 12, …), angka berikutnya adalah 12 + 4 = 16.

Soal 7: Perbandingan Berbalik Nilai

Jika 8 orang bekerja selama 6 hari untuk menyelesaikan proyek, berapa lama waktu yang dibutuhkan 12 orang untuk menyelesaikan proyek yang sama jika mereka bekerja dengan tingkat produktivitas yang sama?

A. 4 Hari
B. 3 Hari
C. 5 Hari
D. 6 Hari
E. 1 Hari

Jawaban: A

Pembahasan:
Soal ini adalah soal perbandingan berbalik nilai. Artinya, semakin banyak pekerja (orang), semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek.

Misalkan jumlah pekerja = P dan waktu yang dibutuhkan = W.
Diketahui:
P1 = 8 orang
W1 = 6 hari
P2 = 12 orang
W2 = ?

Dalam perbandingan berbalik nilai, P * W adalah konstan (jumlah “man-days” atau “hari kerja orang”).
Jadi, P1 * W1 = P2 * W2
8 orang * 6 hari = 12 orang * W2 hari
48 = 12 * W2
W2 = 48 / 12
W2 = 4

Jadi, 12 orang akan membutuhkan waktu 4 hari untuk menyelesaikan proyek yang sama.

Soal 8: Aritmatika Dasar (Soal ini hilang dari INPUT, hanya ada pilihan jawaban. Saya akan improvisasi soal yang mungkin relevan dengan pilihan jawaban harga per kilogram)

Misalkan soalnya adalah:
Seorang pedagang membeli 50 kg beras dengan harga total Rp 600.000. Jika pedagang tersebut ingin mendapatkan keuntungan 4%, berapa harga jual per kilogram beras?

A. Rp12.200 per kilogram
B. Rp12.000 per kilogram
C. Rp12.500 per kilogram
D. Rp12.600 per kilogram
E. Rp12.300 per kilogram

Jawaban: B (Ini adalah jawaban asli dari soal yang hilang, jadi saya akan improvisasi soal yang menghasilkan jawaban B)

Improvisasi Soal dan Pembahasan untuk Jawaban B:
Seorang pedagang membeli 50 kg beras dengan harga total Rp 590.000. Ada biaya transportasi Rp 10.000. Pedagang tersebut ingin menjual beras tersebut agar impas (tidak untung, tidak rugi). Berapa harga jual per kilogram beras agar impas?

Pembahasan:
Total biaya yang dikeluarkan pedagang adalah harga beli ditambah biaya transportasi.
Total Biaya = Harga Beli + Biaya Transportasi
Total Biaya = Rp 590.000 + Rp 10.000 = Rp 600.000

Pedagang memiliki total 50 kg beras. Agar impas, total pendapatan dari penjualan harus sama dengan total biaya.
Total Pendapatan = Harga Jual per Kg * Jumlah Kilogram
Agar impas, Total Pendapatan = Total Biaya.
Harga Jual per Kg * 50 kg = Rp 600.000
Harga Jual per Kg = Rp 600.000 / 50
Harga Jual per Kg = Rp 12.000

Jadi, harga jual per kilogram beras agar impas adalah Rp12.000. Pilihan B adalah Rp12.000.

(Catatan: Karena soal asli untuk nomor 8 hilang, soal ini adalah improvisasi yang dirancang agar sesuai dengan jawaban yang diberikan di input. Soal asli mungkin berbeda, misalnya menghitung harga jual untuk keuntungan tertentu).

Soal 9: Perbandingan Senilai

Perbandingan uang Intan dan Murni 3 : 7. Jika uang Murni Rp210.000, berapakah selisih uang keduanya?

A. Rp 90.000,00
B. Rp 190.000,00
C. Rp 120.000,00
D. Rp 130.000,00
E. Rp 150.000,00

Jawaban: C

Pembahasan:
Soal ini adalah soal perbandingan senilai. Perbandingan uang Intan : Murni adalah 3 : 7.
Artinya, jika uang Intan 3 bagian, uang Murni 7 bagian.
Diketahui uang Murni = Rp 210.000. Angka ini setara dengan 7 bagian dalam perbandingan.

Kita bisa mencari nilai satu bagian dari perbandingan tersebut.
7 bagian = Rp 210.000
1 bagian = Rp 210.000 / 7 = Rp 30.000

Uang Intan adalah 3 bagian.
Uang Intan = 3 * nilai 1 bagian
Uang Intan = 3 * Rp 30.000 = Rp 90.000

Kita diminta mencari selisih uang keduanya.
Selisih Uang = Uang Murni - Uang Intan
Selisih Uang = Rp 210.000 - Rp 90.000 = Rp 120.000

Atau, kita bisa langsung mencari selisih dalam bentuk bagian.
Selisih Bagian = Bagian Murni - Bagian Intan = 7 - 3 = 4 bagian.
Selisih Uang = Selisih Bagian * nilai 1 bagian
Selisih Uang = 4 * Rp 30.000 = Rp 120.000

Jadi, selisih uang Intan dan Murni adalah Rp 120.000.

Tips Jitu Menghadapi SMITS ITS 2025

Setelah melihat contoh soal di atas, semoga kamu punya gambaran lebih jelas ya. Selain mempelajari materi dan berlatih soal, ada beberapa tips lain yang bisa membantumu menghadapi SMITS ITS 2025:

  1. Pahami Format Tes: SMITS menggunakan CBT. Pastikan kamu familiar dengan antarmuka tes berbasis komputer. Latihan try out CBT akan sangat membantu.
  2. Manajemen Waktu: Setiap bagian tes biasanya punya alokasi waktu. Jangan terlalu lama di satu soal. Jika sulit, tandai dan lanjut ke soal lain, kembali lagi nanti jika ada waktu.
  3. Jaga Kesehatan: Pastikan tubuh fit saat hari H. Istirahat cukup, makan makanan bergizi. Pikiran yang jernih butuh tubuh yang sehat.
  4. Baca Instruksi dengan Seksama: Sebelum mulai mengerjakan, baca baik-baik instruksi di layar. Pastikan kamu tahu cara menjawab, cara navigasi, dan apakah ada pengurangan nilai untuk jawaban salah.
  5. Tenang dan Percaya Diri: Persiapan yang matang akan meningkatkan rasa percaya diri. Saat tes, usahakan tetap tenang dan fokus. Jangan panik jika menemukan soal sulit.

Mempersiapkan diri untuk ujian mandiri memang butuh usaha ekstra, tapi hasilnya setimpal jika kamu berhasil meraih impianmu kuliah di ITS. Gunakan contoh soal ini sebagai pijakan awal, lalu cari sumber latihan lain yang relevan.


(Catatan: Silakan ganti YOUR_RELEVANT_YOUTUBE_VIDEO_ID dengan ID video YouTube yang relevan, misalnya video tips persiapan ujian mandiri ITS atau gambaran kehidupan kampus ITS. Jika tidak ada video spesifik yang relevan dan bebas hak cipta untuk disertakan, bagian ini bisa dihapus.)


Struktur Materi SMITS (Contoh Estimasi)

Agar lebih terstruktur, berikut perkiraan pembagian materi dalam tes SMITS berdasarkan informasi yang ada dan format tes umum lainnya:

Bagian Tes Fokus Pengukuran Contoh Sub-materi
Skolastik Penalaran Kuantitatif, Verbal, Logika, Pemecahan Masalah Aritmatika, Aljabar, Perbandingan, Analogi Kata, Silogisme
Logika Penalaran Deduktif dan Induktif Penarikan Kesimpulan, Pola Hubungan, Kritis Analitis
Spasial Kemampuan Visual dan Pemahaman Ruang Pola Gambar, Pencerminan, Rotasi, Kubus dan Jaring
Pengetahuan Umum Mungkin mencakup Fisika, Matematika, dll (sesuai prodi) Bergantung pada program studi yang dituju

(Tabel ini adalah contoh struktur berdasarkan informasi umum tes masuk universitas dan info dari artikel, detail spesifik bisa berbeda dan perlu konfirmasi dari sumber resmi ITS.)

Semoga contoh soal dan pembahasan ini bisa jadi bekal berharga buat kamu yang sedang berjuang menembus SMITS ITS 2025. Jangan lupa untuk terus berlatih dan menjaga semangat!

Ada soal SMITS lain yang kamu tahu dan bikin bingung? Atau punya tips persiapan lain? Yuk, bagikan di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar