Kapan Puasa Tasua Asyura 2025? Ini Jadwal Resmi Pemerintah, NU, Muhammadiyah!

Table of Contents

Puasa Tasua Asyura 2025

Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang penuh berkah dalam penanggalan Islam. Umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan sunnah di bulan ini, salah satunya adalah puasa. Ada amalan puasa sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Muharram, yaitu puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Keutamaan puasa di bulan Muharram ini disebutkan dalam beberapa hadits Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam an-Nawawi dalam kitabnya Riyadhus Shalihin. Hadits ini menjelaskan betapa istimewanya puasa di bulan yang mulia ini.

Berikut bunyi hadits tersebut:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Artinya: “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah Muharram dan sebaik-baik salat setelah salat fardhu adalah salat malam’.” (HR Muslim)

Menurut penjelasan Imam an-Nawawi dalam Syarah Riyadhus Shalihin, bulan Muharram memang menduduki posisi yang sangat tinggi untuk pelaksanaan puasa sunnah. Keutamaan puasa di bulan ini menjadikannya puasa paling utama setelah puasa wajib Ramadan. Ini menunjukkan betapa besar pahala yang bisa diraih oleh seorang hamba yang mengerjakan puasa di bulan Muharram atas dasar cinta dan ketaatan kepada Allah SWT.

Puasa 9 dan 10 Muharram 2025: Tasua dan Asyura

Dari sekian banyak hari di bulan Muharram, ada dua hari yang paling sering dibicarakan dan dianjurkan untuk berpuasa, yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram. Puasa pada 9 Muharram dikenal dengan sebutan puasa Tasua, sementara puasa pada 10 Muharram dinamakan puasa Asyura. Kedua puasa ini memiliki keutamaan tersendiri dan sangat ditekankan dalam ajaran Islam.

Anjuran untuk melaksanakan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram ini didasarkan pada sabda dan sunnah Rasulullah SAW. Beliau menganjurkan puasa Asyura, dan bahkan berkeinginan untuk menambah puasa Tasua di tahun berikutnya jika masih diberi kesempatan hidup. Puasa Asyura sendiri memiliki keutamaan yang luar biasa dalam menghapus dosa.

Ada hadits dari Ibnu Abbas RA yang meriwayatkan keinginan Nabi SAW untuk berpuasa Tasua:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ رَوَاهُ مسلم.

Artinya: “Seandainya aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram.” (HR Muslim; shahih)

Selain itu, ada hadits dari Abu Qatadah RA yang menjelaskan keutamaan puasa Asyura:

وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ رَوَاهُ مسلم.

Artinya: Dari Abu Qatadah RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, “Puasa tersebut dapat melebur dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim; shahih)

Dua hadits ini menjadi dasar kuat mengapa puasa Tasua dan Asyura sangat dianjurkan bagi umat Islam. Puasa ini tidak hanya bernilai ibadah sunnah, tetapi juga memiliki keutamaan ampunan dosa yang sangat besar di sisi Allah SWT. Melaksanakannya berarti mengikuti sunnah Nabi dan meraih keberkahan bulan Muharram.

Untuk tahun 2025, bulan Muharram bertepatan dengan 1447 Hijriah. Ada perbedaan penetapan awal bulan antara beberapa lembaga di Indonesia, yang berpengaruh pada jadwal puasa Tasua dan Asyura. Berikut adalah perkiraan jadwal puasa Tasua dan Asyura menurut beberapa versi yang umum diikuti di Indonesia.

Jadwal Puasa 9 dan 10 Muharram Versi Pemerintah

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, biasanya menetapkan awal bulan Hijriah berdasarkan hasil sidang isbat. Untuk tahun 1447 Hijriah, Kementerian Agama telah merilis Kalender Hijriah Indonesia 2025. Menurut kalender tersebut, 1 Muharram 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025.

Mengacu pada penetapan awal bulan tersebut, jadwal pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura untuk tahun 2025 menurut versi pemerintah adalah sebagai berikut:

  • 9 Muharram 1447 H: Sabtu, 5 Juli 2025 (Puasa Tasua)
  • 10 Muharram 1447 H: Minggu, 6 Juli 2025 (Puasa Asyura)

Jadwal ini menjadi acuan resmi bagi masyarakat umum yang mengikuti ketetapan pemerintah dalam urusan penanggalan Hijriah. Banyak umat Islam yang akan menjadikan tanggal ini sebagai pedoman untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah Tasua dan Asyura.

Jadwal Puasa 9 dan 10 Muharram Versi NU

Nahdlatul Ulama (NU) juga memiliki mekanisme sendiri dalam menentukan awal bulan Hijriah, yaitu melalui Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU). Penentuan ini biasanya didasarkan pada perhitungan hisab dan rukyatul hilal (pengamatan hilal). Untuk 1 Muharram 1447 H, LF PBNU juga telah mengeluarkan keputusannya.

LF PBNU mengumumkan bahwa posisi hilal di seluruh Indonesia pada 29 Zulhijah 1446 Hijriah masih berada di bawah ufuk, sehingga bulan Zulhijah digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari. Dengan demikian, awal bulan Muharram 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025. Keputusan ini sejalan dengan ketetapan pemerintah.

Berdasarkan keputusan LF PBNU tersebut, jadwal pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura 2025 bagi warga Nahdliyin adalah:

  • 9 Muharram 1447 H: Sabtu, 5 Juli 2025 (Puasa Tasua)
  • 10 Muharram 1447 H: Minggu, 6 Juli 2025 (Puasa Asyura)

Jadwal ini sama persis dengan yang ditetapkan oleh pemerintah, menunjukkan kesamaan hasil dalam penentuan awal Muharram tahun ini antara kedua lembaga tersebut. Umat Islam yang berafiliasi dengan NU dapat merujuk pada tanggal ini untuk menjalankan puasa Tasua dan Asyura.

Jadwal Puasa 9 dan 10 Muharram Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah dan NU, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam penetapan awal bulan Hijriah. Metode ini cenderung menetapkan awal bulan lebih awal jika hilal sudah memenuhi kriteria wujud, meskipun belum tentu terlihat. Untuk tahun 1447 Hijriah, Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai acuan resmi.

Menurut KHGT yang digunakan oleh Muhammadiyah, 1 Muharram 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 26 Juni 2025. Ini berarti awal tahun baru Islam versi Muhammadiyah lebih cepat sehari dibandingkan versi pemerintah dan NU. Perbedaan metode perhitungan ini memang seringkali menyebabkan perbedaan dalam penetapan awal bulan Hijriah.

Dengan penetapan awal Muharram yang lebih awal, jadwal pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura 2025 menurut versi Muhammadiyah juga akan berbeda. Berdasarkan KHGT, puasa 9 dan 10 Muharram akan dilaksanakan pada:

  • 9 Muharram 1447 H: Jumat, 4 Juli 2025 (Puasa Tasua)
  • 10 Muharram 1447 H: Sabtu, 5 Juli 2025 (Puasa Asyura)

Umat Islam yang mengikuti metode perhitungan Muhammadiyah akan melaksanakan puasa Tasua dan Asyura sehari lebih awal dibandingkan mereka yang mengikuti versi pemerintah dan NU. Penting bagi setiap muslim untuk mengetahui acuan yang biasa mereka ikuti agar tidak keliru dalam menentukan jadwal ibadah.

Tata Cara Puasa 9 dan 10 Muharram 2025

Pelaksanaan puasa sunnah Tasua dan Asyura pada dasarnya memiliki tata cara yang sama dengan puasa sunnah lainnya. Tidak ada perbedaan mendasar dalam pelaksanaannya dibandingkan puasa sunnah pada umumnya. Yang terpenting adalah memenuhi rukun dan syarat sah puasa.

Berikut adalah panduan ringkas mengenai tata cara melaksanakan puasa 9 dan 10 Muharram 2025:

  1. Berniat puasa: Niat dilakukan di malam hari sebelum fajar atau di pagi hari sebelum masuk waktu zuhur jika belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Setiap hari puasa (baik Tasua maupun Asyura) memerlukan niat yang terpisah.
  2. Menahan diri: Sepanjang hari puasa, yaitu sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, seseorang wajib menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri.
  3. Menyegerakan berbuka: Ketika waktu berbuka tiba (saat matahari terbenam, ditandai dengan masuknya waktu Magrib), dianjurkan untuk segera berbuka puasa dan tidak menunda-nundanya.

Melaksanakan puasa ini dengan penuh keikhlasan dan mengharap ridha Allah SWT akan menambah keberkahan ibadah yang kita jalankan.

Niat Puasa Tasua 9 Muharram

Niat adalah hal pertama yang harus dipersiapkan sebelum melaksanakan puasa. Niat puasa Tasua dilafalkan untuk puasa pada tanggal 9 Muharram. Niat ini sebaiknya diucapkan di dalam hati pada malam hari sebelum fajar menyingsing. Namun, jika lupa berniat di malam hari, puasa Tasua termasuk puasa sunnah mutlak yang boleh diniatkan pada pagi hari asalkan belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Berikut adalah bacaan niat puasa Tasua dalam bahasa Arab dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ تَاسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yauma tasu’ata sunnata-lillâhi ta’ala.

Artinya: “Saya berniat puasa Tasu’a sunnah karena Allah Ta’ala.”

Melafalkan niat ini merupakan penguatan tekad dalam hati untuk menjalankan ibadah puasa pada hari tersebut. Puasa Tasua ini sangat dianjurkan sebagai pembeda dari puasa Asyura saja, mengikuti sunnah Nabi SAW.

Niat Puasa Asyura 10 Muharram

Setelah puasa Tasua, keesokan harinya adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu menghapus dosa setahun yang lalu. Sama seperti puasa Tasua, niat puasa Asyura juga sebaiknya dilafalkan pada malam hari sebelum fajar. Jika terlupa, masih boleh diniatkan pada pagi hari sebelum waktu zuhur dengan syarat belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Berikut adalah bacaan niat puasa Asyura dalam bahasa Arab dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَشُورَا سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shauma ‘asyura sunnattan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya berniat puasa hari Asyura sunnah karena Allah Ta’ala.”

Kedua bacaan niat puasa Tasua dan Asyura ini umum digunakan dan diambil dari berbagai sumber kitab fikih. Salah satunya, bacaan niat ini juga terdapat dalam buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa karya Nur Sholikhin dan kitab Lu’Lu Al-Mujmi’at karya Rajo Bungsu.

Melaksanakan puasa Tasua dan Asyura adalah kesempatan emas untuk meraih pahala besar dan ampunan dari Allah SWT di bulan Muharram yang mulia ini. Meskipun ada perbedaan jadwal, yang terpenting adalah beribadah sesuai dengan keyakinan dan acuan yang dipegang masing-masing. Semoga kita semua diberi kemudahan dan keberkahan dalam menjalankan ibadah puasa sunnah ini.

Nah, sudah jelas kan perbedaan jadwal puasa Tasua dan Asyura 2025 menurut versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah? Jangan sampai keliru ya! Kalau kamu sendiri biasanya mengikuti yang mana nih? Yuk, share di kolom komentar!

Posting Komentar