Puasa Muharram: Niat, Jadwal, dan Keutamaan Dahsyat yang Wajib Kamu Tahu!

Tahun Baru Islam selalu jadi momen spesial buat kita semua, kan? Ini kesempatan bagus banget buat memulai hari-hari ke depan dengan semangat dan harapan yang lebih baik. Salah satu amalan yang dianjurkan banget buat menyambut pergantian tahun Hijriah itu adalah puasa sunnah di bulan Muharram.
Melaksanakan puasa di hari pertama Muharram, atau di hari-hari lain yang disunnahkan di bulan ini, bisa jadi awal yang super baik lho. Kita bisa mengisi tahun baru dengan amal saleh dan makin dekat sama Allah SWT. Pastinya kita semua pengen kan, tahun ini lebih berkah dari tahun sebelumnya?
Nah, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang udah diterbitkan sama Kementerian Agama (Kemenag), tanggal 1 Muharram 1447 Hijriah itu jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025. Momen ini pas banget nih buat kita nata niat lagi dan siap-siap menyambut Tahun Baru Islam dengan amalan-amalan yang bawa kebaikan, salah satunya ya puasa ini.
Bulan Muharram ini termasuk salah satu dari Asyhurul Hurum atau empat bulan suci yang dimuliakan dalam Islam, barengan sama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Beramal di bulan-bulan suci ini pahalanya dilipatgandakan, tapi sebaliknya, berbuat dosa di bulan ini juga dosanya lebih besar. Jadi, puasa di bulan Muharram ini keutamaannya luar biasa banget!
Dalam beberapa literatur Islam, disebutkan kalau puasa di bulan Muharram itu puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Ini bukan kata sembarangan lho, ada hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, beliau bersabda:
“Sebaik-baiknya puasa setelah bulan Ramadan adalah pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).
Dari hadits ini aja udah kelihatan kan betapa istimewanya puasa di bulan Muharram. Ini menunjukkan kalau Rasulullah SAW sendiri sangat menganjurkan umatnya buat memperbanyak puasa di bulan ini. Makanya, jangan sampai dilewatkan ya kesempatan emas ini!
Kenapa Muharram disebut “bulan Allah”? Para ulama menjelaskan, penamaan ini menunjukkan betapa agungnya bulan Muharram di sisi Allah SWT. Ditambah lagi, banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam dan para nabi yang terjadi di bulan ini, terutama di tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura. Jadi, meramaikan bulan ini dengan ibadah, khususnya puasa, adalah cara kita mengagungkan syiar agama Allah.
Kenapa Puasa Muharram Paling Utama Setelah Ramadan?¶
Ada beberapa pandangan ulama tentang kenapa puasa Muharram ini istimewa banget, bahkan lebih utama dari puasa sunnah lainnya kayak puasa Senin-Kamis atau puasa Daud. Imam an-Nawawi rahimahullah dalam syarahnya terhadap Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits di atas menunjukkan bahwa puasa di bulan Muharram adalah puasa yang paling utama di antara puasa-puasa sunnah mutlak (yang tidak terikat waktu atau sebab tertentu).
Alasan lain, seperti yang dijelaskan oleh Imam al-Qurthubi rahimahullah, adalah karena Muharram itu awal tahun baru Hijriah. Jadi, memulai tahun dengan amalan yang paling utama, yaitu puasa, itu kayak membuka lembaran baru dengan hal terbaik. Ibaratnya, kita mengawali perjalanan setahun ke depan dengan bekal ketaatan dan harapan ridha Allah. Ini bisa jadi “stater” yang bagus banget buat motivasi kita beribadah sepanjang tahun.
Selain itu, bulan Muharram juga punya kaitan erat dengan sejarah keselamatan para nabi. Terutama tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura, yang menjadi hari di mana banyak kebaikan dan keselamatan diturunkan Allah kepada para nabi-Nya. Ini salah satu alasan kenapa puasa Asyura sangat ditekankan.
Puasa Apa Aja Sih di Bulan Muharram?¶
Di bulan Muharram, ada beberapa puasa sunnah yang dianjurkan banget buat kita kerjakan. Meskipun puasa di hari apa pun di bulan Muharram itu baik, ada tanggal-tanggal khusus yang punya keutamaan lebih spesifik.
- Puasa 1 Muharram: Mengawali tahun baru dengan puasa.
- Puasa Tasu’a (9 Muharram): Puasa sehari sebelum Hari Asyura.
- Puasa Asyura (10 Muharram): Ini puncaknya, yang punya keutamaan menghapus dosa setahun lalu.
- Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Muharram: Tanggal 13, 14, dan 15 Muharram.
Namun, yang paling sering dibicarakan dan ditekankan adalah puasa Tasu’a dan Asyura. Puasa Tasu’a ini dianjurkan berdasarkan hadits Nabi SAW yang berkeinginan untuk berpuasa pada hari kesembilan jika beliau masih hidup sampai tahun berikutnya, tujuannya untuk membedakan puasa Asyura umat Islam dengan puasanya kaum Yahudi yang juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Jadi, paket lengkapnya adalah puasa tanggal 9 dan 10 Muharram. Kalaupun gak bisa dua-duanya, puasa tanggal 10 Muharram saja sudah sangat dianjurkan dan punya keutamaan luar biasa. Tapi, lebih baik lagi kalau bisa mengamalkan ketiganya (1, 9, dan 10 Muharram) atau setidaknya 9 dan 10 Muharram.
Bacaan Niat Puasa Muharram¶
Niat itu penting banget dalam ibadah, termasuk puasa sunnah. Niat ini kita ucapkan dalam hati saat malam hari sebelum berpuasa atau pada pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (untuk puasa sunnah yang tidak ditentukan waktunya secara ketat, meskipun untuk puasa Muharram yang spesifik tanggalnya lebih baik niat di malam hari).
Berikut ini adalah bacaan niat untuk beberapa puasa penting di bulan Muharram:
1. Niat Puasa 1 Muharram¶
Niat ini dibaca kalau kamu mau puasa spesifik di hari pertama bulan Muharram sebagai permulaan yang baik. Niat ini bisa juga dipakai sebagai niat puasa sunnah Muharram secara umum, kapan saja kamu mau puasa di bulan Muharram (selain tanggal 9 dan 10).
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ مُحَرَّمٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma syahri Muharram sunnatal lillaahi ta’aala
Artinya: “Saya niat puasa Muharram sunnah karena Allah ta’ala.”
Niat ini bisa diucapkan dalam hati atau dilafalkan. Yang penting, hati kita mantap untuk berpuasa esok hari karena Allah SWT.
2. Niat Puasa 9 Muharram (Puasa Tasu’a)¶
Puasa Tasu’a ini dianjurkan banget sebagai pelengkap atau penyanding puasa Asyura, untuk membedakan diri dengan kaum Yahudi. Tanggal 9 Muharram tahun 2025 insya Allah jatuh pada hari Sabtu, 5 Juli 2025.
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma tasu’aa sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Tasu’a karena Allah Ta’ala.”
Membaca niat ini di malam hari sebelum puasa lebih utama.
3. Niat Puasa 10 Muharram (Puasa Asyura)¶
Ini dia puasa yang keutamaannya paling dahsyat di bulan Muharram! Puasa Asyura jatuh pada tanggal 10 Muharram, yang insya Allah di tahun 2025 akan bertepatan dengan hari Minggu, 6 Juli 2025.
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma ‘aasyuraa sunnatan lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.”
Usahakan banget untuk tidak melewatkan puasa yang satu ini ya, karena keutamaannya luar biasa!
Niat Puasa Qadha dan Sunnah Muharram¶
Gimana kalau masih punya utang puasa Ramadan? Nah, kita bisa menggabungkan niat puasa qadha Ramadan dengan niat puasa sunnah Muharram (termasuk Tasu’a atau Asyura). Hukumnya boleh kok, menggabungkan niat puasa wajib (qadha) dengan puasa sunnah, dan insya Allah kedua niat itu sah. Keutamaan puasa sunnahnya dapat, utang puasa wajibnya juga lunas.
Contoh niat menggabung qadha Ramadan dengan puasa Asyura:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ مَعَ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna ma’a adā’i sunnati ‘Āsyūrā’ lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Saya berniat puasa esok hari sebagai pengganti fardhu bulan Ramadan bersamaan dengan pelaksanaan sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.”
Ini cara cerdas buat dapat dua kebaikan sekaligus!
Jadwal Puasa Muharram 1447 H (2025 M)¶
Biar makin gampang rencanain ibadah puasamu di bulan Muharram 1447 H, ini dia perkiraan jadwalnya berdasarkan kalender Kemenag 2025 yang menetapkan 1 Muharram jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025:
| Tanggal Hijriah | Nama Puasa | Tanggal Masehi 2025 | Hari |
|---|---|---|---|
| 1 Muharram 1447 | Puasa 1 Muharram | 27 Juni 2025 | Jumat |
| 9 Muharram 1447 | Puasa Tasu’a | 5 Juli 2025 | Sabtu |
| 10 Muharram 1447 | Puasa Asyura | 6 Juli 2025 | Minggu |
| 13 Muharram 1447 | Puasa Ayyamul Bidh | 9 Juli 2025 | Rabu |
| 14 Muharram 1447 | Puasa Ayyamul Bidh | 10 Juli 2025 | Kamis |
| 15 Muharram 1447 | Puasa Ayyamul Bidh | 11 Juli 2025 | Jumat |
Jadwal ini perkiraan ya, kepastian tanggalnya tetap menunggu hasil sidang isbat atau rukyatul hilal dari pemerintah. Tapi biasanya sih bedanya gak jauh-jauh banget. Catat baik-baik ya tanggal-tanggal penting ini!
Keutamaan Puasa Muharram¶
Nah, ini dia bagian yang bikin semangat! Puasa di bulan Muharram, apalagi puasa Tasu’a dan Asyura, itu punya keutamaan yang luar biasa besar. Selain jadi puasa yang paling utama setelah Ramadan, ada keutamaan spesifik yang bikin rugi kalau kita lewatkan.
Berdasarkan buku Kumpulan Khotbah Jumat Sepanjang Tahun Hijriyah karya Reyvan Maulid, salah satu keutamaan puasa di bulan ini adalah puasa Asyura yang dapat menghapus dosa selama setahun. Gokil kan?
Secara khusus, puasa Asyura yang dilaksanain pada tanggal 10 Muharram disebut mampu jadi pelebur dosa setahun yang lalu. Masya Allah, cuma puasa sehari bisa menghapus dosa-dosa kecil setahun ke belakang. Keutamaan ini didukung banget sama hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah RA:
“Sungguh Rasulullah SAW pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, kemudian beliau menjawab: Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat.” (HR. Muslim)
Hadits ini jelas banget ngasih tahu betapa besar pahala puasa Asyura. Dosa yang dihapus di sini maksudnya adalah dosa-dosa kecil ya. Untuk dosa-dosa besar tetap perlu taubat nasuha. Tapi kan, dosa kecil yang numpuk setahun itu banyak banget, dan puasa Asyura ini kayak “reset” dosa-dosa kecil kita. Jadi, jangan sampai terlewat ya!
Selain keutamaan menghapus dosa setahun, puasa Asyura juga termasuk puasa yang paling utama secara umum setelah Ramadan, seperti yang udah kita bahas di awal. Imam al-Qurthubi, seorang ulama besar, ngasih penjelasan keren terkait keutamaan puasa di bulan Muharram:
“Puasa Muharram menjadi puasa yang paling utama karena Muharram merupakan awal tahun baru, maka pembukaannya adalah puasa yang merupakan amal paling utama.” (Jalaluddin as-Suyuthi, Ad-Dibaj ‘Ala Muslim)
Penjelasan Imam al-Qurthubi ini makin menguatkan motivasi kita. Mengawali tahun dengan puasa itu seperti menanam benih kebaikan di awal. Semoga benih itu tumbuh jadi pohon amal yang rindang dan berbuah keberkahan sepanjang tahun.
Hikmah di Balik Puasa Tasu’a dan Asyura¶
Puasa Asyura punya sejarah panjang, lho. Ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun dan bala tentaranya dengan membelah Laut Merah. Nabi Musa AS pun berpuasa pada hari itu sebagai bentuk syukur kepada Allah, dan Bani Israil mengikutinya.
Sebelum diwajibkan puasa Ramadan, puasa Asyura ini dulunya bahkan wajib hukumnya bagi umat Islam. Setelah puasa Ramadan diwajibkan, status puasa Asyura berubah menjadi sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).
Kenapa Rasulullah SAW menganjurkan puasa Tasu’a (9 Muharram) juga? Ini untuk membedakan diri dari puasanya kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW bersabda:
“Jika aku masih hidup sampai tahun yang akan datang, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Muharram).” (HR. Muslim)
Sayangnya, Rasulullah SAW wafat sebelum tahun berikutnya tiba. Tapi, anjuran beliau ini menunjukkan pentingnya membedakan praktik ibadah umat Islam dengan umat agama lain. Jadi, puasa Tasu’a dan Asyura itu paket komplit: kita dapat pahala sunnah ganda, dan sekaligus menjalankan anjuran Nabi untuk membedakan diri.
Selain Tasu’a dan Asyura, puasa di tanggal 1 Muharram juga baik sebagai penanda dan pembuka tahun. Puasa Ayyamul Bidh di bulan Muharram juga punya keutamaan puasa Ayyamul Bidh pada umumnya, yaitu seperti berpuasa sepanjang masa jika dilakukan setiap bulan.
Amalan Lain di Bulan Muharram¶
Selain puasa, bulan Muharram ini juga jadi kesempatan emas buat kita memperbanyak amal saleh lainnya. Mengingat bulan ini adalah salah satu bulan suci, semua amal kebaikan yang kita lakukan pahalanya bisa dilipatgandakan. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
- Memperbanyak sedekah: Berbagi dengan sesama, apalagi di bulan yang mulia, pahalanya besar banget.
- Menyantuni anak yatim: Tanggal 10 Muharram sering disebut Hari Raya Anak Yatim. Menyantuni dan membahagiakan mereka di hari ini punya keutamaan tersendiri.
- Memperbanyak doa dan dzikir: Mengisi hari-hari di bulan suci dengan mengingat Allah dan memohon kebaikan.
- Membaca Al-Qur’an: Menjadikan Muharram sebagai awal yang baik untuk meningkatkan interaksi dengan kitab suci Al-Qur’an.
- Menyambung silaturahmi: Mempererat tali persaudaraan sesama muslim.
Dengan mengisi bulan Muharram dengan berbagai amalan saleh ini, insya Allah kita bisa memulai tahun baru Hijriah dengan penuh berkah dan ridha Allah SWT.
Puasa di bulan Muharram, khususnya pada hari Tasu’a dan Asyura, adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena keutamaannya yang besar sebagai penghapus dosa setahun dan sebagai amal utama di awal tahun Hijriah. Jangan sampai ketinggalan ya!
Bagaimana, sudah siap menyambut Tahun Baru Islam 1447 H dengan memperbanyak puasa dan amal saleh lainnya? Yuk, sama-sama kita manfaatkan momen berharga ini!
Ada pertanyaan seputar puasa Muharram? Atau punya pengalaman seru saat puasa di bulan ini? Yuk, share di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar