Odading vs Donat Pink: Resepnya Mirip Gak Sih? Yuk, Cobain!
Akhir-akhir ini, dunia maya lagi heboh banget sama yang namanya Donat Pinkan Mambo. Gimana enggak jadi omongan, harganya lumayan bikin kaget, cara bikinnya beda dari donat pada umumnya, plus teksturnya disebut-sebut mirip sama odading. Nah, ini dia nih yang bikin banyak orang penasaran, “Emang resep odading itu kayak apa sih? Sama gak ya sama donat viralnya Pinkan Mambo?” Pertanyaan ini jadi trending dan bikin kita pengen cari tahu jawabannya bareng-bareng!
Mengenal Odading: Jajanan Khas yang Bikin Kangen¶
Odading itu sendiri sebenarnya adalah jajanan tradisional khas dari Jawa Barat. Bayangin deh, begitu digigit, luarnya itu renyah kriuk, terus pas masuk ke dalam, langsung terasa empuk banget! Ada sensasi sedikit berminyak yang gurih, dipadu sama rasa manis yang pas. Dijamin bikin nagih! Odading ini biasanya jadi teman ngopi atau ngeteh sore yang paling pas.
Meskipun paling dikenal dengan nama odading, jajanan ini punya banyak banget “saudara” di berbagai daerah lain di Indonesia. Mungkin kamu pernah denger nama bolang-baling, gembukan, kue bantal, galundeng, atau bahkan roti goreng? Yup, mereka semua itu sebenarnya varian atau nama lain dari si odading ini. Setiap daerah punya sebutan dan mungkin sedikit sentuhan khasnya sendiri, tapi intinya sama: adonan tepung manis yang digoreng hingga mengembang dan punya tekstur unik. Ini menunjukkan betapa kayanya kuliner Indonesia, ya!
Jajanan ini bukan cuma soal rasa manis atau empuknya, tapi juga punya nilai nostalgia tersendiri buat banyak orang. Biasanya, penjual odading bisa kita temui di pinggir jalan, di pasar tradisional, atau bahkan di depan sekolah-sekolah. Aroma harumnya yang semerbak saat digoreng selalu berhasil memikat siapapun yang lewat. Odading ini sederhana, tapi punya tempat spesial di hati para penikmat kuliner Indonesia.
Odading vs. Donat Pinkan Mambo: Bedanya di Mana Ya?¶
Nah, ini dia bagian yang paling bikin penasaran, apakah odading dan donat Pinkan Mambo itu sama? Kelihatannya sih sekilas mirip, sama-sama digoreng dan warnanya cokelat keemasan. Tapi, kalau kita bedah lebih dalam, ternyata ada perbedaan signifikan lho!
Menurut buku “Bongkar Rahasia Resep Makanan Viral” (2023) karya S.J. Tsurayya, kunci bedanya ada di tekstur adonannya. Adonan odading itu cenderung lebih lembut dan lengket banget di tangan. Beda jauh sama adonan donat biasa yang elastis dan gampang dibentuk alias kalis. Tekstur lengket ini penting banget buat odading, karena nanti hasilnya akan berongga dan empuk maksimal.
Adonan Odading:
- Tekstur: Sangat lembut dan lengket. Ini karena penggunaan tepung terigu protein tinggi dan sedikit proses ulen yang tidak sampai kalis elastis seperti donat pada umumnya.
- Pengembang: Selain ragi instan, odading sangat mengandalkan soda kue. Soda kue ini yang bikin adonannya bisa mengembang sempurna dan menghasilkan lubang-lubang alias rongga di bagian dalamnya. Ketika adonan odading disobek, akan terasa empuk sekali, berongga, dan punya banyak lubang udara yang khas. Ini yang bikin odading terasa ringan dan tidak padat.
- Proses: Biasanya diuleni sebentar, lalu didiamkan lama (proofing) agar mengembang dan ringan.
Donat Pinkan Mambo (Donat Cair):
- Tekstur Adonan: Yang ini nih paling unik! Adonan Donat Pinkan Mambo teksturnya justru cair, lho! Jauh beda sama adonan donat atau odading yang padat.
- Proses Penggorengan: Karena cair, donat ini digorengnya pakai cetakan khusus yang ada pegangan panjangnya. Jadi, adonan cairnya itu dituang ke cetakan, baru deh dicelupin ke minyak panas. Bukan dicetak dulu dari adonan padat, terus digoreng kayak donat pada umumnya. Ini metode yang cukup jarang ditemukan di pasaran donat biasa.
- Jenis Tepung: Pinkan Mambo sendiri bilang kalau donatnya ini termasuk “donat cair”. Kalau kita lihat dari referensi lain, seperti Buku “30 Resep Kue untuk Jualan Laris Manis” (2016) karya Sevi Bundanya Nala, donat cair itu bahan utamanya tepung terigu protein sedang. Tepung jenis ini menghasilkan donat yang lembut, ringan, dan gampang dikunyah, cocok buat donat mini atau donat rumahan.
Nah, ini nih bedanya dengan odading. Odading itu pakai tepung terigu protein tinggi. Kenapa protein tinggi? Karena tepung jenis ini bisa menghasilkan adonan yang lebih mengembang, kenyal, dan berongga. Gluten yang tinggi pada tepung protein tinggi inilah yang “menjebak” gas hasil fermentasi ragi dan reaksi soda kue, sehingga menciptakan tekstur yang empuk berongga.
Jadi, dari segi bahan dasar, cara membuat, sampai tekstur akhir, odading dan donat cair (ala Pinkan Mambo) itu jelas beda banget. Meskipun keduanya sama-sama digoreng dan manis, mereka punya identitas dan karakter masing-masing. Ini menunjukkan bahwa di dunia kuliner, inovasi itu bisa datang dari mana saja, bahkan dari adonan yang beda jauh sekalipun!
Bahan-bahan untuk Membuat Odading: Yuk, Coba di Rumah!¶
Setelah tahu perbedaannya, mungkin kamu jadi makin penasaran pengen coba bikin odading sendiri di rumah? Jangan khawatir, bikin odading itu gak sesulit yang dibayangkan, kok! Bahan-bahannya juga gampang dicari. Yuk, siapkan bahan-bahan ini:
- Tepung terigu protein tinggi: 250 gram. Ini penting banget ya, biar odadingmu bisa mengembang sempurna dan berongga cantik.
- Gula pasir: 4 sendok makan. Sesuaikan dengan selera manis yang kamu suka.
- Telur: 1 butir, kocok lepas. Telur akan membuat tekstur odading lebih lembut dan empuk.
- Ragi instan: 1 sendok teh. Pastikan ragi kamu masih aktif ya, biar adonan bisa mengembang.
- Soda kue: ½ sendok teh. Ini dia rahasia lubang-lubang di dalam odading!
- Susu cair hangat (bukan panas): 140 mililiter. Suhu hangat akan membantu ragi bekerja optimal.
- Margarin: 1 sendok makan. Untuk menambah kelembutan dan aroma harum pada adonan.
- Garam: ½ sendok teh. Sedikit garam akan menyeimbangkan rasa dan membuat adonan lebih gurih.
Tips Memilih Bahan:
- Tepung Terigu: Pastikan kamu pakai tepung terigu protein tinggi, biasanya disebut tepung roti. Ini kunci utama untuk menghasilkan tekstur odading yang kenyal dan berongga.
- Ragi Instan: Selalu cek tanggal kedaluwarsa ragi. Cara paling mudah mengetes ragi aktif atau tidak adalah dengan melarutkannya dalam sedikit air hangat dan gula. Jika muncul buih-buih kecil, berarti ragi masih bagus.
- Susu Cair: Suhu susu sangat penting. Jangan terlalu panas karena bisa mematikan ragi, jangan juga terlalu dingin karena ragi tidak akan aktif. Suhu yang pas adalah sekitar 37-40 derajat Celcius, hangat suam kuku.
Cara Membuat Odading yang Empuk dan Berongga: Ikuti Langkah Ini!¶
Sudah siap berkreasi di dapur? Yuk, ikuti langkah-langkah mudah ini untuk membuat odading yang empuk, renyah, dan berongga di dalamnya. Dijamin hasilnya gak kalah sama yang dijual di luaran!
- Aktifkan Ragi: Pertama, siapkan satu gelas kecil. Masukkan ragi instan, 1 sendok makan gula pasir dari takaran yang sudah disiapkan, dan 3 sendok makan susu cair hangat. Aduk rata hingga semua larut, lalu tutup gelasnya. Diamkan selama kurang lebih 10 menit. Kalau raginya aktif, nanti akan muncul busa atau buih di permukaannya. Ini tandanya ragi kamu siap tempur!
- Campur Bahan Kering: Sambil menunggu ragi aktif, siapkan wadah yang lebih besar. Masukkan tepung terigu, sisa gula pasir, dan soda kue. Aduk semua bahan kering ini hingga tercampur rata. Pastikan tidak ada gumpalan tepung yang tersisa.
- Satukan Adonan: Masukkan telur yang sudah dikocok lepas ke dalam campuran bahan kering. Tambahkan susu cair sedikit demi sedikit sambil terus diuleni atau diaduk. Setelah itu, masukkan ragi yang sudah aktif tadi. Uleni adonan dengan tangan atau bisa juga pakai mikser dengan kecepatan sedang. Lakukan hingga adonan tercampur rata dan membentuk gumpalan.
- Tambahkan Margarin dan Uleni Kembali: Setelah adonan mulai menyatu, masukkan margarin. Lanjutkan menguleni hingga margarin benar-benar merata dan tercampur sempurna dengan adonan. Ingat, adonan odading ini memang punya tekstur yang lembut dan agak lengket, jadi kamu nggak perlu menguleninya sampai benar-benar kalis elastis seperti adonan donat biasa. Cukup sampai tercampur rata dan tidak ada lagi sisa margarin yang terpisah.
- Proses Fermentasi (Proofing): Tutup adonan menggunakan plastik wrap atau kain bersih. Pastikan adonan tertutup rapat agar tidak kering. Diamkan di tempat hangat selama minimal 2 jam. Selama proses ini, adonan akan mengembang dua kali lipat dari ukuran semula. Ini penting banget ya, karena proses ini yang bikin odading jadi ringan dan berongga!
- Pembentukan Adonan: Setelah 2 jam, adonan akan mengembang sempurna. Baluri telapak tanganmu dengan sedikit tepung terigu agar tidak lengket saat mengambil adonan. Ambil adonan yang sudah mengembang, lalu pipihkan dengan ketebalan sekitar 1 hingga 1,5 centimeter. Kamu bisa menggunakan rolling pin atau cukup dengan tangan saja. Potong adonan menjadi bentuk kotak-kotak sesuai selera. Kalau mau lebih cantik, taburi permukaannya dengan biji wijen.
- Penggorengan: Siapkan wajan dengan minyak yang cukup banyak untuk menggoreng. Panaskan minyak dengan api sedang. Penting diingat, jangan masukkan adonan saat minyak terlalu panas ya! Minyak yang terlalu panas akan membuat odading cepat gosong di luar tapi mentah di dalam. Cukup masukkan adonan saat minyak sudah cukup panas, tapi belum sampai berasap. Goreng odading hingga berwarna kuning keemasan dan matang merata di kedua sisinya. Balik sesekali agar matangnya sempurna.
- Sajikan: Angkat odading yang sudah matang, tiriskan minyaknya. Odading siap dinikmati selagi hangat! Enak banget buat camilan sore atau teman minum teh.
Tips Tambahan untuk Hasil Maksimal:
- Jangan Terlalu Banyak Tepung Saat Memipihkan: Sedikit tepung itu cukup, terlalu banyak bisa bikin odading jadi keras.
- Gunakan Minyak Goreng Baru: Minyak yang bersih akan menghasilkan odading dengan warna yang lebih cantik dan rasa yang lebih enak.
- Jangan Menggoreng Terlalu Banyak Sekaligus: Beri ruang yang cukup di wajan agar odading bisa mengembang dengan leluasa dan matang merata.
Nah, gimana? Meskipun sekilas nampak mirip, resep odading ini cukup berbeda ya dengan donat Pinkan Mambo yang punya sebutan donat cair. Keduanya punya keunikan dan ciri khasnya masing-masing. Jadi, jangan salah lagi ya!
Setelah membaca resep dan perbedaannya, mana nih yang lebih menarik perhatianmu? Odading tradisional yang empuk berongga, atau donat cair ala Pinkan Mambo yang unik? Yuk, cobain resep odading ini di rumah dan ceritain pengalamanmu di kolom komentar! Kami tunggu cerita seru kalian!
Posting Komentar