Ups! 10 Jurusan Ini Gaji Awalnya Kecil? Jurnalisme Termasuk, Lho!

Table of Contents

Memilih jalan pendidikan setelah SMA memang gampang-gampang susah ya. Banyak banget faktor yang dipikirkan, mulai dari minat pribadi, bakat, sampai restu orang tua. Tapi nggak bisa dipungkiri, salah satu pertimbangan terbesar pastinya soal masa depan karier dan potensi penghasilan yang bisa didapat nanti. Siapa sih yang nggak mau punya karier cemerlang dengan gaji yang bikin senyum?

Sayangnya, realita di lapangan kadang nggak seindah bayangan saat masih asyik kuliah di kampus. Banyak lulusan yang kaget dan merasa nyesel setelah tahu gaji pertama mereka ternyata jauh dari ekspektasi yang dibayangkan selama ini. Ini bukan cuma soal nggak siap mental, tapi memang ada beberapa bidang studi yang penghasilan awalnya cenderung lebih rendah dibanding jurusan lain.

Survei yang Bikin Mikir Ulang

Baru-baru ini, ada survei menarik dari ZipRecruiter yang melibatkan ribuan pencari kerja yang udah lulus kuliah. Survei ini mencoba menggali apa aja sih yang bikin para lulusan ini regret alias menyesal dengan jurusan yang mereka ambil dulu. Hasilnya cukup mencengangkan, banyak yang nyesel karena ternyata gaji awal yang mereka dapatkan itu nggak sepadan dengan jerih payah kuliah dan, yang paling penting, nggak cukup buat menopang biaya hidup yang makin tinggi.

Menurut Sinem Buber, seorang ekonom utama di ZipRecruiter, awalnya mahasiswa memang memilih jurusan berdasarkan minat dan passion. Tapi begitu nyemplung ke dunia nyata, ketemu sama yang namanya tagihan, cicilan, dan biaya hidup sehari-hari, pandangan mereka langsung berubah. Penghasilan jadi faktor krusial yang tadinya mungkin nomor sekian, tiba-tiba jadi nomor satu. Ini yang kemudian memicu rasa penyesalan.

Daftar Jurusan dengan Penyesalan Terbanyak soal Gaji Awal

Nah, dari survei tersebut, muncul deh daftar 10 jurusan yang paling banyak bikin lulusannya nyesel karena prospek gaji awalnya tergolong rendah. Mungkin ada jurusan incaranmu di daftar ini? Cek bareng-bareng yuk!

No. Jurusan Persentase Menyesal
1. Jurnalisme 87 persen
2. Sosiologi 72 persen
3. Seni 72 persen
4. Komunikasi 64 persen
5. Pendidikan 61 persen
6. Manajemen Marketing dan Riset 60 persen
7. Pendamping Medis (Medical Assistant) 56 persen
8. Ilmu Politik dan Pemerintahan 56 persen
9. Biologi 52 persen
10. Sastra Inggris 52 persen

Kenapa Gaji Awalnya Bisa Kecil?

Melihat daftar di atas, mungkin ada yang kaget atau bahkan merasa relate. Tapi kenapa sih jurusan-jurusan ini punya kecenderungan gaji awal yang rendah? Ternyata ada beberapa faktor umum yang memengaruhinya. Pertama, banyak dari bidang ini, seperti Jurnalisme, Seni, Sosiologi, dan Sastra Inggris, dianggap memiliki pasokan tenaga kerja yang cukup banyak, bahkan berlebih di beberapa area, sementara permintaan untuk posisi entry-level dengan gaji tinggi masih terbatas. Persaingan ketat ini bisa menekan tawaran gaji awal.

Kedua, beberapa bidang seperti Pendidikan, Sosiologi, dan sebagian Ilmu Politik, banyak beririsan dengan sektor publik atau nirlaba (non-profit). Sektor-sektor ini seringkali memiliki keterbatasan anggaran dibandingkan sektor swasta yang berorientasi profit, sehingga standar gaji untuk posisi awal cenderung mengikuti struktur penggajian yang mungkin tidak setinggi di korporasi besar. Meskipun pekerjaan di sektor ini seringkali sangat bermakna dan penting bagi masyarakat, imbalan finansial di awal karier bisa jadi tantangan.

Selain itu, beberapa jurusan, terutama di bidang seni dan komunikasi, butuh portofolio atau pengalaman kerja yang kuat untuk bisa mendapatkan posisi dengan gaji yang kompetitif. Lulusan baru yang minim pengalaman seringkali harus memulai dari bawah, mungkin magang atau posisi junior dengan kompensasi yang belum maksimal demi mengumpulkan jam terbang dan membangun jaringan. Ini bukan berarti skill mereka rendah, tapi standar industri memang sering menuntut pembuktian di lapangan.


Mahasiswa sedang memikirkan pilihan jurusan


Jurusan seperti Biologi atau Pendamping Medis (Medical Assistant) juga bisa jadi punya gaji awal yang belum terlalu tinggi karena seringkali membutuhkan pendidikan lanjutan, sertifikasi tambahan, atau pengalaman klinis tertentu untuk bisa naik ke level yang lebih tinggi dengan gaji yang lebih baik. Lulusan Biologi mungkin butuh S2 atau riset lanjutan untuk posisi peneliti bergaji tinggi, sementara Medical Assistant mungkin butuh sertifikasi tambahan atau pengalaman bertahun-tahun untuk posisi supervisor atau spesialis. Jadi, gaji awal hanyalah pijakan pertama, bukan puncak karier.

Khusus untuk Manajemen Marketing dan Riset, meskipun terdengar komersial, posisi entry-level seperti staf marketing junior atau asisten riset seringkali memulai dengan gaji standar. Kenaikan signifikan biasanya baru terasa setelah punya pengalaman beberapa tahun, berhasil membuktikan pencapaian, dan mungkin mengambil peran yang lebih strategis atau manajerial. Bidang ini sangat mengandalkan kinerja dan hasil untuk menentukan potensi pendapatan yang lebih besar.

Bukan Berarti Nggak Punya Masa Depan

Daftar ini bukan ditujukan untuk menakut-nakuti atau bilang kalau jurusan-jurusan itu buruk. Sama sekali nggak! Banyak kok orang-orang sukses yang lulus dari jurusan-jurusan ini. Titiknya adalah, kamu perlu punya ekspektasi yang realistis soal gaji awal setelah lulus. Menyesal itu muncul karena ada jarak antara ekspektasi dan realita, terutama saat kebutuhan finansial mendesak.

Lulusan Jurnalisme bisa jadi editor hebat, produser TV, penulis buku laris, atau bahkan konsultan media dengan pendapatan yang fantastis setelah punya pengalaman. Lulusan Seni bisa jadi desainer grafis ternama, seniman profesional, kurator galeri, atau membuka studio kreatif sendiri. Lulusan Pendidikan bisa jadi kepala sekolah, konsultan pendidikan, atau trainer profesional. Ilmu Politik bisa mengarah ke karier di pemerintahan, diplomat, analis politik, atau bahkan masuk ke dunia hukum yang sangat kompetitif.

Jadi, potensi itu ada, tapi mungkin butuh waktu, usaha ekstra, kemauan untuk terus belajar, mengembangkan skill tambahan yang relevan dengan tuntutan pasar saat ini (misalnya digital marketing untuk lulusan komunikasi atau jurnalisme, data science untuk biologi atau sosiologi), dan tentu saja, membangun jaringan (networking) yang luas. Gaji awal yang kecil bukan akhir dari segalanya, tapi bisa jadi awal dari perjalanan panjang menuju karier yang lebih mapan dan berpenghasilan tinggi.

Tips biar Nggak Menyesal Nanti

Kalau kamu sekarang lagi di fase memilih jurusan atau bahkan sudah kuliah di salah satu jurusan di daftar ini, jangan langsung panik ya. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk meminimalkan risiko penyesalan ini:

  1. Riset Mendalam: Jangan cuma lihat nama jurusannya yang keren atau ikut-ikutan teman. Cari tahu detail kurikulumnya, prospek kerjanya itu apa aja, dan yang paling penting, kisaran gaji untuk posisi entry-level di industri terkait. Gunakan situs-situs pencari kerja atau platform informasi karier untuk mendapatkan data yang realistis.
  2. Lihat Potensi Jangka Panjang: Gaji awal memang penting, tapi lihat juga potensi kenaikan gaji dan pengembangan karier dalam 5-10 tahun ke depan. Apakah ada jalur yang jelas menuju posisi yang lebih tinggi dengan gaji lebih baik?
  3. Kembangkan Skill Tambahan: Di era digital ini, punya skill lintas disiplin itu penting banget. Misalnya, lulusan sastra Inggris yang jago copywriting digital atau lulusan sosiologi yang mahir analisis data punya nilai jual lebih tinggi. Manfaatkan kursus online, workshop, atau belajar otodidak untuk menambah skillset-mu.
  4. Cari Pengalaman Praktis: Magang, kerja part-time yang relevan, atau terlibat dalam proyek-proyek di luar kuliah bisa memberimu gambaran nyata dunia kerja dan membantumu membangun portofolio serta jaringan. Ini juga bisa jadi jalan pintas untuk mendapatkan tawaran kerja dengan gaji yang lebih baik begitu lulus.
  5. Pertimbangkan Passion dan Realita: Memilih jurusan sesuai passion itu bagus, tapi jangan buta sama realita pasar kerja. Coba cari titik temu antara apa yang kamu sukai, apa yang kamu kuasai, dan apa yang dibutuhkan oleh industri dengan kompensasi yang layak.
  6. Siapkan Mental: Kalaupun akhirnya kamu masuk ke jurusan dengan potensi gaji awal rendah, siapkan mental bahwa kamu mungkin harus berjuang lebih keras di awal. Fokus pada pengembangan diri, perluas jaringan, dan jangan berhenti belajar. Gaji bisa naik seiring pengalaman dan skill yang terus bertambah.

Memilih jurusan kuliah adalah investasi besar waktu, tenaga, dan uang. Jadi, sangat wajar kalau kamu ingin mendapatkan hasil yang terbaik. Menyesal karena gaji yang tidak sesuai harapan bisa jadi pengalaman yang pahit, apalagi di tengah tuntutan hidup yang tinggi. Tapi, dengan informasi yang tepat dan persiapan yang matang, kamu bisa menghindari penyesalan itu dan membangun karier yang memuaskan, baik dari sisi minat maupun finansial.

Bagaimana menurutmu daftar jurusan ini? Ada yang kaget? Atau mungkin ada pengalaman pribadi yang relate? Share yuk pandanganmu di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar