QRIS Tap vs. Kode QR: Mana yang Lebih Oke Buat Bayar?

Table of Contents

QRIS Tap vs Kode QR

Pembayaran digital makin merajalela di Indonesia, salah satunya berkat kehadiran QRIS. Dulunya kita cuma kenal bayar pakai scan kode QR di aplikasi bank atau e-wallet. Nah, sekarang ada lagi yang namanya QRIS Tap. Ini kayak naik level, bikin transaksi lebih sat-set. Penasaran kan bedanya apa dan mana yang lebih cihuy buat kita pakai sehari-hari? Yuk, kita kupas tuntas!

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan, Bapak Rizki Ernadi Wimanda, inovasi terbaru ini lagi gencar diperkenalkan. Di Sulsel sendiri, sudah ada sembilan bank besar yang siap mendukung implementasi QRIS Tap ini. Artinya, ekosistemnya sudah mulai dibangun biar masyarakat makin gampang bertransaksi.

Apa Sih QRIS Tap Itu?

QRIS Tap ini adalah evolusi dari QRIS yang udah kita kenal. Kalau biasanya kita bayar dengan memindai (scan) kode QR yang dipajang pedagang, QRIS Tap ini beda lagi. Cara bayarnya cukup dengan menempelkan (tap) ponsel kita ke terminal pembayaran yang sudah support NFC (Near Field Communication). Mirip banget sama cara bayar pakai kartu contactless atau e-money yang di-tap di pintu tol atau transportasi umum gitu.

Teknologi NFC ini memungkinkan dua perangkat berkomunikasi dalam jarak dekat banget, cuma beberapa sentimeter. Makanya disebut ‘tap’ atau ‘tempel’. Syaratnya, ponsel kita harus sudah punya fitur NFC dan terminal pembayaran di merchant juga harus ada pembaca NFC-nya. Kalau dua-duanya ada, transaksi jadi super cepat dan praktis.

Kecepatan jadi jualan utama QRIS Tap ini. Kata Bapak Rizki, transaksi bisa tuntas dalam waktu sekitar 0,3 hingga 2 detik aja. Bayangin, cuma sekelebat mata! Ini jauh lebih cepat dibanding metode QRIS biasa yang butuh waktu 4 sampai 5 detik buat menyelesaikan transaksi. Waktu yang kelihatannya singkat ini padahal lumayan berarti lho, apalagi kalau lagi antre panjang.

Bank-bank Pendukung QRIS Tap

BI nggak sendirian dalam mengembangkan QRIS Tap ini. Ada banyak penyedia jasa pembayaran (PJP), terutama bank-bank besar, yang ikut serta. Sejak diluncurkan pertama kali di Jakarta pada 14 Maret 2025, sudah ada 15 PJP yang bekerja sama. Di Sulsel, sembilan di antaranya sudah siap mengimplementasikan.

Sembilan bank yang disebut Bapak Rizki itu antara lain: Bank BNI, Bank Mega, CIMB Niaga, Bank Mandiri, BCA, Bank DKI, Bank Permata, dan Bank Sinarmas. Keikutsertaan bank-bank besar ini bikin QRIS Tap punya potensi cakupan yang luas dan bisa segera dinikmati banyak pengguna di berbagai daerah. Mereka berperan dalam menyediakan aplikasi yang support NFC payment dan juga mendorong merchant-merchant mereka untuk mengadopsi terminal NFC.

Untuk bisa pakai QRIS Tap dari bank-bank ini, pengguna cuma perlu memastikan aplikasi mobile banking atau e-wallet mereka sudah update dan mendukung fitur ini. Lalu, aktifkan fitur NFC di pengaturan ponsel Android mereka. Sayangnya, fitur NFC Tap untuk pembayaran semacam ini biasanya lebih umum tersedia di ponsel Android. Pengguna iPhone mungkin masih terbatas pada metode scan QR atau perlu menunggu pengembangan lebih lanjut.

Lalu, Bagaimana dengan QRIS Berbasis Kode QR?

QRIS berbasis kode QR ini adalah metode yang udah kita kenal luas. Ini yang paling umum ditemui di mana-mana, mulai dari pedagang kaki lima sampai supermarket besar. Cara pakainya gampang banget:

  1. Buka aplikasi pembayaran digital (mobile banking atau e-wallet) yang support QRIS.
  2. Pilih menu “Scan QRIS” atau sejenisnya.
  3. Arahkan kamera ponsel ke kode QR yang ditampilkan pedagang.
  4. Aplikasi akan otomatis mendeteksi nominal pembayaran (kalau QRIS Statis, kamu harus input nominal sendiri) atau langsung menunjukkan nominal (kalau QRIS Dinamis).
  5. Masukkan PIN atau otentikasi lainnya.
  6. Transaksi berhasil!

Metode scan ini punya keunggulan di sisi kompatibilitas. Hampir semua smartphone dengan kamera bisa menggunakan metode ini, nggak peduli apakah ada fitur NFC atau nggak. Ini yang bikin QRIS berbasis kode QR cepat menyebar dan diadopsi oleh berbagai kalangan masyarakat dan pedagang.

Proses pemindaian dan verifikasi transaksi untuk QRIS berbasis kode QR ini biasanya memakan waktu sekitar 4-5 detik, sedikit lebih lama dibanding QRIS Tap. Meskipun begitu, waktu ini tetap dianggap cepat dan efisien dibandingkan metode pembayaran tunai.

Perbandingan Head-to-Head: QRIS Tap vs. Kode QR

Biar lebih jelas, mari kita bandingkan kedua metode pembayaran digital ini dari berbagai sisi:

Kecepatan Transaksi

  • QRIS Tap: Jauh lebih cepat, sekitar 0,3 - 2 detik. Ini karena komunikasi NFC bersifat real-time dan datanya ditransfer dengan sangat cepat saat perangkat ditempelkan.
  • QRIS Kode QR: Sedikit lebih lambat, sekitar 4 - 5 detik. Prosesnya melibatkan pemindaian gambar, pemrosesan data kode QR, lalu komunikasi dengan server pembayaran.

Siapa yang lebih unggul? QRIS Tap jelas pemenangnya dalam urusan kecepatan. Cocok banget buat transaksi di tempat yang butuh flow cepat, kayak kasir minimarket yang antreannya panjang.

Cara Penggunaan

  • QRIS Tap: Cukup tempelkan ponsel (dengan NFC aktif dan aplikasi pembayaran terbuka atau di latar belakang yang support) ke terminal NFC. Nggak perlu buka aplikasi spesifik atau mengarahkan kamera.
  • QRIS Kode QR: Wajib buka aplikasi pembayaran, pilih menu scan, lalu arahkan kamera ponsel ke kode QR. Kadang butuh posisi dan pencahayaan yang pas biar kameranya bisa nge-lock kode QR dengan benar.

Siapa yang lebih mudah? Ini tergantung situasinya. QRIS Tap lebih seamless kalau perangkat dan terminalnya kompatibel. QRIS Kode QR lebih universal karena nggak butuh fitur NFC, tapi kadang butuh effort lebih buat scanning.

Kenyamanan

  • QRIS Tap: Sangat nyaman karena minim langkah. Nggak perlu khawatir kode QR-nya rusak, buram, atau pencahayaan jelek. Langsung tempel, beres.
  • QRIS Kode QR: Kadang bisa terkendala kondisi fisik kode QR (misalnya kena air, lecek, atau dicetak kecil) atau kondisi lingkungan (gelap atau terlalu terang). Memindai dari layar digital (misalnya di monitor) juga kadang butuh trik.

Siapa yang lebih nyaman secara umum? QRIS Tap menawarkan kenyamanan yang lebih tinggi karena nggak bergantung pada visual kode QR.

Keamanan

  • QRIS Tap: Menggunakan teknologi NFC yang aman dan proses transaksi terenkripsi. Menempelkan perangkat juga mengurangi risiko salah scan kode QR palsu yang mungkin ditempel oleh pihak tidak bertanggung jawab.
  • QRIS Kode QR: Juga sangat aman karena menggunakan enkripsi dan standar keamanan BI. Namun, risiko seperti scanning kode QR palsu di tempat umum tetap ada, meskipun jarang terjadi dan BI sudah sering mengingatkan untuk selalu waspada.

Siapa yang lebih aman? Keduanya sama-sama aman secara sistem. Tapi, dari sisi user experience, QRIS Tap mungkin sedikit mengurangi potensi human error atau risiko phishing via kode QR palsu.

Kompatibilitas Perangkat

  • QRIS Tap: Hanya bisa digunakan dengan ponsel yang memiliki fitur NFC dan aplikasi pembayaran yang mendukung NFC Tap, serta terminal pembayaran yang memiliki pembaca NFC. Saat ini fitur NFC lebih umum di ponsel Android kelas menengah ke atas.
  • QRIS Kode QR: Bisa digunakan dengan hampir semua smartphone modern yang punya kamera dan bisa menginstal aplikasi pembayaran, tanpa perlu fitur NFC. Terminal pembayarannya juga cuma perlu menampilkan kode QR (bisa dicetak di kertas, di sticker, atau ditampilkan di layar).

Siapa yang lebih kompatibel secara luas? QRIS Kode QR jelas lebih universal dan bisa digunakan oleh lebih banyak orang dengan berbagai jenis ponsel.

Ketersediaan di Merchant

  • QRIS Tap: Masih dalam tahap pengembangan dan adopsi. Terminal NFC belum sebanyak merchant yang menampilkan kode QR. Mungkin baru banyak ditemui di merchant-merchant besar atau modern.
  • QRIS Kode QR: Sudah sangat luas tersebar di seluruh Indonesia, dari kota besar sampai pelosok, dari toko modern sampai pedagang keliling.

Siapa yang lebih mudah ditemukan? QRIS Kode QR saat ini punya cakupan yang jauh lebih luas.

Berikut rangkuman perbandingannya dalam format tabel:

Fitur QRIS Tap QRIS Kode QR Keterangan Unggul
Kecepatan 0,3 - 2 detik 4 - 5 detik QRIS Tap
Cara Penggunaan Tempel (Tap) via NFC Pindai (Scan) via Kamera Tergantung situasi
Kenyamanan Tinggi, nggak butuh visual Baik, tapi bergantung kondisi QR QRIS Tap
Keamanan Sangat Aman + Kurangi Risiko Scan Palsu Sangat Aman Keduanya aman
Kompatibilitas HP Butuh NFC & App Support Butuh Kamera & App Support QRIS Kode QR
Ketersediaan Merchant Masih Berkembang Sangat Luas QRIS Kode QR

Dari tabel ini, kelihatan kalau QRIS Tap unggul di kecepatan dan kenyamanan, sementara QRIS Kode QR unggul di kompatibilitas perangkat dan ketersediaan. Ini menandakan bahwa kedua metode ini sebenarnya nggak saling menggantikan, tapi lebih ke saling melengkapi. QRIS Tap cocok buat transaksi yang butuh kecepatan tinggi atau di lokasi dengan antrean padat, sementara QRIS Kode QR tetap jadi solusi pembayaran digital yang paling merata dan bisa diakses banyak orang.

Peluncuran QRIS Tap di Sulawesi Selatan: Momentum Penting Digitalisasi

Keputusan Bank Indonesia untuk meluncurkan QRIS Tap di Sulawesi Selatan pada Minggu, 29 Juni 2025, adalah langkah strategis. Acara yang diberi nama “SULTAN (Sulawesi Selatan) TAP KI” ini menandai peluncuran QRIS Tap pertama kali di luar pulau Jawa, menjadikannya provinsi kedua setelah DKI Jakarta yang menikmati inovasi ini. Ini menunjukkan komitmen BI untuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran secara merata ke seluruh penjuru negeri, nggak cuma terpusat di ibu kota.

Peluncuran ini dilakukan di area Car Free Day Mandala Sudirman, Makassar, yang merupakan lokasi publik dan ramai, pas banget untuk memperkenalkan teknologi baru ke masyarakat luas. Dengan adanya acara ini, diharapkan masyarakat Sulsel, khususnya Makassar, jadi lebih familiar dan tertarik buat pakai QRIS Tap.

Inisiatif ini juga sejalan dengan visi besar BI dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. Salah satu target utama BSPI 2025 adalah menciptakan ekosistem pembayaran digital yang efisien, inklusif, dan inovatif. QRIS Tap, dengan segala keunggulannya dalam kecepatan dan kemudahan, diharapkan bisa jadi salah satu pendorong utama untuk mencapai target tersebut, terutama dalam menjangkau daerah-daerah di luar Jawa.

Kehadiran Wali Kota Makassar, Bapak Munafri Arifuddin, dalam acara peluncuran ini juga memberikan dukungan moral dan menunjukkan sinergi antara BI dengan pemerintah daerah. Bapak Wali Kota menyambut baik inisiatif ini karena sejalan dengan program digitalisasi di lingkungan Pemkot Makassar sendiri. Beliau menekankan pentingnya pembayaran cashless atau non-tunai untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan. Ini membuktikan bahwa adopsi pembayaran digital bukan cuma soal gaya hidup, tapi juga alat penting untuk mewujudkan tata kelola yang lebih baik. Dukungan dari pemerintah daerah sangat krusial untuk memastikan infrastruktur dan kesiapan masyarakat dalam mengadopsi teknologi pembayaran baru seperti QRIS Tap.

Pengembangan QRIS Tap ini juga diberi akronim yang catchy: Tuntas, Aman, dan Praktis.
* Tuntas: Proses transaksi yang sangat cepat, selesai dalam hitungan detik.
* Aman: Menggunakan standar keamanan tinggi yang ditetapkan oleh BI, terhindar dari risiko kesalahan scan atau pemalsuan.
* Praktis: Cara penggunaan yang sangat mudah, cukup tempel tanpa perlu ribet scan atau mencari kode QR.

Semua keunggulan ini diharapkan bisa meningkatkan minat masyarakat dan merchant untuk beralih sepenuhnya ke pembayaran digital. Semakin banyak yang pakai, semakin efisien dan transparan juga perputaran ekonomi.

Bagaimana Masa Depan Pembayaran Digital di Indonesia?

Baik QRIS Tap maupun QRIS Kode QR, keduanya adalah bagian dari ekosistem QRIS yang lebih besar. Ke depannya, kemungkinan besar kedua metode ini akan terus berjalan beriringan. QRIS Kode QR akan tetap jadi pilihan utama untuk merchant kecil, pedagang informal, atau di daerah-daerah yang mungkin belum memiliki infrastruktur NFC yang memadai. Sementara itu, QRIS Tap akan makin populer di merchant-merchant modern, transportasi umum, atau tempat-tempat yang sangat mementingkan kecepatan dan efisiensi transaksi.

Inovasi seperti QRIS Tap menunjukkan bahwa Bank Indonesia dan para pelaku industri pembayaran di Indonesia nggak berhenti berinovasi. Mereka terus mencari cara untuk membuat pembayaran digital jadi lebih mudah, cepat, aman, dan bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat. Dengan semakin banyak pilihan cara bayar yang canggih, masyarakat jadi makin nyaman beralih dari tunai ke digital.

Peralihan ke pembayaran digital ini punya dampak positif yang besar lho buat ekonomi. Transaksi jadi lebih tercatat, potensi kebocoran atau penyelewengan bisa dikurangi, data transaksi bisa dipakai untuk analisis ekonomi, dan yang paling penting, bisa meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya unbanked atau underbanked.

Jadi, mana yang lebih oke buat bayar? Jawabannya tergantung kebutuhan dan ketersediaan. Kalau kamu punya ponsel dengan NFC dan ketemu merchant yang support QRIS Tap, metode Tap ini pasti lebih ngebut dan nyaman. Tapi kalau lagi di pasar tradisional atau toko kecil, QRIS Kode QR tetap jadi andalan yang paling bisa diandalkan.

Video singkat tentang cara kerja QRIS Tap mungkin bisa kasih gambaran lebih jelas:



(Ganti YOUR_RELEVANT_YOUTUBE_VIDEO_ID_HERE dengan ID video YouTube yang relevan, misalnya tutorial pakai QRIS Tap)


Ini menandakan bahwa ekosistem pembayaran digital di Indonesia terus berkembang dan semakin canggih. Sebagai konsumen, kita diuntungkan dengan semakin banyak pilihan cara bayar yang sesuai dengan situasi dan preferensi kita.

Gimana nih menurut kamu? Sudah pernah cobain QRIS Tap? Atau masih setia pakai QRIS Kode QR? Yuk, share pengalamanmu di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar