Mau Jago Bikin Berita? Intip 15 Contoh Teks 5W+1H Ini!

Table of Contents

Halo para calon jurnalis hebat dan pembaca setia berita! Pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa sih ada berita yang gampang banget dicerna dan langsung bikin kita paham semua detailnya? Nah, rahasianya ada pada formula ajaib yang disebut 5W+1H. Ini adalah kunci utama dalam dunia jurnalistik untuk memastikan sebuah berita tersaji lengkap dan informatif, sehingga pembaca bisa mengerti peristiwa secara utuh tanpa banyak bertanya lagi.

Prinsip 5W+1H itu singkatan dari What (Apa), Who (Siapa), Where (Di mana), When (Kapan), Why (Mengapa), dan How (Bagaimana). Dengan memahami dan menerapkan keenam unsur ini, kita bisa menyajikan informasi secara jernih, akurat, dan pastinya mudah dipahami siapa saja. Jadi, kamu bukan cuma dapat info, tapi juga konteks di baliknya.

Ilustrasi pentingnya unsur 5W+1H dalam berita

Kenapa 5W+1H Penting Banget?

Bayangkan kamu lagi dengerin gosip dari temen, tapi cuma setengah-setengah. Pasti penasaran kan, “Siapa sih yang digosipin?”, “Kapan kejadiannya?”, atau “Kok bisa gitu?”. Nah, dalam berita, gak boleh ada pertanyaan-pertanyaan kayak gitu lagi setelah pembaca selesai membaca. 5W+1H hadir untuk menjawab semua potensi pertanyaan itu di awal, bikin pembaca merasa puas dengan informasi yang mereka dapat. Ini bikin berita jadi kredibel dan profesional, lho!

15 Contoh Teks Berita yang Mengandung Unsur 5W+1H

Yuk, kita bedah satu per satu contoh teks berita di bawah ini biar kamu makin jago mengidentifikasi atau bahkan bikin berita sendiri. Siap? Langsung saja kita mulai!

1. Contoh Pertama: Demo Ojol di Depan DPR

Aksi demonstrasi seringkali menjadi sorotan media, dan berita tentang hal ini harus bisa menjelaskan apa yang terjadi dengan jelas. Kali ini, kita akan melihat bagaimana demonstrasi pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta dilaporkan dengan lengkap, meski ternyata aksinya tidak berdampak signifikan pada operasional mereka. Penasaran bagaimana 5W+1H diterapkan? Mari kita simak.

JAKARTA, KOMPAS.com – Aksi demonstrasi pengemudi ojek online (ojol) yang digelar di depan DPR, Rabu (17/9/2025), tidak berdampak signifikan pada layanan transportasi berbasis aplikasi di Jakarta. Berdasarkan pemantauan Kompas.com di Stasiun Gondangdia, aktivitas para driver ojol tetap berjalan normal. Mereka sibuk menjemput dan mengantarkan penumpang, sementara sebagian lainnya beristirahat di shelter ojol. Tak lama kemudian, orderan dari aplikasi kembali membuat mereka melanjutkan pekerjaan. Bagi sebagian pengemudi, absen dari aksi bukan berarti tidak peduli dengan aspirasi yang disuarakan. Namun, banyak di antara mereka memilih fokus mencari nafkah karena lelah berulang kali turun ke jalan tanpa hasil nyata.

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Berita ini membahas tentang aksi demonstrasi yang dilakukan oleh pengemudi ojek online (ojol) di depan Gedung DPR. Informasi ini penting untuk mengetahui fokus utama peristiwa yang sedang terjadi.
* Who (Siapa): Pelaku utama dalam berita ini adalah para pengemudi ojek online (ojol) itu sendiri. Mereka adalah pihak yang terlibat langsung dalam aksi dan juga yang menjadi subjek pemantauan berita.
* Where (Di mana): Lokasi kejadian demonstrasi yang menjadi pusat perhatian adalah di depan Gedung DPR, Jakarta. Detail lokasi ini membantu pembaca membayangkan konteks geografis peristiwa.
* When (Kapan): Peristiwa demonstrasi ini berlangsung pada hari Rabu, 17 September 2025. Penjelasan waktu ini memberikan kronologi yang jelas bagi pembaca.
* Why (Mengapa): Alasan di balik aksi ini adalah keinginan para pengemudi untuk menyuarakan aspirasi mereka. Namun, sebagian dari mereka memilih untuk tetap bekerja karena merasa lelah berulang kali ikut aksi tanpa hasil nyata dan lebih memilih mencari nafkah.
* How (Bagaimana): Berita menjelaskan bahwa aksi demonstrasi ini ternyata tidak berdampak signifikan pada layanan aplikasi transportasi. Hal ini terlihat dari para pengemudi yang tetap beroperasi seperti biasa, menunjukkan bagaimana jalannya peristiwa tersebut.

2. Contoh Kedua: Bentrokan Perbatasan Thailand-Kamboja

Konflik perbatasan selalu menjadi isu sensitif yang perlu dilaporkan dengan sangat hati-hati dan lengkap. Kali ini, kita akan menyoroti insiden bentrokan antara pasukan Thailand dan demonstran Kamboja yang memicu ketegangan di perbatasan kedua negara. Kejadian ini mengingatkan kita betapa rapuhnya perdamaian di kawasan tersebut.

BANGKOK, KOMPAS.com – Pasukan Thailand menembakkan peluru karet dan gas air mata ke arah demonstran Kamboja dalam ketegangan di perbatasan kedua negara, Rabu (17/9/2025). Aksi itu memicu protes keras dari Phnom Penh yang menyebut lebih dari 20 orang terluka. Insiden ini terjadi di tengah rapuhnya gencatan senjata yang disepakati akhir Juli lalu, setelah lima hari perang berdarah menewaskan sedikitnya 43 orang dari kedua belah pihak dan membuat lebih dari 300 orang mengungsi. Bentrok paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir di perbatasan kedua negara itu sudah lama membayangi hubungan Thailand dan Kamboja, terutama terkait klaim atas kuil-kuil kuno di sepanjang perbatasan sepanjang 800 kilometer.

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Insiden penembakan peluru karet dan gas air mata oleh pasukan Thailand ke arah demonstran Kamboja menjadi inti berita ini. Ini menunjukkan konflik fisik yang terjadi.
* Who (Siapa): Pihak yang terlibat adalah Pasukan Thailand, demonstran Kamboja, dan Pemerintah Kamboja (Phnom Penh) yang melakukan protes. Identifikasi ini memberi tahu kita siapa saja aktor dalam peristiwa tersebut.
* Where (Di mana): Peristiwa ini terjadi di perbatasan antara Thailand dan Kamboja, lokasi yang memang sering menjadi titik panas. Penjelasan lokasi sangat penting dalam konflik semacam ini.
* When (Kapan): Kejadian ini berlangsung pada hari Rabu, 17 September 2025. Informasi waktu ini menegaskan kapan tepatnya peristiwa itu terjadi.
* Why (Mengapa): Penyebab insiden ini adalah ketegangan yang sudah lama ada terkait klaim perbatasan dan kuil-kuil kuno. Akar masalah ini membantu memahami latar belakang konflik.
* How (Bagaimana): Pasukan Thailand menembakkan peluru karet dan gas air mata kepada demonstran, yang mengakibatkan lebih dari 20 orang terluka. Ini menjelaskan mekanisme bagaimana bentrokan tersebut berlangsung.

3. Contoh Ketiga: Militer Nepal Ambil Alih Kekuasaan

Perubahan pemerintahan secara drastis selalu menjadi berita besar yang membutuhkan penjelasan komprehensif. Kali ini, Nepal menjadi sorotan ketika militer mengambil alih kekuasaan setelah serangkaian aksi protes mematikan. Kejadian ini tentu saja mengguncang stabilitas politik negara tersebut.

KOMPAS.com - Militer Nepal mengambil alih kekuasaan pada Selasa malam setelah aksi protes mematikan berjalan dua hari yang menyebabkan 20 orang tewas dan lengsernya pemerintah terpilih Perdana Menteri KP Sharma Oli. “Militer beroperasi di seluruh negeri,” sebut media SetoPati dikutip dari Antara. Para tentara dikerahkan untuk menegakkan hukum dan menjaga ketertiban saat para pengunjuk rasa merusak properti publik, serta membebaskan tahanan.

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Berita ini fokus pada pengambilalihan kekuasaan oleh Militer Nepal. Ini adalah inti peristiwa besar yang mengguncang stabilitas negara.
* Who (Siapa): Pelaku utama dalam peristiwa ini adalah Militer Nepal. Merekalah yang mengambil tindakan dan menjalankan operasi di seluruh negeri.
* Where (Di mana): Peristiwa ini terjadi di Nepal, menunjukkan lingkup geografis dari pengambilalihan kekuasaan tersebut.
* When (Kapan): Pengambilalihan kekuasaan ini berlangsung pada Selasa malam. Detail waktu ini penting untuk kronologi peristiwa politik.
* Why (Mengapa): Alasan di balik tindakan militer adalah karena aksi protes yang berlangsung selama dua hari telah menewaskan 20 orang, merusak properti publik, dan menyebabkan lengsernya Perdana Menteri KP Sharma Oli. Ini menjelaskan pemicu utama intervensi militer.
* How (Bagaimana): Militer dikerahkan ke seluruh Nepal untuk menegakkan hukum, menjaga ketertiban, dan membebaskan tahanan. Ini menunjukkan cara militer mengimplementasikan pengambilalihan kekuasaannya.

4. Contoh Keempat: Potensi Penyalahgunaan RUU Perampasan Aset

Undang-undang, apalagi yang baru atau sedang digodok, seringkali memunculkan diskusi dan kekhawatiran terkait penerapannya. M Sarmuji dari Partai Golkar menyuarakan pandangannya tentang potensi penyalahgunaan RUU Perampasan Aset oleh aparat penegak hukum. Ini adalah isu penting yang berkaitan dengan keadilan dan kekuasaan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar M Sarmuji menyebutkan, bahwa aparat penegak hukum yang menyalahgunakan kekuasaannya bisa menggunakan Undang-Undang Perampasan Aset untuk menargetkan pihak tertentu. Pernyataan ini disampaikan Sarmuji saat membicarakan potensi setiap undang-undang menjadi pisau bermata dua, yakni bermanfaat dan disalahgunakan. “Contoh RUU Perampasan Aset itu, kalau terjadi abuse of authority, ada penyalahgunaan kewenangan dari aparatnya yang melaksanakan itu, itu bukan hanya berdampak buruk terhadap para koruptor,” kata Sarmuji di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (17/9/2025).

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Berita ini menyoroti kekhawatiran Sekjen Partai Golkar mengenai potensi penyalahgunaan RUU/UU Perampasan Aset oleh aparat penegak hukum. Ini adalah inti dari pernyataan yang disampaikan.
* Who (Siapa): Sosok yang menyampaikan pernyataan ini adalah M Sarmuji, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar. Beliau adalah sumber informasi utama dalam berita ini.
* Where (Di mana): Pernyataan ini disampaikan di Kantor DPP Partai Golkar, yang berlokasi di Jakarta Barat. Lokasi ini memberikan konteks resmi dari penyampaian pandangan tersebut.
* When (Kapan): Pernyataan ini dibuat pada hari Rabu, 17 September 2025. Waktu ini penting untuk mengetahui kapan isu ini diangkat.
* Why (Mengapa): Alasan M Sarmuji menyampaikan hal ini adalah karena ia melihat setiap undang-undang berpotensi menjadi “pisau bermata dua”, yang bisa bermanfaat tapi juga disalahgunakan. Ini menjelaskan dasar pemikiran di balik kekhawatiran beliau.
* How (Bagaimana): Sarmuji menjelaskan bahwa jika terjadi abuse of authority atau penyalahgunaan kewenangan oleh aparat yang melaksanakan undang-undang tersebut, dampaknya tidak hanya merugikan koruptor, tetapi juga berpotensi menargetkan pihak lain secara tidak adil.

5. Contoh Kelima: TNI Diminta Tidak Laporkan Ferry Irwandi

Isu hukum dan kebebasan berekspresi seringkali jadi perdebatan hangat, apalagi jika melibatkan institusi besar seperti TNI. Anggota DPR RI, Abdullah, menyarankan agar TNI tidak melanjutkan rencana pelaporan terhadap CEO Malaka Project, Ferry Irwandi. Alasannya, langkah hukum tersebut dinilai tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak melanjutkan rencana untuk melaporkan CEO Malaka Project sekaligus influencer, Ferry Irwandi, ke polisi. Abdullah menyebut, rencana TNI itu tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. “Saya menilai tak perlu dilanjutkan, karena rencana pelaporan tersebut tidak sesuai dengan UUD 1945, UU TNI, dan Putusan MK Perkara Nomor 105/PUU-XXII/2024,” kata Abdullah, dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025). Tidak hanya tidak memiliki legal standing, kata Abdullah, dugaan pencemaran nama baik tidak berlaku untuk institusi.

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Inti berita ini adalah permintaan dari Anggota Komisi III DPR RI Abdullah agar TNI tidak melanjutkan rencana pelaporan terhadap CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, ke polisi. Ini adalah tindakan yang sedang dipermasalahkan.
* Who (Siapa): Pihak-pihak yang terlibat adalah Abdullah (Anggota Komisi III DPR RI) yang meminta, Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai pihak yang akan melapor, dan Ferry Irwandi (CEO Malaka Project sekaligus influencer) sebagai pihak yang akan dilaporkan.
* Where (Di mana): Peristiwa ini terjadi di Jakarta, lokasi di mana pernyataan dan permintaan tersebut disampaikan.
* When (Kapan): Pernyataan ini disampaikan pada hari Kamis, 11 September 2025. Detail waktu ini memberikan konteks kapan isu ini muncul ke publik.
* Why (Mengapa): Alasan utama permintaan ini adalah karena rencana pelaporan TNI dinilai tidak sesuai dengan UUD 1945, UU TNI, dan Putusan MK No. 105/PUU-XXII/2024. Selain itu, dugaan pencemaran nama baik juga tidak berlaku untuk institusi.
* How (Bagaimana): Abdullah menyampaikan pendapatnya secara resmi melalui keterangan, dengan menegaskan bahwa rencana pelaporan tersebut sebaiknya dihentikan karena cacat hukum dan bertentangan dengan aturan yang berlaku.

6. Contoh Keenam: Kisah Mongol Stres Kehilangan Uang Rp 53 Miliar

Siapa sangka, di balik tawa seorang komedian, ada kisah pahit tentang kerugian finansial yang tak main-main? Mongol Stres berbagi pengalaman mengejutkannya tentang uang puluhan miliar rupiah yang lenyap begitu saja setelah dipinjam seorang calon gubernur. Sebuah pengingat bahwa janji politik bisa sangat mahal harganya.

KOMPAS.com – Komedian Mongol Stres berbagi kisah mengejutkan soal pengalaman pahitnya ketika kehilangan uang Rp 53 miliar setelah dipinjam seorang calon gubernur. Meski sempat terpukul, Mongol Stres mengaku kini sudah merelakan kejadian itu. “Ada itu beritanya banyak banget, ada orang nyalon gubernur, dipinjemin duit, orangnya ditangkap KPK. Duitnya enggak balik, enggak bisa apa-apa,” kata Mongol Stres dalam kanal YouTube Melaney Ricardo, dikutip Rabu (17/9/2025).

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Berita ini menceritakan tentang Mongol Stres yang kehilangan uang sejumlah Rp 53 miliar. Ini adalah kejadian utama yang menjadi inti cerita.
* Who (Siapa): Pihak-pihak yang terlibat adalah Komedian Mongol Stres sebagai korban, dan seorang calon gubernur yang meminjam uang tersebut.
* Where (Di mana): Kisah ini dibagikan oleh Mongol Stres dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Melaney Ricardo. Ini adalah platform di mana informasi ini diungkapkan.
* When (Kapan): Kisah ini dikutip pada hari Rabu, 17 September 2025, mengacu pada tanggal publikasi atau siaran wawancara tersebut.
* Why (Mengapa): Alasan uang tersebut hilang adalah karena uang Rp 53 miliar yang dipinjam oleh calon gubernur itu tidak pernah kembali setelah sang calon gubernur ditangkap oleh KPK. Ini menjelaskan penyebab kerugian.
* How (Bagaimana): Mongol Stres meminjamkan uang kepada calon gubernur, namun setelah calon gubernur tersebut ditangkap oleh KPK, uang itu tidak bisa kembali. Mongol Stres akhirnya merelakan kerugian besar tersebut setelah sempat terpukul.

7. Contoh Ketujuh: Ucapan Selamat FIFA untuk Erick Thohir

Kabar gembira datang dari dunia olahraga, khususnya sepak bola Indonesia. Erick Thohir, yang baru saja ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), mendapat ucapan selamat langsung dari Presiden FIFA, Gianni Infantino. Ini menunjukkan pengakuan dan harapan dari badan sepak bola tertinggi dunia terhadap kemajuan olahraga di Tanah Air.

KOMPAS.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan ucapan selamat kepada Erick Thohir yang baru saja ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI. Ucapan itu disampaikan Infantino melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Kamis (18/9/2025) dini hari WIB. Selain memberi selamat, ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa pria berusia 55 tahun itu mampu membawa olahraga Indonesia, khususnya sepak bola, menuju panggung dunia.

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Inti berita ini adalah ucapan selamat yang diberikan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, kepada Erick Thohir. Ini adalah peristiwa yang disampaikan dalam berita.
* Who (Siapa): Pihak-pihak yang terlibat adalah Presiden FIFA (Gianni Infantino) sebagai pemberi ucapan, dan Erick Thohir sebagai penerima ucapan selamat.
* Where (Di mana): Ucapan selamat ini disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi Gianni Infantino. Ini adalah platform media sosial yang digunakan.
* When (Kapan): Ucapan ini disampaikan pada hari Kamis, 18 September 2025 dini hari WIB. Detail waktu ini menunjukkan kapan ucapan tersebut dipublikasikan.
* Why (Mengapa): Alasan ucapan selamat ini adalah karena Erick Thohir baru saja ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI. Ini adalah konteks di balik ucapan tersebut.
* How (Bagaimana): Ucapan selamat itu disampaikan oleh Infantino secara langsung melalui unggahan di akun Instagram resminya, menunjukkan metode komunikasi yang digunakan.

8. Contoh Kedelapan: KPU Batalkan Keputusan Kontroversial

Transparansi adalah hal krusial dalam setiap proses pemilihan umum. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengambil langkah penting dengan membatalkan keputusan yang mengatur penutupan dokumen syarat pencalonan presiden dan wakil presiden tanpa persetujuan pemiliknya. Keputusan ini diambil setelah mendengarkan aspirasi dari berbagai pihak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membatalkan Keputusan KPU Nomor 731 Tahun 2025 yang mengatur tidak dibukanya dokumen syarat pencalonan presiden dan wakil presiden tanpa persetujuan pemiliknya. “Kami secara kelembagaan memutuskan untuk membatalkan Keputusan KPU Nomor 731 Tahun 2025 tentang Penetapan Dokumen Persyaratan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden sebagai Informasi Publik yang Dikecualikan KPU,” kata Ketua KPU Afifuddin di kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Afifuddin menjelaskan, langkah ini diambil KPU setelah mendengarkan aspirasi banyak pihak terkait terbitnya keputusan tersebut. KPU pun menggelar rapat khusus untuk membahas hal tersebut serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak yang berkaitan dengan data-data dan informasi, termasuk Komisi Informasi Publik. “Kami menggelar rapat secara khusus untuk menyikapi perkembangan ini menerima masukan dan selanjutnya untuk melakukan langkah-langkah koordinasi dengan pihak-pihak yang kita anggap penting,” kata Afifuddin.

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Berita ini membahas tentang pembatalan Keputusan KPU Nomor 731 Tahun 2025 oleh KPU. Ini adalah tindakan utama yang menjadi fokus berita.
* Who (Siapa): Pihak yang terlibat adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pembuat dan pembatal keputusan, serta Ketua KPU, Afifuddin, sebagai juru bicara.
* Where (Di mana): Pengumuman pembatalan ini disampaikan di Kantor KPU RI, yang berlokasi di Jakarta. Lokasi ini memberikan konteks formal pengumuman.
* When (Kapan): Keputusan pembatalan ini diumumkan pada hari Selasa, 16 September 2025. Waktu ini penting untuk mengetahui kapan perubahan kebijakan tersebut terjadi.
* Why (Mengapa): KPU mengambil langkah ini setelah mendengarkan banyak aspirasi dari pihak-pihak yang menolak keputusan tersebut, karena dianggap dokumen pencalonan harus lebih transparan. Ini menjelaskan alasan di balik perubahan kebijakan.
* How (Bagaimana): KPU menggelar rapat khusus untuk membahas masalah ini, menerima masukan dari berbagai pihak, dan berkoordinasi dengan lembaga terkait seperti Komisi Informasi Publik, sebelum akhirnya memutuskan untuk membatalkan keputusan tersebut.

9. Contoh Kesembilan: Longsor di Samarinda Akibat Hujan Deras

Bencana alam selalu menjadi pengingat akan kekuatan alam yang tak terduga. Di Samarinda, hujan deras menyebabkan tanah longsor yang menimpa sebuah bangsal, beruntung tidak ada korban jiwa. Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan di daerah rawan bencana.

SAMARINDA, KOMPAS.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda memicu longsor di Jalan M. Said, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu (17/9/2025) sore. Material tanah dan batu menimpa sebuah bangsal bernomor 112 di RT 03 yang dihuni enam kepala keluarga. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Warga yang berada di dalam bangsal panik saat tebing di belakang bangunan tiba-tiba ambrol. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa.

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Peristiwa utama dalam berita ini adalah terjadinya longsor di Samarinda. Ini adalah kejadian bencana alam yang dilaporkan.
* Who (Siapa): Pihak yang terdampak langsung adalah warga Samarinda, khususnya penghuni bangsal yang tertimpa longsor. Beruntung, mereka semua berhasil menyelamatkan diri.
* Where (Di mana): Longsor ini terjadi di Jalan M. Said, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Detail lokasi membantu pembaca memahami area bencana.
* When (Kapan): Longsor terjadi pada hari Rabu, 17 September 2025, sekitar pukul 15.00 Wita. Waktu spesifik ini memberikan kronologi yang jelas.
* Why (Mengapa): Pemicu utama longsor ini adalah hujan deras yang terus mengguyur Kota Samarinda. Curah hujan tinggi menyebabkan ketidakstabilan tanah.
* How (Bagaimana): Hujan deras menyebabkan tebing di belakang bangunan ambrol, dan material tanah serta batu menimpa bangsal bernomor 112 RT 03. Warga panik namun berhasil menyelamatkan diri, sehingga tidak ada korban jiwa.

10. Contoh Kesepuluh: Korea Selatan Umumkan Darurat Militer

Keputusan negara untuk memberlakukan darurat militer adalah hal serius yang selalu menarik perhatian dunia. Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, mengumumkan darurat militer dengan alasan melindungi negaranya dari ancaman komunis. Keputusan ini menandai periode ketegangan baru di Semenanjung Korea.

SEOUL, KOMPAS.com - Kenapa Korea Selatan darurat militer dijelaskan oleh Presiden Yoon Suk Yeol. Ia pada Selasa (3/12/2024) mengatakan, perintah tersebut diberlakukan untuk melindungi negara dari kekuatan komunis. Yoon menyebut, ia bertindak untuk melindungi demokrasi liberal negaranya dari elemen-elemen anti-negara dan ancaman yang ditimbulkan oleh Korea Utara. Ia tidak memberikan rincian tentang ancaman Korea Utara, tetapi Korea Selatan secara teknis tetap berperang dengan Pyongyang yang memiliki senjata nuklir. “Untuk melindungi Korea Selatan yang liberal dari ancaman yang ditimbulkan kekuatan komunis Korea Utara dan untuk melenyapkan elemen-elemen anti-negara. Dengan ini saya mengumumkan darurat militer,” kata Yoon dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi kepada rakyat, dikutip dari kantor berita AFP.

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Inti berita adalah pengumuman darurat militer oleh Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol. Ini adalah kebijakan penting yang memiliki dampak luas.
* Who (Siapa): Pihak-pihak yang terlibat adalah Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol sebagai pengambil keputusan, Korea Utara sebagai ancaman yang disebutkan, dan rakyat Korea Selatan sebagai pihak yang terdampak.
* Where (Di mana): Peristiwa pengumuman dan pemberlakuan darurat militer ini terjadi di Korea Selatan. Lokasi ini menunjukkan cakupan kebijakan tersebut.
* When (Kapan): Pengumuman darurat militer ini dilakukan pada hari Selasa, 3 Desember 2024. Detail waktu ini penting untuk kronologi peristiwa politik.
* Why (Mengapa): Alasan utama pemberlakuan darurat militer adalah untuk melindungi Korea Selatan dari ancaman kekuatan komunis Korea Utara. Ini adalah justifikasi yang diberikan oleh Presiden.
* How (Bagaimana): Presiden Yoon menyampaikan pidato langsung melalui siaran televisi kepada rakyatnya, secara resmi mengumumkan keputusan darurat militer.

11. Contoh Kesebelas: Protes Antikorupsi di Nepal Berujung Ricuh

Demonstrasi yang seharusnya menyuarakan aspirasi terkadang bisa berujung pada kerusuhan yang merugikan banyak pihak. Di Nepal, gelombang protes antikorupsi pekan lalu berakhir dengan kekerasan dan kebakaran massal, menyebabkan kerusakan besar dan banyak korban jiwa. Kisah ini menjadi pelajaran pahit tentang pentingnya menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi.

KATHMANDU, KOMPAS.com - Nepal tengah menaksir kerugian besar setelah gelombang protes antikorupsi pekan lalu berujung kerusuhan dan kebakaran massal yang melanda sejumlah fasilitas vital, termasuk gedung parlemen, kantor pemerintahan, hingga Hotel Hilton Nepal yang baru dibuka. Sedikitnya 72 orang tewas dalam aksi selama dua hari tersebut, sementara puluhan lainnya mengalami luka berat, menurut data resmi pemerintah. “Banyak yang hancur,” kata juru bicara kepolisian Binod Ghimire kepada AFP, seraya menambahkan butuh waktu lama untuk menghitung total kerugian, termasuk di luar ibu kota Kathmandu.

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Berita ini melaporkan tentang gelombang protes antikorupsi di Nepal yang berujung pada kerusuhan dan kebakaran massal, merusak fasilitas vital. Ini adalah gambaran peristiwa yang terjadi.
* Who (Siapa): Pihak yang terlibat adalah pengunjuk rasa yang melakukan aksi, dan kepolisian Nepal (melalui juru bicara Binod Ghimire) sebagai pihak yang menangani kerusuhan.
* Where (Di mana): Peristiwa ini terjadi di Nepal, dengan kerusakan yang meluas hingga ke luar ibu kota Kathmandu. Ini adalah lokasi terjadinya kerusuhan.
* When (Kapan): Kerusuhan ini terjadi pada pekan lalu, berlangsung selama dua hari. Informasi waktu ini memberikan periode berlangsungnya kejadian.
* Why (Mengapa): Aksi ini dipicu oleh protes antikorupsi yang kemudian berkembang menjadi kerusuhan besar. Ini menjelaskan alasan di balik mobilisasi massa dan eskalasi kekerasan.
* How (Bagaimana): Protes berlangsung selama dua hari dan berujung pada kebakaran massal di fasilitas vital, menyebabkan setidaknya 72 orang tewas, puluhan luka berat, serta kerugian material yang sangat besar.

12. Contoh Kedua Belas: Mahasiswa Timor Leste Tolak Pembelian Mobil Dinas Parlemen

Mahasiswa seringkali menjadi suara nurani yang mengkritisi kebijakan pemerintah. Di Dili, Timor Leste, ribuan mahasiswa turun ke jalan menolak rencana pembelian mobil dinas baru untuk anggota parlemen. Aksi ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap penggunaan anggaran negara yang dianggap tidak tepat.

DILI, KOMPAS.com - Ribuan mahasiswa di Dili, Timor Leste, kembali menggelar aksi protes pada Selasa (16/9/2025) menolak rencana pembelian mobil dinas baru bagi anggota parlemen. Menurut laporan jurnalis AFP di lokasi, lebih dari 2.000 orang—kebanyakan mahasiswa dari berbagai universitas di ibu kota—berkumpul di sekitar gedung Parlemen Nasional. Awalnya aksi berjalan damai, namun situasi memanas setelah sebagian pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu. Aparat kemudian membalas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Inti berita ini adalah aksi protes yang dilakukan ribuan mahasiswa menolak rencana pembelian mobil dinas baru untuk anggota parlemen Timor Leste. Ini adalah isu sentral dari demonstrasi tersebut.
* Who (Siapa): Pihak-pihak yang terlibat adalah ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Dili sebagai pengunjuk rasa, aparat kepolisian yang menghadapi massa, dan anggota parlemen yang menjadi objek protes.
* Where (Di mana): Aksi protes ini berpusat di sekitar gedung Parlemen Nasional di Dili, Timor Leste. Lokasi ini penting untuk memahami konteks politiknya.
* When (Kapan): Aksi ini digelar pada hari Selasa, 16 September 2025. Detail waktu ini menunjukkan kapan demonstrasi tersebut berlangsung.
* Why (Mengapa): Mahasiswa menolak penggunaan anggaran negara untuk pembelian mobil dinas baru bagi anggota parlemen karena dianggap tidak tepat di tengah kondisi negara. Ini adalah alasan di balik protes mereka.
* How (Bagaimana): Aksi awalnya damai, namun memanas ketika sebagian pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu. Aparat kemudian membalas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Ini menjelaskan jalannya peristiwa hingga terjadi kericuhan.

13. Contoh Ketiga Belas: Polisi Periksa Ponsel Remaja Pembunuh Ayah dan Nenek

Kasus pembunuhan selalu menyisakan banyak pertanyaan, terutama jika pelakunya adalah anggota keluarga. Di Jakarta Selatan, polisi memeriksa isi ponsel seorang remaja berusia 14 tahun yang diduga membunuh ayah dan neneknya, untuk mencari petunjuk lebih lanjut. Pencarian bukti digital ini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi mengatakan, pihaknya telah memeriksa isi ponsel milik MAS (14), remaja pembunuh ayah dan nenek di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan di dalam ponsel milik MAS. “Yang jelas di HP (handphone) tidak ada yang aneh ya. Jadi foto, kemudian video-video yang ada di dalam HP itu hanya lucu-lucuan saja. Jadi tidak ada yang janggal,” jelas Nurma dikutip dari video YouTube Kompas TV, Selasa (3/12/2024). Nurma mengatakan, pemeriksaan ponsel milik MAS perlu dilakukan guna mencari tahu informasi lebih lanjut terkait kasus pembunuhan yang dilakukan pelaku.

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Inti berita adalah pemeriksaan isi ponsel milik MAS (14), remaja yang diduga menjadi pelaku pembunuhan ayah dan neneknya. Ini adalah langkah investigasi yang dilakukan.
* Who (Siapa): Pihak yang terlibat adalah MAS (pelaku pembunuhan), Polres Metro Jakarta Selatan yang melakukan pemeriksaan, dan AKP Nurma Dewi (Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan) sebagai pemberi keterangan.
* Where (Di mana): Kasus pembunuhan dan pemeriksaan ini terjadi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Lokasi ini menunjukkan yurisdiksi kepolisian yang menangani.
* When (Kapan): Keterangan mengenai pemeriksaan ponsel ini disampaikan pada hari Selasa, 3 Desember 2024. Ini adalah waktu informasi tersebut diungkapkan ke publik.
* Why (Mengapa): Pemeriksaan ponsel dilakukan untuk mencari tahu apakah ada petunjuk lain terkait motif pembunuhan atau informasi tambahan yang bisa didapatkan dari perangkat pelaku.
* How (Bagaimana): Polisi memeriksa foto dan video di ponsel MAS, namun hasilnya menunjukkan bahwa isinya hanya berupa konten hiburan atau lucu-lucuan, tanpa ada hal yang janggal atau mencurigakan yang berkaitan dengan kasus.

14. Contoh Keempat Belas: Gerakan “Emberisasi” di Yogyakarta untuk Atasi Sampah

Inovasi dalam pengelolaan sampah selalu disambut baik, apalagi di kota besar seperti Yogyakarta. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memperkenalkan gerakan unik bernama “emberisasi” sebagai upaya mengatasi masalah sampah yang terus mengkhawatirkan. Gerakan ini mendorong partisipasi warga dalam memilah sampah dari rumah.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kota Yogyakarta terus berupaya mengatasi masalah sampah yang kian mengkhawatirkan. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memperkenalkan gerakan terbaru bernama ‘emberisasi’. Hasto menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan untuk membagikan ember-ember kepada Rukun Warga (RW) dan penggerobak sampah. Fungsi utama dari ember tersebut adalah untuk memilah sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, agar tidak dibuang ke depo sampah. “Ini kan cuma untuk mengoleksi, emberisasi ini dalam rangka ya warga itu suruh memilah tapi dikasih sarana,” ujar Hasto dalam konferensi pers pada Rabu (17/9/2025).

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Berita ini fokus pada Wali Kota Yogyakarta yang memperkenalkan gerakan “emberisasi” untuk mengatasi masalah sampah. Ini adalah program atau inisiatif baru yang diluncurkan.
* Who (Siapa): Pihak yang terlibat adalah Hasto Wardoyo (Wali Kota Yogyakarta) sebagai inisiator, dan warga serta Rukun Warga (RW) sebagai partisipan utama.
* Where (Di mana): Gerakan ini diluncurkan dan diterapkan di Kota Yogyakarta. Lokasi ini menunjukkan area implementasi program.
* When (Kapan): Pengumuman atau penjelasan mengenai gerakan ini dilakukan pada hari Rabu, 17 September 2025. Waktu ini menandai peluncuran inisiatif.
* Why (Mengapa): Tujuannya adalah agar warga memilah sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, sehingga sampah tidak langsung dibuang ke depo dan dapat dikelola lebih efektif. Ini menjelaskan alasan dan tujuan gerakan.
* How (Bagaimana): Gerakan ini dilakukan dengan membagikan ember sebagai sarana untuk mengoleksi dan memilah sampah, serta mendorong partisipasi aktif warga melalui RW dan penggerobak sampah dalam proses pemilahan.

15. Contoh Kelima Belas: Mengubah Kresek Bekas Jadi Produk Berguna di Magetan

Kreativitas dan kesadaran lingkungan bisa berjalan beriringan. Di Balai Desa Wates, Magetan, ibu-ibu menunjukkan bagaimana plastik bekas belanja (kresek) bisa disulap menjadi produk bernilai seperti tas, dompet, dan tempat tisu. Ini adalah contoh nyata inovasi lokal yang mendukung keberlanjutan.

MAGETAN, KOMPAS.com – Balai Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur siang itu ramai dengan suara gunting, gesekan plastik, dan tawa kecil yang saling bersahutan. Puluhan ibu duduk melingkar, masing-masing memegang lembaran plastik belanja warna-warni yang biasa disebut kresek. Jika sebagian warga lain memilih membuangnya ke tempat sampah, di balai desa tersebut plastik bekas belanja itu berubah menjadi bahan baku tas, dompet, dan tempat tisu. “Ini plastik bekas belanja, nanti jadi apa, Bu?” tanya instruktur pelatih dari Bank Sampah Terpadu Kabupaten Magetan, Sri Lestari, Rabu (17/9/2025). “Jadi tas,” jawab Bu Giarti, warga Desa Sedran, yang sibuk menjahit tas kresek yang telah menjadi pola tas kecil dengan mata berbinar.

Keterangan 5W+1H:
* What (Apa): Berita ini melaporkan tentang kegiatan warga Desa Wates yang mengolah plastik bekas belanja (kresek) menjadi tas, dompet, dan tempat tisu. Ini adalah inovasi pengolahan limbah yang dilakukan.
* Who (Siapa): Pihak-pihak yang terlibat adalah ibu-ibu warga Desa Wates dan Desa Sedran sebagai peserta, serta instruktur pelatih Sri Lestari dari Bank Sampah Terpadu Kabupaten Magetan yang membimbing.
* Where (Di mana): Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Lokasi ini menjadi pusat pelatihan dan produksi.
* When (Kapan): Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 17 September 2025, siang hari. Waktu ini memberikan konteks kapan aktivitas tersebut diamati.
* Why (Mengapa): Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengubah plastik bekas yang biasanya dibuang menjadi produk yang berguna dan memiliki nilai ekonomis, sekaligus mengurangi sampah dan meningkatkan keterampilan warga.
* How (Bagaimana): Warga aktif memotong, menjahit, dan mengolah lembaran plastik bekas belanja menjadi berbagai produk kerajinan seperti tas dan dompet, dibimbing langsung oleh instruktur dari Bank Sampah Terpadu.


Yuk, Pelajari Lebih Lanjut Cara Bikin Berita dengan 5W+1H!

Ingin lebih mendalami bagaimana 5W+1H bisa membuat berita kamu makin oke? Video ini bisa jadi referensi tambahan buat kamu yang mau jago bikin berita!

Sumber: YouTube - Cara Menulis Berita dengan Rumus 5W+1H

Kesimpulan

Nah, itu dia 15 contoh teks berita yang menerapkan prinsip 5W+1H secara lengkap. Dari setiap contoh, kita bisa melihat bahwa setiap detail, mulai dari siapa yang terlibat hingga bagaimana peristiwa itu terjadi, sangat penting untuk disampaikan. Dengan latihan dan pemahaman yang baik, kamu pasti bisa menjadi jurnalis andal yang mampu menyajikan berita secara akurat, jelas, dan mudah dipahami. Jangan lupa, berita yang baik itu bukan cuma informatif, tapi juga bisa bikin pembaca merasa tercerahkan.

Gimana, sekarang makin tercerahkan kan soal 5W+1H? Apakah ada contoh yang paling menarik perhatianmu? Atau kamu punya pertanyaan lain seputar penulisan berita? Yuk, bagikan pendapat dan pertanyaanmu di kolom komentar di bawah! Siapa tahu kita bisa belajar bareng dan makin jago bikin berita!

Posting Komentar